Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Peringkat Pertama Bank Go Public, Ini Catatan Prestasi bank bjb Tahun 2020-2021

LAPORAN: YELAS KAPARINO
  • Kamis, 12 Agustus 2021, 18:43 WIB
Peringkat Pertama Bank Go Public, Ini Catatan Prestasi bank bjb Tahun 2020-2021
Kantor Pusat bank bjb./Dok
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau bank bjb berhasil meraih peringkat pertama kategori Rating Bank Go Public dalam Rating 109 bank versi Infobank per Desember 2019-2020.

Dalam ajang tersebut, bank bjb tercatat memperoleh nilai total sebesar 94,02 dengan predikat "Sangat Bagus". bank bjb berada di peringkat pertama dari total 42 bank yang telah Go Public di Indonesia versi Infobank.

Mengutip ulasan Majalah Infobank Edisi Agustus 2021, penilaian peringkat didasarkan pada sejumlah aspek. bank bjb meraih persentase pada aspek-aspek yang terlibat sebesar 14,08% (Total Aset), 8.55% (Modal Inti), 13.16% (Manajemen Resiko), 13.16% (praktik Good Corporate Governance), 9.36% (Permodalan), 18.91% (Kualitas Aset), 15.00% (Rentabilitas), 11.92% (Likuiditas), dan 12.50% (Efisiensi).

Dalam Rating Go Public tersebut, bank yang menempati peringkat lima besar pada urutan kedua dan seterusnya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tnk (BBRI), PT Bank Mega Tbk (MEGA), PT OCBC NISP Tbk (NISP) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Predikat Bank Go Public terbaik berhasil diraih bjb dengan berbagai kinerja perusahaan yang tumbuh positif di dua tahun terakhir ini. Pimpinan Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan, meski Indonesia dihantam pandemi sejak awal tahun 2020 lalu hingga saat ini, bank bjb sebagai bank daerah mampu mecatatkan prestasi.

Hal itu dilihat dari kinerja perusahaan yang terus tercatat tumbuh positif sepanjang 2020-2021. Sepanjang 2020 bank bjb mencatatkan laba bersih secara konsolidasi Rp 1,68 triliun. Naik 8% dibandingkan 2019 senilai Rp 1,56 triliun.

Pencapaian laba tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan yang mencatatkan laba terkontraksi 33% selama periode 2020 lalu. Total nilai aseti bank bjb sepanjang 2020 pun tumbuh sebesar 14,08% year on year menjadi Rp 140,93 triliun.

Pada awal tahun 2021, bank bjb berhasil mempertahankan pertumbuhan positif. Pada Triwulan I 2021, bank bjb membukukan raihan laba bersih sebesar Rp481 miliar atau tumbuh 15,2% year on year (y-o-y)

Pertumbuhan tersebut juga diikuti oleh peningkatan nilai aset perseroan yang tumbuh sebesar 16,7% (y-o-y) atau sebesar Rp143,6 triliun. Pertumbuhan ini lebih baik dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional yang tumbuh 7,41% dan kelompok Bank Pembangunan Daerah yang tumbuh 9,60%.

Selain itu, kinerja yang baik juga tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), Total Kredit, hingga angka Non-Performing Loan (NPL) yang senantiasa terjaga dengan baik. Kepercayaan besar masyarakat untuk menyimpan uang di bank bjb dan masih derasnya arus likuiditas perbankan turut mendorong pertumbuhan DPK. Pada Triwulan I 2021, total DPK bank bjb tumbuh sebesar 17,9% yaitu sebesar Rp110,6 triliun.

Pertumbuhan positif juga terjadi pada sektor kredit yang merupakan ujung tombak utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan. Sektor kredit tumbuh sebesar 10,3% atau sebesar Rp91,2 triliun. Kredit Konsumer, UMKM, Komersial dan KPR menjadi penopang pertumbuhan kredit.

Angka NPL alias kredit macet dan bermasalah juga berhasil ditekan pada kisaran 1,4%. Angka tersebut masih tercatat berada cukup jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang mencapai 3,17% dan kelompok Bank Pembangunan Daerah pada level 2,88%. Pertumbuhan DPK dan total kredit juga berada di atas rata-rata perbankan nasional dan kelompok BPD.

Pada Triwulan II tahun 2021 raihan laba bersih bank bjb mampu tumbuh 14,4% menjadi sebesar 924 miliar rupiah. Pertumbuhan tersebut juga diikuti oleh peningkatan nilai aset perseroan yang tumbuh sebesar 20,0% year on year (YoY) atau mencapai 150,4 triliun rupiah.

Sektor kredit yang merupakan ujung tombak utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan mampu tumbuh secara nett sebesar 6,7% year on year menjadi 91,6 triliun rupiah. Kualitas kredit yang disalurkan pun terjaga dengan baik dengan tingkat NPL alias kredit macet hanya sebesar 1,34%, terpaut cukup jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional pada posisi Mei 2021 yang mencapai 3,35%.

Selain itu, kinerja cemerlang  juga terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga. Kepercayaan besar masyarakat untuk menyimpan uang di bank bjb mendorong pertumbuhan DPK sebesar 20,9% year on year hingga mencapai 116,1 triliun rupiah.

Widi mengatakan, aplikasi mobile banking bank bjb, yakni bjb Digi juga berhasil tumbuh signifikan pada periode Desember 2020 - Juni 2021. Dalam kurun waktu tersebut, pertumbuhan user bjb Digi tercatat mencapai 121,2%. Pertumbuhan tersebut diprediksi akan terus melesat seiring dengan peningkatan fitur layanan digital banking bank bjb.

ARTIKEL LAINNYA