Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Dorong Pemulihan Ekonomi Bali, BTN Gelar Akad KPR Massal

OLEH: YELAS KAPARINO
  • Kamis, 29 April 2021, 22:20 WIB
Dorong Pemulihan Ekonomi Bali, BTN Gelar Akad KPR Massal
Akad KPR massal Bank BTN di Tabanan, Bali, Kamis (29/4). Dok
. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar akad KPR massal di wilayah Tabanan, Denpasar, Bali. Ini menjadi salah satu momentum untuk mendukung pemulihan ekonomi Bali.

Wakil Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan akad KPR massal ini adalah kelanjutan dari kegiatan serupa yang sudah dilakukan di beberapa tempat di wilayah Jakarta dan akan terus dilakukan dalam memenuhi kebutuhan rumah masyarakat.

"Kampanye akad kredit ini kami lakukan agar percepatan kebutuhan rumah dapat dengan cepat terjawab dan Bali menjadi salah satu fokus untuk bagaimana dengan kegiatan akad massal ini setidaknya berdampak pada ekonomi Bali," katanya di Tabanan, Denpasar, Bali, Kamis (29/4).

Dikatakan Nixon, pada bulan April ini, akad KPR massal digelar Bank BTN untuk 15.500 calon debitur di seluruh Indonesia. Puncak acaranya diselenggarakan di Tabanan Bali. Adapun nilai kredit dari akad KPR massal itu mencapai sekitar Rp 2.5 triliun

"Jadi pada hari yang sama di Tabanan dan di seluruh kantor cabang Bank BTN di Indonesia dilakukan secara serentak akad massal KPR ini," terangnya.

Setelah Bali, kampanye akad KPR massal akan diselenggarakan pada beberapa wilayah yang saat ini sedang didata kesiapannya untuk dapat dilakukan secara serentak.

Satu hal menarik dalam akad KPR  massal ini adalah, sudah mulai digunakan kompor induksi pada unit rumah yang direalisasikan oleh Bank BTN. Langkah ini dalam upaya mendukung kemandirian energi nasional melalui Gerakan 1 Juta Kompor Induksi.

Nixon menjelaskan pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menginisiasi Gerakan 1 Juta Kompor Induksi untuk mewujudkan cita-cita kemandirian energi nasional.

"Bank BTN bersinergi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mendukung program tersebut," tuturnya.

Lebih lanjut, penyediaan kompor listrik di hunian-hunian yang dibiayai Bank BTN sejalan dengan misi perseroan menghadirkan rumah yang aman dan nyaman. Sebab, penggunaan kompor induksi lebih murah dibandingkan kompor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan lebih aman.

Misi penggunaan kompor induksi di permukiman ini sangat bagus selain bersifat nasional, masyarakat juga banyak diuntungkan dengan keberadaan kompor induksi tersebut.

Sebelumnya, penggunaan kompor induksi telah dilakukan Bank BTN di perumahan subsidi di kawasan Tangerang.

Lebih dari 3.000 hunian subsidi akan menggunakan kompor induksi. Beberapa pengembang KPR non subsidi juga telah menyatakan dukungan penggunaan kompor induksi seperti proyek TOD milik PT Adhi Commuter Properti, PT Agung Podomoro Land Tbk., PT Adhi Persada Properti, Perum Perumnas, dan PT Wijaya Karya Realty.

Hingga Maret 2021, KPR Subsidi Bank BTN tercatat naik 9,04% yoy menjadi Rp122,96 triliun per kuartal I/2021. KPR Non Subsidi juga mulai menunjukkan peningkatan di level 0,2% yoy menjadi Rp80,15 triliun pada akhir Maret 2021.

Secara total, pertumbuhan kredit di segmen perumahan tumbuh sebesar 3,23% yoy menjadi Rp236,57 triliun.

ARTIKEL LAINNYA