Farah.ID
Farah.ID

Kopi Perempuan Tani, Wadah Untuk Gerakan Ekonomi Dan Ajang Pertemuan Diskusi Pertanian

LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 10 Juni 2021, 18:12 WIB
Kopi Perempuan Tani, Wadah Untuk Gerakan Ekonomi Dan Ajang Pertemuan Diskusi Pertanian
Dian Novita Susanto, Founder Kopi Perempuan Tan, menyiapkan wadah Gerakan Ekonomi/Net
Pandemi Covid-19 telah membuat banyak orang kehilangan lapangan pekerjaan. Hal ini akhirnya mengancam pertumbuhan ekonomi. Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) pun tak luput dari dampak ini.
 
Dalam upaya bersama menghadapi situasi yang tidak menguntungkan ini, Perempuan Tani HKTI hadir  memberi kontribusi untuk terwujudnya kesadaran Indonesia sejahtera dengan membuka Kopi Perempuan Tani.
 
Dian Novita Susanto, Founder Kopi Perempuan Tani, mengungkapkan, perlunya tempat bagi pelaku usaha-usaha pertanian khususnya dan usaha-usaha lain pada umumnya.

“Perempuan Tani berpikir keras agar kehadirannya bisa lebih bermanfaat dan dirasakan lansung bagi masyarakat, salah satunya dengan membuka Kopi Perempuan Tani,” kata Dian Novita Susanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (10/6).

Selain sebagai ajang promosi, Kopi Perempuan Tani sekaligus akan menjadi  tempat transaksi bisnis produk- produk yang dihasilkan para petani di seluruh Indonesia, ujar Dian.  

Grand opening Kopi Perempuan Tani akan diselenggarakan pada 12 Juni 2021. Diharapkan tempat ini akan menjadi konsep Kopi Perempuan Tani yang pada intinya dibuat untuk memberikan tempat bagi pelaku usaha-usaha pertanian khususnya dan usaha-usaha lain pada umumnya.

Tempat ini juga kelak bukan hanya sebagai tempat hangout namun menjadi tempat diskusi yang representatif untuk bertukar pikiran, dalam pengembangan usaha. Sangat cocok untuk kaula muda pelaku enterprunership.

“Kopi Perempuan Tani sebagai wadah gerakan ekonomi juga akan mendistribusikan keuntungan sebanyak 5 persen untuk membantu para petani dan pelaku UMKM,” tambah Magister Ilmu Politik ini.

Kopi Perempuan Tani juga memberikan  kemudahan akses dan dukungan financial dengan melibatkan lembaga-lembaga keuangan dan perbankan.

“Untuk itu Kopi Perempuan Tani juga memberikan dukungan kepada setiap pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem yang terbentuk, bekerjasama dengan ke pihak-pihak Perbankan,” terang Dian yang juga merupakan Ketua Umum Perempuan Tani HKTI.
 
Untuk mewujudkan itu semua, perlu dukungan berbagai pihak. Ttak terkecuali Pemerintah, baik pusat maupun daerah dengan memberikan kemudahan-kemudahan bagi pelaku usaha di tengah kondisi pandemi ini. Dukungan itu seperti perizinan,  sertifikasi,  uji  kelayakan,  pelatihan  dan pendidikan.
 
Dengan kehadiran Kopi Perempuan Tani, lebih jauh harapannya adalah semua usaha pertanian dan UKM yang terlibat di dalamnya tentunya akan semakin punya peluang untuk bisa maju dan berkembang,  tidak hanya didalam negeri tetapi juga mancanegara.

Bagi Perempuan Tani HKTI, tentunya ini tidak hanya soal bisinis, soal untung rugi tapi jauh lebih besar dari itu adalah bagaimana memberikan bantuan kepada masyarakat, dan bermanfaat untuk bangsa dan negara.
 
Dian berpesan, keberadaan organisasi ini diharapkan tidak hanya memberikan gagasan-gagasan yang terbaik bagi kemajuan bangsa, lebih dari itu gagasan-gagasan yang dilahirkan diharapkan menjadi sebuah aksi atau gerakan bersama dengan komponen anak bangsa lainnya.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA