Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Dibedah, Buku Le Parle Covidnomics, Pemikiran 23 Tokoh Dalam Mengatasi Krisis Ekonomi Akibat Covid-19

LAPORAN: YELAS KAPARINO
  • Kamis, 22 Juli 2021, 16:07 WIB
Dibedah, Buku Le Parle Covidnomics, Pemikiran 23 Tokoh Dalam Mengatasi Krisis Ekonomi Akibat Covid-19
Acara bedah buku Pahlawan-Pahlawan Le Parle Covidnomics yang digelar BI Institute, Kamis (22/7)./Sreenshoot
Berawal dari kegelisahan dalam mencari referensi tentang wabah flu Spanyol pada 1918 yang sulit ditemukan, tercetus ide dari anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad untuk menulis buku terkait perumusan kebijakan moneter, fiskal, mikroprudensial yang tepat dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Mulai digarap bersama timnya pada awal Maret 2020, buku ini menyajikan tiga sudut pandang dalam kompilasi pemikiran yaitu, pandangan pengamat, birokrat dan politisi. Ada 23 tokoh bangsa yang pemikirannya termuat dalam buku berjudul Pahlawan-Pahlawan Le'Parle Covidnomics ini.

Diantaranya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Juga pemikiran solutif dari ekonom senior Rizal Ramli dan Faisal Basri, serta sejumlah politisi di DPR RI.    

Buku ini merangkum pandangan banyak tokoh tentang bagaimana menghadapi dan keluar dari krisis ekonomi yang melanda sebagai dampak pandemi. Mulai dari upaya mengamankan sektor riil dan daya beli, penyelamatan dunia pariwisata, hingga upaya mengurangi rumah tangga miskin.

“Ada banyak tokoh bangsa yang berpikir keras dalam upaya bersama menanggulangi Covid-19 di Indonesia. Dan saya berusaha merekam kembali pemikiran dan tindakan brilian yang lahir di era pandemi Covid-19 dari para tokoh-tokoh dalam buku ini,” kata Kamrussamad saat bedah buku tersebut yang digelar Bank Indonesia Institute secara virtual, Kamis (22/7).  

Kamrussamad berharap, kehadiran buku ini dapat menjawab keterbatasan referensi seperti peristiwa Flu Spanyol 1918. Agar ke depan tersedia literasi yang memadai bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan dalam merumuskan kebijakan keuangan negara dan industri keuangan di masa depan.

“Inilah sejarah peradaban manusia zaman pandemi Covid-19,” ujar politisi Gerindra itu.

Selain memuat pandangan para tokoh, buku ini juga membahas kondisi ketika permulaan pandemi masuk ke Indonesia. Tentang pulau khusus untuk merawat pasien Covid-19 hingga tidak ada yang kebal Covid-19.

Juga langkah-langkah yang ditempuh pemerintah dalam mengatasi dampak kesehatan, ekonomi dan sosial yang timbul. Salah satu terobosan penting adalah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Buku setebal 220 halaman ini juga  mengulas dampak ekonomi yang tidak hanya terjadi di Indonesia,  melainkan di seluruh dunia. Bahkan virus ini juga sempat diremehkan di Brazil dan beberapa negara lainnya.  

“Jadi akan banyak masyarakat dunia yang meremehkan virus ini pada awalnya, hingga akhirnya berdampak pada keseimbangan ekonomi,” tegasnya.

Ada pula contoh sukses beberapa negara yang berhasil mengatasi pandemi hingga ekonominya sudah mulai stabil.

Ratusan peserta dari GenBI hadir secara virtual saat peluncuran dan bedah buku Le’Parle Covidnomic ini. Termasuk anggota Komisi XI DPR RI  Putri Anetta Komaruddin, Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Deputi Gubenur Bank Indonesia Doni Joewono dan Kepala BI Institute Solikhin Jahro.

ARTIKEL LAINNYA