Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Groundbreaking, Nilai Investasi KEK Gresik Ditargetkan Capai Rp 71 T

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Selasa, 12 Oktober 2021, 15:33 WIB
Groundbreaking, Nilai Investasi KEK Gresik Ditargetkan Capai Rp 71 T
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Joko Widodo dalam peletakan batu pertama smelter Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur/Ist
Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi, salah satunya dengan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Setidaknya, dari 15 KEK yang ada, terdapat total 150 jumlah perusahaan dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi 22.279 tenaga kerja. Selain itu, KEK telah berhasil membantu pertumbuhan nilai ekspor sebesar Rp 3,8 triliun.

Saat ini di Indonesia telah terdapat 19 KEK. Dimana KEK Gresik adalah salah satu dari 4 KEK tambahan. Saat ini komitmen investasi di 19 KEK berkembang menjadi Rp 92,9 triliun dengan realisasi investasi pelaku usaha dan badan usaha mencapai Rp 54,6 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, KEK di Gresik menargetkan nilai investasi dalam 5 tahun pertama sebesar Rp 71 triliun.

Kegiatan utama KEK Gresik meliputi Industri Metal (Smelter), Industri Elektronik, Industri Kimia, Industri Energi dan Logistik. PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan anchor tenant KEK Gresik dengan investasi pembangunan smelter mencapai Rp 42 triliun dengan off takers ekspor maupun domestik.

Kapasitas smelter yang dibangun ini nantinya mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahunnya, dan ini merupakan kapasitas single line terbesar di dunia.

"Diharapkan nantinya akan memberikan kontribusi positif terhadap nilai ekspor lndonesia maupun substitusi impor,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat peletakan batu pertama KEK Gresik bersama Presiden Joko Widodo, Selasa (12/10).

Pembangunan smelter di dalam negeri ini diharapkan akan menciptakan lapangan kerja sejumlah 40 ribu orang pada masa konstruksi hingga tahun 2024. Hal tersebut seiring dengan upaya pemerintah dalam pengembangan industri hilir tembaga agar memiliki nilai tambah bagi negara.

“Dengan adanya hilirisasi, kita ingin agar proses itu sebisa mungkin memberikan dampak yakni meningkatkan nilai tambah, lapangan kerja, dan kemandirian," tegas Ketua Umum Partai Golkar ini.

Tak lupa, Menko Airlangga juga meminta kementerian lain turut ambil bagian dalam mendukung fasilitas di KEK Gresik. Dari Kementerian ESDM bisa memberi dukungan terkait penyediaan air, listrik dan gas yang kompetitif di KEK.

Kemudian Menteri BUMN bisa mendorong BUMN (MIND ID sebagai holding) agar merealisasikan investasi smelter dan PMR di KEK Gresik. Lalu Kementerian PUPR diharapkan bisa mendukung penyediaan air bersih dan konektivitas jalan tol.

"Menteri Investasi untuk mendukung perizinan dan pemberian insentif tax holiday dan tax allowance,” tutur Menko Airlangga.

KEK Gresik terintegrasi langsung dengan pelabuhan laut yang telah diperlebar dan diperpanjang menjadi 1.000 m x 50 m. Pelabuhan laut ini akan dilengkapi dengan beberapa dermaga serta beberapa fasilitas pendukung, dan akan sangat signifikan dalam meminimalkan biaya logistik.

Pelabuhan di KEK Gresik berkapasitas hingga 200 ribu DWT. Dengan dermaga yang akan diperdalam menjadi 16 LWS untuk dapat melayani bongkar muat kapal-kapal besar, akan berpotensi menjadikan pelabuhan di KEK Gresik ini sebagai hub strategis di Indonesia. 
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA