Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Bertemu, Luhut dan Hagiuda Kochi Bahas Potensi Kerjasama Energi Hijau dan Industri Hulu Mineral

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Selasa, 11 Januari 2022, 22:47 WIB
Bertemu, Luhut dan Hagiuda Kochi Bahas Potensi Kerjasama Energi Hijau dan Industri Hulu Mineral
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan/Net
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri dari Jepang Hagiuda Kochi.

Dalam pertemuan ini, mereka membahas sejumlah potensi kerjasama bidang energi hijau dan industri hulu mineral di Kantor Kemenko Marves, Jakarta Pusat, Selasa (11/1).

Selain kerjasama bidang energi hijau dan hulu mineral, pertemuan juga membahas tentang potensi kerja sama di bidang green energy, perikanan, lingkungan dan industri petrokimia.

“Indonesia dalam tujuh tahun ini banyak yang berubah, pembangunan hampir merata di Indonesia bagian barat dan timur,”ujar Menko Luhut di hadapan Kochi.

Selain itu,  Menko Luhut juga menjelaskan tentang  pembangunan industri hilir sebagai arah investasi di Indonesia saat ini.

"Saat ini industri hilir untuk nikel lebih berfokus untuk pengembangan strainless steel yang merupakan komponen pembuatan baterai Lithium,” imbuhnya.

Mengenai hal ini, Menko Luhut meyakinkan bahwa Indonesia memiliki stok bijih nikel yang sangat besar dengan total kapasitas produksi hulu hingga 12 juta ton/tahun.

“Industri hilir telah mengubah struktur ekonomi Indonesia sehingga mengurangi ketergantungan terhadap komoditas mentah,” katanya.

Lebih lanjut, Menko Luhut juga menawarkan investasi  pembangunan pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan yang hingga kini mampu menghasilkan listrik sebanyak 11 ribu megawatt.

“Desember tahun lalu, Presiden Jokowi telah meresmikan ground breaking green industrial park seluas 30 hektar,”bebernya.

Selain menggenjot investasi, dia juga menjelaskan tentang perkembangan kondisi terkini dalam penanganan Pandemi Covid-19. Luhut menyebut bahwa 96 persen varian Covid-19 terbaru itu masuk ke Indonesia dari para Pelaku Perjalanan Luar Neger (PPLN).

"Kasus aktif kami telah menurun hingga 99,2 persen dari puncaknya tanggal 15 Juli tahun lalu. Tapi kami sekarang super hati-hati dengan Omicron,” tuturnya.

Terakhir, Menko Luhut mengusulkan agar kedua negara membuat skema diskusi teknis yang bertemu secara regular agar dapat membahas secara intensif mengenai poin-poin kerja sama kedua negara.
EDITOR: IDHAM ANHARI

ARTIKEL LAINNYA