Farah.ID
Farah.ID

Belajar Dari Krisis 1998, Sandiaga Uno Jadikan UMKM Penyelamat Ekonomi Bangsa

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Senin, 12 Juli 2021, 20:58 WIB
Belajar Dari Krisis 1998, Sandiaga Uno Jadikan UMKM Penyelamat Ekonomi Bangsa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno/Net
Ekonomi kreatif dinilai bisa menjadi katalisator pemulihan ekonomi di berbagai sektor yang terdampak pandemi Covid-19.

Berkaca dari catatan pengalaman Indonesia di saat krisis moneter pada tahun 1998, UMKM menjadi penyelamat ekonomi bangsa.

Merujuk pada hal itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengajak komunitas Gemawira untuk berkolaborasi dalam aksi nyata penyelamatan ekonomi bangsa melalui pengembangan UMKM.

"Saya ingin mengajak berkolaborasi dan beraksi, atau kita sebut kolaborasi. Kita semua berdoa agar pandemi segera dicabut oleh Allah dari muka bumi," kata Sandiaga dalam keterangannya, Senin (12/7).

Sandiaga mengakui pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia telah menekan perekonomian bangsa. Ekonomi Indonesia, khususnya Pendapatan Domestik Bruto (PDB) mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Di sisi lain, sejumlah subsektor ekonomi kreatif, seperti kuliner, fesyen dan kerajinan tangan mengalami peningkatan.

"Saya melihat ini adalah tantangan, karena ada peningkatan dari sektor ekonomi kreatif seperti kuliner, fesyen dan kriya ini masih mendominasi, sementara sektor lain seperti aplikasi dan game juga meningkat," kata Sandiaga.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini pun mengajak komunitas Gemawira untuk turut serta dalam berbagai program yang tengah diusung Kemenparekraf dalam pengembangan UMKM nasional.

Khususnya, program UMKM Go Digital yang bertujuan agar para pelaku UMKM bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk pengembangan usaha. Bukan hanya berjualan online, namun mampu menciptakan konten-konten kreatif ke depan.

"Targetnya pada tahun 2021, semakin kita tingkatkan. Pada tahun 2020 terlampaui, targetnya adalah 10 juta UMKM, Alhamdulillah yang on boarding digital itu 11,7 juta UMKM," jelasnya.

"Di 2021 saya harapkan bisa meningkatkan 17,8 juta, pertambahannya dari 2022 menjadi 23,9 juta, 2023 menjadi 30 juta. Apalagi diketahui 50 persen UMKM adalah merupakan para pelaku usaha mikro," imbuhnya.

Program selanjutnya yaitu Bedakan atau Bedah Desain Kemasan. Pelatihan tersebut turut serta menggandeng Asosiasi Desain Grafis yang meliputi pengembangan kemasan.

"Banyak yang sudah jago masak, tapi kemasannya harus ditingkatkan. Oleh karena itu, kami mendorong program Bedakan," terang Sandiaga.

Setelah itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga menyiapkan program Berderai atau Bedah Gerai Kuliner. Fungsinya adalah untuk meningkatkan fungsi penyajian, fungsi kesehatan dan fungsi promosi.

Tidak lupa, Sandiaga juga membuat program pelatihan photography. Para pelaku UMKM bisa menguasai teknik photography untuk mempromosikan produknya.

"Peningkatan digital marketing ini akan sangat didukung dengan pengetahuan kita mengambil gambar-gambar yang bagus, video yang epik dan bagaimana menggabungkan dengan lagu-lagu yang menarik, tapi sesuai dengan hak kekayaan intelektual," pungkasnya.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA