Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Ekonomi RI Terengah-engah akibat Pandemi, Sandiaga Uno Ajak Generasi Milenial dan Z Berusaha

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Rabu, 28 Juli 2021, 16:00 WIB
Ekonomi RI Terengah-engah akibat Pandemi, Sandiaga Uno Ajak Generasi Milenial dan Z Berusaha
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno/Net
Momentum pandemi Covid-19 yang berdampak pada sektor perekonomian diharap, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, bisa ikut dipulihkan oleh generasi milenial dan Gen Z.

Sandiaga Uno mengatakan, dua generasi itu tidak boleh patah semangat dalam berwirausaha untuk memperluas lapangan kerja di tengah masa pandemi Covid-19.

Karena, pandemi Covid-19 telah membuat Indonesia mengalami resesi pada tahun 2020. Sehingga menurut Sandiaga Uno, untuk mengatasinya dibutuhkan peran serta masyarakat termasuk para pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di luar negeri.

"Selesai pendidikan nanti, jadilah pengusaha. Buka lapangan kerja bagi masyarakat usai pandemi nanti," kata Sandiaga Uno, dalam webinar bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia, Rabu (28/7).

Dalam kalkulasinya, Sandi menyebut jumlah generasi milenial dan generasi Z mencapai 55 persen dari total populasi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, peran serta kelompok ini sangat penting, termasuk dengan adanya acara Milenials Enterpreneur Talks 2021 yang dianggapnya strategis.

Dalam pemaparannya, Sandiaga Uno menuturkan bahwa tidak ada cerita yang serupa dialami para pengusaha ketika merintis usaha. Misalnya, seperti saat dirinya yang justru memulai usaha karena terkena PHK pada tahun 1997 silam.

"Saya dulu adalah seorang profesional yang bekerja di Singapura waktu itu. Akhirnya saya menghadapi satu kenyataan yaitu saya di-PHK. Dunia terasa gelap, tidak memiliki mata pencaharian, penghasilan lenyap dan saya harus kembali ke Indonesia," katanya.

Sekembalinya ke Indonesia, hal pertama yang terpikir oleh Sandiaga Uno ketika itu adalah melamar kerja. Namun, krisis ekonomi Asia saat itu juga merambat ke Indonesia.

Akhirnya, karena ketidakpastian dan sangat tidak mungkin untuk melamar pekerjaan, Sandiaga Uno memulai usaha di bidang keuangan.

Kantor pertama mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini adalah ruang bekas salon, yang disewa bersama dua temannya.

Dari usaha yang dimulai di bekas ruangan salon itu, usaha yang dirintisnya terus berkembang. Jatuh-bangun selama hampir 25 tahun, telah dia dirasakannya.

Namun menurut Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini, usaha tidak mengkhianati hasil. Usaha yang semula dirintis dengan tiga orang karyawan, kini berkembang dan membuka lapangan kerja bagi 30.000 orang karyawan di seluruh Indonesia.

"Berbagai bidang kami sudah geluti, mulai dari bidang keuangan, investasi, sumber daya alam, barang-barang konsumsi, infrastruktur dan berinvestasi di kesehatan dan digital teknologi," terangnya.

Dia pun mengungkapkan mottonya dalam bekerja, yakni 4 K. Yang merupakan singkatan dari Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas.

"Saya jamin, all these enterpreneur (semua pengusaha) sukses tidak dengan instan. Mereka goes through trail and turbulances (melalui hambatan dan rintangan)," pesan Sandiaga Uno menutup.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA