Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

BI: Cadangan Devisa Indonesia Agustus 2021 Meningkat

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Selasa, 07 September 2021, 11:29 WIB
BI: Cadangan Devisa Indonesia Agustus 2021 Meningkat
Bank Indonesia/Net
Cadangan devisa Indonesia pada bulan Agustus 2021 tercatat meningkat dibandingkan bulan Juli 2021. Pada Agustus, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 144,8 miliar dolar AS.

"Ini meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2021 sebesar 137,3 miliar dolar AS," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono dalam siaran persnya, Selasa (7/9).

Erwin menjelaskan, posisi devisa bulan Agustus itu setara dengan pembiayaan 9,1 bulan impor, atau 8,7 bulan impor ditambah pebayaran utang luar negeri pemerintah.

Selain itu, lanjut Erwin, cadangan devisa juga berada di atas standar kecukupan internasional yaitu sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," jelas Erwin diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta.

Dalam keterangannya itu, Erwin membeberkan sejumlah faktor yang mempengaruhi peningkatan cadangan devisa Indonesia bulan Agustus 2021. Faktor terpenting, kata dia, adalah tambahan alokasi Special Drawing Rights (SDR) sebesar 4,46 miliar SDR atau setara dengan 6,31 miliar dolar AS yang diterima Indonesia dari IMF.

Pada tahun 2021, kata Erwin, IMF menambah alokasi SDR dan mendistribusikannya kepada seluruh negara anggota, termasuk Indonesia, secara proporsional sesuai kuota masing-masing.

Alokasi SDR ini bertujuan untuk mendukung ketahanan dan stabilitas ekonomi global dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19, membangun kepercayaan pelaku ekonomi, dan juga untuk memperkuat cadangan devisa global.

"Alokasi SDR tersebut didistribusikan kepada negara-negara anggota IMF tanpa biaya," tegas Erwin.

Bank Indonesia, imbuh Erwin, memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA