Farah.ID
Farah.ID

Bahlil Janji Sulap Kawasan Lebak Menjadi Mirip KIT Batang

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Selasa, 11 Mei 2021, 03:56 WIB
Bahlil Janji Sulap Kawasan Lebak Menjadi Mirip KIT Batang
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia/Net
Wilayah Lebak, Banten dilirik oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, untuk dijadikan satu kawasan industri terpadu (KIT).

Mantan Ketua Himpunan Pengusan Muda Indonesia (Hipmi) ini berjanji kepada warga setempat untuk membuat satu perencanaan pengembangan kawasan ekonomi di Lebak.

Hal itu dia sampaikan saat mengunjungi wilayah rencana pembangunan pintu tol Cileles di jalan tol Serang-Panimbang, serta wilayah yang berpotensi menjadi kawasan industri terpadu di Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (8/5).

Bahlil mengaku sangat memberikan perhatian khusus pada pengembangan ekonomi di provinsi paling barat Pulau Jawa ini. Seperti di wilayah Kabupaten Batang dengan unggulan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, yang akan menjadi rujukan perencanaan kawasan serupa di Kabupaten Lebak.

Pasalnya dia menuturkan, terdapat tanah seluas 3.000 hektare di Kawasan Industri Cileles yang ‘clean and clear’, sehingga siap dikembangkan untuk menarik investor. Lokasi tersebut terletak 300 meter dari rencana pintu tol Cileles dan 6 kilometer dari rencana pintu tol Bojong.

"Konektivitas antara Jakarta-Cilegon-Rangkasbitung di wilayah Banten ini. Adanya kawasan industri di sini akan meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah Lebak, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memberdayakan pelaku usaha sekitar,” komentar Bahlil saat kunjungan.

Menurut Bahlil, Kementerian Investasi/BKPM tidak hanya memiliki kewajiban untuk memfasilitasi investor yang akan berusaha di Indonesia, namun juga mendorong infrastruktur dan fasilitas pendukung investasi di daerah.

Banyaknya kawasan industri di Indonesia. menurutnya bakal menambah pilihan bagi investor, serta meningkatkan daya saing Indonesia dibanding negara lain.

“Kami akan buat masterplan pengembangan Kawasan Indudtri Terpadu di Lebak. Akan didorong seperti KIT Batang. Akses dekat pintu tol Bojong (Serang-Panimbang Fase 2) selesai 2023,” imbuh Bahlil.

Disamping itu, Bahlil juga melihat peluang pengembangan proyek percontohan perikanan, terutama ikan patin, menggunakan teknologi bisa dimulai di Lebak. Konsepnya akan memberdayakan masyarakat sekitar dengan sistem plasma inti dengan lahan yang tersedia sebesar 13 hektare.

Mulyadi Jayabaya yang juga mantan Bupati Lebak 2003-2013 menyampaikan bahwa dalam pengalamannya mengelola Kabupaten Lebak, terdapat beberapa sektor investasi yang berpotensi untuk dikembangkan, seperti perumahan pemukiman, perkebunan dan kawasan industri.

“Kami senang Bapak Menteri berkunjung ke Lebak lihat potensi-potensi usaha yang ada di sini. Supaya Pak Menteri ingat selalu ke Lebak. Ada potensi kawasan industri di Cileles seluas 3000 hektar," ungkap Mulyadi dalam kesempatan yang sama.

"Tadi juga saya bawa ke Sentra Patin. Peluangnya bagus, potensinya produksi sampai 700 ton dalam satu bulan. Kita juga akan lakukan pembinaan kepada petani. Kita berikan pendidikan dasarnya supaya jalan,” dambungnya menambahkan.

Provinsi Banten berada pada peringkat keempat lokasi tujuan investasi terbesar pada triwulan I 2021 dengan nilai investasi Rp14,8 triliun. Nilai tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7,0 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp7,8 triliun.

Sepanjang periode 2016-Triwulan I 2021, realisasi investasi di Kabupaten Lebak sebesar Rp7,5 triliun. Nilai ini berada pada posisi 7 dari 8 kabupaten/kota di Provinsi Banten.

Tiga besar realisasi investasi di Provinsi Banten berada di Kabupaten Tangerang (Rp87,27 triliun); Kota Cilegon (Rp84,33 triliun); dan Kabupaten Serang (Rp37,99).
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA