Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Menko Airlangga: Permintaan Domestik Berperan Besar Terhadap Perbaikan Kinerja Emiten

LAPORAN: YELAS KAPARINO
  • Rabu, 28 Juli 2021, 18:24 WIB
Menko Airlangga: Permintaan Domestik Berperan Besar Terhadap Perbaikan Kinerja Emiten
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto./Dok
  Pasar modal dan pasar saham mempunyai peran yang sangat krusial terhadap pemulihan ekonomi nasional. Optimisme yang terjaga pada seluruh emiten akan memberikan kontribusi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Berbicara dalam acara Webinar bertema “Tahun Kebangkitan Emiten” di Jakarta, kemarin, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memproyeksikan ekonomi Indonesia akan rebound pada 2021 dengan laju pertumbuhan di kisaran 3,7%-4,5%.

“Pemulihan yang tengah berlangsung di sepanjang tahun 2021 ini telah berkontribusi terhadap perbaikan kinerja emiten,” ungkap Airlangga dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (28/7).

Surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 14 bulan berturut-turut serta defisit transaksi berjalan yang terjaga dengan baik turut memperkuat resiliensi ekonomi Indonesia terhadap pandemi Covid-19.

Pada saat yang bersamaan, nilai tukar dan IHSG telah membaik dibandingkan awal pandemi tahun 2020, dimana masing-masing berada di level Rp14.493,00 per dolar AS dan 6.101 per 25 Juli 2021. Capaian ini didukung oleh optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia, tercermin dari aliran modal asing yang telah kembali masuk sebesar 1,4 miliar dolar AS sepanjang tahun 2021.

Capital inflow di sepanjang tahun 2021 telah memperkuat fundamental pasar saham, dimana kapitalisasi pasar saham tumbuh mencapai Rp7.172,00 Triliun per 21 Juli 2021. Sebanyak 26 emiten baru telah melakukan IPO di tahun 2021 sehingga turut berkontribusi memperkuat supply pasar saham. Sementara itu, basis investor yang telah tumbuh positif mencapai 5,6 juta investor telah memperkuat demand pasar saham di tengah pandemi COVID-19.

Pemerintah juga telah memberikan dukungan berupa Program Penempatan Dana dan Penjaminan Kredit untuk mendorong kinerja sektor riil, termasuk emiten di pasar modal. Diharapkan melalui kedua program tersebut, perbankan mampu meningkatkan penyaluran kredit ke sektor riil.

Tercatat, hingga 9 Juli 2021,  bank anggota Himbara (Himpunan bank milik negara), Bank Syariah dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) telah menyalurkan kredit sebesar Rp404,53 triliun.

“Momentum pemulihan ini perlu untuk kita pertahankan bersama. Perbaikan permintaan domestik akan berperan besar terhadap perbaikan kinerja emiten. Saya yakin dengan penguatan sinergi dan koordinasi yang baik antara Pemerintah dengan seluruh stakeholders hal ini dapat kita capai,” ujar Airlangga.

Airlangga berharap, momentum pemulihan ekonomi dapat segera kembali menguat. Penguatan permintaan domestik yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen Juni 2021 yang berada di level 107,4. “Diharapkan IKK tetap berada di level optimis,” ujar dia.

Di saat yang sama penguatan ini diharapkan dapat direspon oleh produsen dengan menjaga aktivitas produksinya agar tetap berada di level ekspansif, seperti yang tercermin dari Indeks PMI Manufaktur sejak November 2020.

Melalui refocusing anggaran Program PEN 2021 menjadi sebesar Rp744,75 Triliun, Pemerintah berupaya untuk mengoptimalkan program Kesehatan dan Perlindungan Sosial dalam menjaga daya beli dan meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat.

Program Insentif Usaha, dukungan UMKM dan Korporasi, serta Program Prioritas juga akan terus diberikan sebagai bagian dari Program PEN dengan tujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha, termasuk emiten yang ada di pasar modal.

Airlangga menambahkan, lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia sejak akhir Juni lalu telah mendorong Pemerintah untuk memberlakukan pembatasan yang lebih ketat pada kegiatan masyarakat. Pemantauan dan evaluasi dinamika di lapangan terus dilakukan untuk dapat memberikan respon yang optimal.

Program vaksinasi juga terus di akselerasi untuk segera mencapai tujuan herd immunity. Saat ini, jumlah suntikan yang diberikan telah mencapai 64,13 juta dosis, terdiri dari 45,5 juta dosis pertama dan 18,6 juta orang menerima dosis kedua. Pemerintah akan terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi dengan memperkuat koordinasi secara lebih intensif dengan Pemerintah Daerah.

ARTIKEL LAINNYA