Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

bank bjb Raih The Best CEO dan Diamond Trophy di Infobank Award 2021

LAPORAN: YELAS KAPARINO
  • Selasa, 07 September 2021, 21:37 WIB
bank bjb Raih The Best CEO dan Diamond Trophy di Infobank Award 2021
Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi./Dok
bank bjb kembali meraih penghargaan atas kinerjanya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah, kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Penghargaan kali ini dari Anugerah 26th Infobank Award 2021.

Dalam ajang ini, bank bjb mendapat tiga penghargaan sekaligus. Pertama, diberikan kepada Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi sebagai Infobank The Best CEO Series 2021.

Penghargaan kedua diberikan kepada bank bjb kategori Diamond Trophy sebagai bank dengan kinerja "Sangat Bagus" 20 tahun berturut-turut. Adapun penghargaan ketiga,  bank bjb mendapat predikat Sangat Bagus dalam kategori Modal Inti Rp5 triliun sampai dengan di bawah Rp30 triliun (buku3) - Aset Rp100 triliun ke atas.

Penghargaan diserahkan secara simbolis dalam acara Live Video Conference Live Streaming Youtube Channel Infobank TV, beberapa waktu lalu. Acara didahului dengan webinar bertajuk "Leading Unprecendented Time Memanfaatkan Relaksasi Restrukturisasi Kredit Jilid 3".

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengucapkan syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada bank yang dipimpinnya. Pencapaian bank bjb, diperoleh berkat kerja keras seluruh insan perusahaan dalam mempertahankan dan meningkatkan performa usaha  di tengah pandemi.

"Saya bersyukur dan berterimakasih atas penghargaan yang diberikan. Kerja keras dan soliditas antar lini perusahaan merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan bank bjb." ujar Yuddy.

Yuddy menambahkan, penghargaan ini bukti nyata dari kerja keras bank bjb sebagai perusahaan yang tangguh, fleksibel, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan.

"Saya pribadi meyakini bahwa kemampuan seorang pemimpin dalam mengolah sumber daya yang ada dengan sikap adaptif di berbagai situasi adalah kunci menuju keberhasilan," terang Yuddy.

Industri perbankan salah satu yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Pertumbuhan kredit mencatat kontraksi  sebesar 2,21% pada 2020. Pada tahun ini, industri perbankan juga masih kesulitan untuk melakukan ekspansi kredit akibat menurunnya permintaan akibat kondisi ketidakpastian.

Mengutip  Kajian Biro Riset Infobank bertajuk Rating 109 Bank Versi Infobank 2021, meskipun NPL perbankan secara industri masih aman di bawah 3,50% namun loan at risk (LAR) menunjukkan tren naik sejak tahun lalu.

LAR perbankan meningkat dan 11,98% pada 2018, 12,93% pada 2019, 22,65% pada 2020, dan 23,71% per Februari. 2021. NPL juga berpotensi meningkat dan relaksasi kebijakan strukturisau kredit yang berakhir pada Maret 2022 diharapkan oleh para praktisi di industri perbankan untuk kembali diperpanjang

Banyak bank telah mencatat penurunan pendapatan bunga akibat masih seretnya kucuran kredit. Selain berusaha meningkatkan efisiensi termasuk menurunkan cost of fund bank-bank juga berusaha memperbesar pendapatan selain bunga.

Sejak industri perbankan tidak lagi menikmati pertumbuhan kredit di atas 20% pada 2014, kontribusi pendapatan bunga terhadap total pendapatan bank terus berkurang dari 74% pada 2018 menjadi 72% pada 2019.

Pada 2020 ketika pendapatan bunga merosot 4,85% dari Rp717,80 triliun menjadi Rp683,01 triliun, pendapatan nonbunga industri perbankan tumbuh 8,76% dari Rp150,50 triliun menjadi Rp163,68 triliun. Kontribusi pendapatan bunga terhadap total pendapatan perbankan pun menyusut menjadi 66% pada 2020 dan tinggal 50% per April 2021.

ARTIKEL LAINNYA