Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Gelar IPEX 2022, Bank BTN Targetkan KPR Baru Rp 1,5 Triliun

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Minggu, 20 November 2022, 09:58 WIB
Gelar IPEX 2022, Bank BTN Targetkan KPR Baru Rp 1,5 Triliun
Bank BTN saat meluncurkan IPEX 2022/Ist
Gelaran pameran perumahan terbesar di Indonesia, Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 kembali digelar PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Acara ini mulai digelar pada 19 November 2022 hingga 27 November 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

IPEX 2022 digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Tahun KPR BTN pada 10 Desember 2022 mendatang serta memperingati Hari Pahlawan yang ke-77.

BTN sendiri telah menggelar pameran IPEX sebanyak 24 kali. Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo menjelaskan bahwa IPEX merupakan wujud komitmen Bank BTN memaksimalkan potensi yang ada untuk mendukung penyediaan perumahan yang layak kepada masyarakat.

“Kami menyadari bahwa untuk menyelesaikan beberapa hal terkait perumahan di Indonesia dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak baik dari asosiasi pengembang, perbankan dan regulator yang salah satunya adalah dengan menggelar event Indonesia Property Expo (IPEX) ini,” ujar Haru pada Pembukaan IPEX 2022 di Jakarta, Sabtu (19/11).

Gelaran kali ini diikuti sebanyak 42 pengembang terdiri dari 32 pengembang proyek perumahan non subsidi, 10 pengembang perumahan subsidi dan 5 produk pendukung. Sementara total perumahan yang dipamerkan berjumlah 325 proyek.

“Ada beberapa proyek perumahan berlokasi di luar kota seperti di Bandung dan Surabaya. Serta lokasi lokasi strategis sesuai arahan Bapak Menteri BUMN RI, yaitu lokasi yang terkoneksi langsung dengan moda transportasi (TOD),” katanya.

Bank BTN optimistis potensi izin prinsip KPR yang bakal diraih sekitar Rp 1,5 triliun, dengan rincian KPR nonsubsidi Rp 900 miliar, KPR subsidi Rp 300 miliar, dan pembiayaan rumah syariah sebesar Rp 300 miliar.

“Bagi masyarakat yang mengambil KPR dalam ajang IPEX 2022, Bank BTN memberikan bunga yang sangat menarik, yakni ini mulai dari 2,47 persen di tahun pertama. Selain itu ada penawaran gratis untuk biaya provisi, administrasi, dan appraisal,” paparnya.

Lebih lanjut, Haru mengapresiasi Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan serta Kementerian ATR/BPN yang sangat mendukung perseroan untuk berperan sebagai lokomotif penyaluran perumahan di Indonesia.

Dia memastikan Bank BTN akan terus melakukan transformasi dengan menjalankan berbagai inisiatif strategis yang dapat meningkatkan kontribusi Bank BTN dalam memfasilitasi kebutuhan hunian masyarakat Indonesia.

“Bank BTN akan memastikan amanah yang diberikan pemerintah akan dilaksanakan dengan penuh kesungguhan hingga masyarakat dapat merasakan manfaat yang nyata yaitu dapat memiliki rumah dengan cepat, mudah dan murah,” jelasnya.

Kolaborasi aktif di antara stakeholder atau pengembang dan perbankan dirasa penting oleh Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto. Hal ini bertujuan demi mereduksi angka backlog rumah yang telah mencapai 12,7 juta.

Angka ini akan terus bertambah, seiring kebutuhan rumah per tahun yang mencapai satu juta unit. Sementara pembangunan rumah yang dapat dipenuhi hanya sekitar 200.000-300.000 unit per tahun.

“Saya mengapresiasi pameran IPEX ini, yang tahun 2022 sudah dilakukan tiga kali. Nah, dalam pameran kali ini, para pengembang menyediakan perumahan. BTN menyediakan pembiayaannya,” tegas Iwan.

ARTIKEL LAINNYA