Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Di #R17PodcastShow, Transformasi Digital Kemenkes Hingga Landscape Ancaman Serangan Siber Dipaparkan

LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Kamis, 29 September 2022, 20:56 WIB
Di #R17PodcastShow, Transformasi Digital Kemenkes Hingga Landscape Ancaman Serangan Siber Dipaparkan
#R17PodcastShow volume 2 “Emphasizing the Security of Infrastructure for Inclusive Indonesia e-Economy” /RMOL
#R17PodcastShow menjadi wadah untuk berdiskusi seputar perkembangan teknologi informasi, digital dan sistem keamanan data di Indonesia.

Melalui forum ini, sejumlah ahli, praktisi dan pelaku usaha di bidang teknologi dihadirkan untuk saling tukar pandangan menyikapi dunia digital dan siber ke depan. Setelah menggelar #R17PodcastShow volume 1, R17 Group kembali menggelar #R17PodcastShow volume 2 di Big Brother, Jakarta Pusat, Kamis (29/9).

Dengan menghadirkan sejumlah pembicara utama dan enam panelis, #R17PodcastShow volume 2 dengan tema “Emphasizing the Security of Infrastructure for Inclusive Indonesia e-Economy” ini menggali dan mendiskusikan bagaimana membangun infastuktur data security yang ideal dan kuat sesuai dengan regulasi pemerintah.

Dalam kesempatan itu, chief digital tranformation Kementerian Kesehatan, Setiaji memparkan terkait dengan digitalisasi di sektor kesehatan. Kemenkes, kata dia, telah melakukan upaya untuk mencatat seluruh data kesehatan semasa hidup.

“Kita kerap bawa hasil lab ketika setiap ingin mengecek ke rumah sakit. Ini kita akan merecord seluruh rekam medis secara individu maupun telemedecine,” beber dia.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa transformasi digital kesehatan tahun 2021-2024. Dimana, jelas dia, tahun 2022 ini pihaknya telah masuk kepada fase pengembangan sistem big data berbasis integrated electronik health record dan pengembangan platform pelayanan kesehatan terintegrasi, kemudian juga perluasan telemedecine dan implementasi regulatory sanbox, terkhusus teknologi biotechnology.

Setiaji juga memperkenalkan platform SATUSEHAT yang menghubungkan seluruh penyedia dan pengguna layanan kesehatan.

Sementara itu, Direktur Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Soetedjo Joewono menguraikan landscape serangan siber yang terjadi di Indonesia.

Bahwa menurut data BSSN, akhir Desember tahun 2021, tercatat 1,5 miliar lebih anomali serangan siber yang terjadi di Indonesia. Sementara pada kurun waktu Januari-Juni 2022 tercatat 727 juta nomali trafik serangan siber.

Adapun kategori serangan siber itu didominasi oleh infeksi malware sebanyak 56 persen, information leak sebanyak 13 persen dan eksploitasi kerentanan sebanyak 11 persen.

Adapun kata dia, serangan siber ini paling banyak menyasar pada situs-situs pendidikan tinggi sebanyak 33,76 persen, situs pemerintah daerah 32,72 persen dan situs swasta 16,85 persen.

“Sebaran anomali trafic serangan siber ini terbanyak di sektor akademik. Tren serangan siber, serangan ransomware (malware yang meminta tebusan) dan denial of servivce,” ungkapnya.

Adapun terkait hal ini, upaya yang telah dilakukan oleh BSSN antara lain dengan mengirimkan 1.261 notifikasi kepada stake holder terdampak, dari situ hanya 72 notifikasi atau (6 persen) yang direspon. Dalam forum itu, BSSN juga memaparkan bagaimana strategi keamanan siber nasional dan manajemen siber.

Selain dua pembicara utama, enam panelis yaitu chief of technology officer R17 group M. Irfan Djambak, country director Fortinet Indonesia, Edwin Lim, Ahli keamanan IT dan technopreneur Budi Raharjo, Kepala Pusat Riset Komputasi BRIN Rifki Sadikin, country sales director Fujitsu Indonesia, Defi Nofitra dan independent consultan IT Lazuardi Nasution turut mengulas fenomena hacker Bjorka dan bagaimana menyikapinya hingga melihat transformasi digital yang terjadi di Indonesia.

R17PodcastShow ini dimoderatori pengamat tekonologi yang juga executive director Indonesia ICT Institute Heru Sutadi. Disiarkan secara live streeming di media sosial instagram juga Youtube R17 Group. Diharapkan, R17 podcast show dapat menjadi prefrensi bagi secure data center dan refrensi untuk industri dalam membangun pondasi bisnis digital yang dijalankan.
EDITOR: IDHAM ANHARI

ARTIKEL LAINNYA