Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Bangkitkan Sektor Pariwisata, Likupang Bikin Wisatawan Ogah Pulang

LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Sabtu, 18 September 2021, 16:33 WIB
Bangkitkan Sektor Pariwisata, Likupang Bikin Wisatawan Ogah Pulang
Tangkapan layar webinar Likupang Rebound dengan tema "Wisata Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru: Strategi Promosi Pariwisata Likupang dalam Mendukung Peningkatan Perekonomian Nasional"/lst
Nama Likupang bisa jadi masih asing di telinga masyarakat. Namun bagi pecinta pantai, Likupang merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi dan membuat wisatawan 'ogah' pulang.

Berada di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Likupang berjarak 48 km dari Kota Manado. Ekosistem pantai berpasir putih dan keelokan budayanya membuat daerah ini mampu menjadi magnet bagi para wisatawan.

Atas dasar hal tersebut, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo, mengadakan webinar Likupang Rebound dengan tema "Wisata Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru: Strategi Promosi Pariwisata Likupang dalam Mendukung Peningkatan Perekonomian Nasional".

Menurut Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary, Kementerian Kominfo bersama Kementerian Parekraf mencanangkan program Pemulihan Ekonomi Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

Strategi yang dilakukan dengan penyediaan sinyal, pembangunan BTS, penyiapan sinyal 4G, dan mendukung pelatihan-pelatihan digital bagi pelaku UMKM dan Ultra Mikro bidang Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif.

"Adaptasi teknologi dapat dilakukan para pelaku pariwisata dengan aplikasi super Jaringan Pariwisata JPHub," kata Septriana, Sabtu (18/9).

Selanjutnya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara, Audy Sambul menuturkan, dalam melaksanakan promosi pariwisata perlu penciptaan aplikasi pariwisata.

Sejauh ini, promosi pariwisata yang telah dilakukan diantaranya adalan promosi melalui media sosial, lewat festival dan kegiatan, expo, FAM Trip Tour Operator serta MICE atau wisata konvensi.

"Salah satunya seperti pelaksanaan festival di Marinsow, KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Likupang, yang direncanakan pada bulan Oktober," terangnya.

Koordinator Sub Direktorat Maritim Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Yudi Syahrial, mengajak pelaku pariwisata tetap optimis meski pandemi belum sepenuhnya sirna.

Ia membeberkan setidaknya ada tiga fase yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan pariwisata di Indonesia. Pertama, tanggap darurat dengan menginisiasi program perlindungan sosial dan mendorong kreativitas dan inovasi dari rumah.

Kedua, pemulihan dengan membuka tempat wisata secara bertahap dengan memperhatikan protokol CHSE dan mendukung optimalisasi MICE.

"Ketiga, normalisasi meningkatkan minat pasar dan diskon paket wisata dan MICE," sambungnya.

Terakhir, Pakar Media Sosial, Rulli Nasrullah, menjelaskan perihal upaya posting tempat pariwisata di media sosial, yang pada dasaranya bukan hanya bertujuan untuk diri sendiri saja, akan tetapi bisa menjadi informasi bagi orang lain.

Webinar ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo dengan melibatkan lebih dari 250 orang peserta secara daring.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA