Farah.ID
Farah.ID

Terkait Investasi Baru di KEK Sumut, Unilever: Masih Tahap Penjajakan

LAPORAN: TUTI NURKHOMARIYAH
  • Jumat, 11 Juni 2021, 10:03 WIB
Terkait Investasi Baru di KEK Sumut, Unilever: Masih Tahap Penjajakan
PT Unilever Indonesia./Repro
Dalam beberapa hari belakangan beredar kabar yang menyebutkan bahwa Unilever Plc, perusahaan induk multinasional yang dikenal luas sebagai produsen fast-moving consumer goods (FCMG) nomor wahid, menyuntikkan investasi baru senilai 175.4 miliar dolar AS (atau sekitar Rp. 2.5 triliun) ke Indonesia.

Kabar yang disebut-sebut dikeluarkan oleh Direktur Keuangan PT Unilever Indonesia, Arif Hudaya, itu menyebutkan bahwa Unilever akan membangun pabrik oleochemical di KEK Sei Mangke, Sumatera Utara. Pabrik tersebut diwartakan dapat menyerap 600 tenaga kerja dan membuka 6000 lapangan kerja lainnya secara tidak langsung.

Informasi tersebut, jika sahih, tentu dapat menjadi mood booster publik Indonesia yang saat ini lebih sering membaca kurang menggembirakan seperti lonjakan kasus Covid-19, sengkarut investasi dana haji dan rencana pemberlakukan pajak sembako.

Apalagi, di hari yang sama, Selasa (8/6), dengan beredarnya kabar tersebut, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengeluhkan sulitnya menjual KEK kepada investor. Salah satu penyebab KEK tak laku, kata Bahlil, adalah karena mahalnya harga tanah.

“Kenapa kawasan industri kita nggak laku?…..karena kawasan industri kita bukan kawasan industri untuk bangun produk lebih efisien tapi sudah jadi kawasan industri tanah,” ungkapnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI.

Anehnya, sebagian media online yang sempat menulis berita mengenai investasi Unilever Plc di KEK Sei Mangke kemudian menghapus beritanya. Meski demikian, berita tersebut masih bisa diakses di sebagian situs berita lainnya serta di situs kantor berita internasional.

Untuk menjernihkan kebenaran kabar tersebut, Kantor Berita Politik RMOL menghubungi Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Reski Damayanti , pada Kamis (10/6).

"Perlu kami sampaikan bahwa diskusi masih berada pada tahap penjajakan awal," ujar Reski dalam klarifikasi tertulis melalui WhatsApp.

Beredarnya kabar mengenai suntikan investasi baru itu disinyalir menyeruak dari pertemuan Unilever dengan Menteri Koordinator Perekonomian pada Senin (7/6) lalu.

Pertemuan tersebut mendiskusikan bisnis Unilever di Indonesia dan rencana pemulihan ekonomi pasca pandemi. Kedua belah pihak juga membicarakan potensi investasi dari Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.  

Dalam pandangan Unilever, kehadiran UOI di KEK Sei Mangkei telah memberikan dampak ekonomi yang cukup luas, termasuk pada wilayah luar kawasan, khususnya untuk industri mikro.

“Meski demikian, (terkait potensi investasi itu) belum ada keputusan yang diambil mengenai langkah selanjutnya,” pungkasnya.

ARTIKEL LAINNYA