Farah.ID
Farah.ID

Airlangga Hartarto: Singapura Salah Satu Negara Mitra Ekonomi Utama Indonesia

LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Selasa, 13 Juli 2021, 21:56 WIB
Airlangga Hartarto: Singapura Salah Satu Negara Mitra Ekonomi Utama Indonesia
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat kunjungan kerja ke Singapura/Ist
Singapura adalah salah satu negara mitra ekonomi utama Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan kerja ke Singapura.

Selama dua hari Menko Airlangga juga dijadwalkan akan memimpin Pertemuan Tingkat Menteri Enam Kelompok Kerja Bilateral Singapura–Indonesia bersama Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong.

Pertemuan itu fokus membahas perkembangan kerjasama bilateral di bidang ekonomi antara kedua negara terkait investasi, transportasi, pariwisata, pembangunan Kawasan Batam-Bintan-Karimun dan Kawasan Ekonomi Khusus lainnya, tenaga kerja dan agribisnis.

“Nilai investasi ini menjadikan Singapura sebagai salah satu negara investor utama Indonesia dan ini menunjukkan kerjasama erat yang telah terjalin sangat baik antara kedua negara,” ujar Menko Airlangga, Selasa (13/7).

Diketahui, Singapura merupakan salah satu partner ekonomi utama bagi Indonesia di bidang investasi dan perdagangan.

Pada kuartal pertama tahun ini, penanaman modal asing (Foreign Direct Investment) dari Singapura mencapai 2,6 Miliar Dolar AS yang tersebar pada lebih dari 3.634 proyek.

Nilai perdagangan antar kedua negara tercatat sebesar 20,47 Miliar Dolar AS di tahun 2020 dan mencapai 10,97 Miliar Dolar AS dari awal tahun 2021 hingga Mei tahun ini.

Dalam konferensi itu, Menko Airlangga juga akan menyampaikan pemaparan terkait kerjasama internasional yang dapat dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi berdasarkan revolusi digital dan inovasi teknologi.

Airlangga juga membahas bagaimana pemerintah dapat bekerjasama dengan menggunakan teknologi dalam upaya meraih ekonomi digital untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.  

Dijelaskan Airlangga, kerjasama internasional diperlukan setelah seluruh negara di dunia berjibaku menyelesaikan penanganan Covid-19.

Airlangga juga mengulasnya pentingnya upaya memulihkan ekonomi tidak hanya di negara masing-masing, namun juga pemulihan ekonomi secara global.

Menko Airlangga juga menyampaikan inisiatif Pemerintah Indonesia dan program-program yang ingin didorong Indonesia dalam presidensi G20 pada tahun 2022.

Dijelaskan Airlangga, meski saat ini, tingkat penetrasi jaringan internet di Indonesia yang belum merata masih menjadi tantangan, Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan jaringan internet ke seluruh wilayah di Indonesia.  

Kata Airlangga, Pemerintah juga melakukan kerjasama dengan pelaku bisnis digital untuk memberikan akses seluas mungkin sehingga para pelaku UMKM dapat terintegrasi ke platform digital untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang semakin kuat.

“Upaya pemulihan ekonomi membutuhkan kerja sama dan kemitraan kuat antar negara pada tingkat bilateral, regional, dan global. Perkembangan teknologi digital akan berperan signifikan untuk menggerakkan ekonomi mulai dari sektor e-commerce hingga fintech,” ujar Menko Airlangga.

Sejumlah isu bilateral penting dibahas dalam rangkaian pertemuan bilateral tersebut.

Beberapa pembahasan itu, antara lain: perkembangan hubungan bilateral khususnya di bidang investasi dan perdagangan, persiapan Leaders’ Retreat kedua negara, persiapan Presidensi G20 tahun 2022, keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023 dan perkembangan penanganan ekonomi di masa pandemi.  

Dalam kesempatan yang sama, Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan bantuan medis dari Singapura untuk penanganan kasus Covid-19 yang meningkat beberapa minggu terakhir.

Dalam kunjungan kerja ini Menko Airlangga akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Wakil Perdana Menteri Singapura yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kebijakan Ekonomi Heng Swee Keat.

Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar itu dijadwalkan bertemu beberapa menteri, dinatarnya: Menteri Senior dan Menteri Koordinator Bidang Sosial Tharman Shanmugaratnam, Menteri Luar Negeri Dr Vivian Balakrishnan, serta Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Kedua Dalam Negeri, dan Menteri yang bertanggung jawab atas Smart Nation dan Cybersecurity Josephine Teo.

ARTIKEL LAINNYA