Pengusaha Dari Denpasar, Tertarik Bisnis Jamur Gara-gara Harganya Yang Wow Sekali

Roni dengan puluhan baglog di dalam kumbung/Ist

Ketertarikannya pada usaha budidaya jamur dimulai ketika mengetahui harga jamur di wilayah tempat tinggalnya begitu tinggi. Maka, ia pun mulai mencari tahu seluk beluk jamur dan cara membudidayakanya.

"Awal mengenal jamur tahun 2011. Waktu itu jamur segar, se-ons harganya tinggi, wow sekali. Saya lalu browsing cari tahu, dari situ ingin membudidayakan jamur," ujar Faiq Zaeroni pemilik Rumah Jamur Monang maning, Denpasar, dalam acara Jendela Usaha yang diselenggarakan Kantor Berita Republik Merdeka Online, Rabu (3/3).  

Ketika itu, belum ada pembudidaya jamur di Denpasar. Peluang itulah yang coba dijajaki lulusan D3 Pariwista ini. Di sela waktunya sebagai tenaga marketing di sebuah perusahaan, Roni, begitu ia akrab disapa, mulai menggeluti usaha ini.

Di awal-awal memulai, Roni mencari lokasi untuk kumbung atau rumah jamur, tempat untuk merawat baglog (media tanam jamur).

Kemudian melalui seorang kenalannya, dia bisa membeli baglog sebanyak 500 buah dengan harga Rp 2.500 per baglog ketika itu.

"Kebetulan ada lahan 2 x 3 meter yang bisa dijadikan kumbung. Lahan seluas itu cukup untuk merawat 500 baglog," katanya.

Baglog diletakkan secara tersusun dalam rak-rak. Setiap ruas rak biasanya mampu menyimpan puluhan baglog.  Banyaknya rak sendiri disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.

Budidaya jamur di Bali, utamanya Denpasar, cukup menjanjikan. Seiring waktu, beberapa pembudidaya jamur mulai bermunculan di Denpasar. Ini yang membuat Roni semakin bersemangat lagi. Targetnya ketika itu, modal yang sudah dia keluarkan harus kembali dalam waktu yang relatif singkat. Ternyata hanya dalam waktu 28 hari modalnya kembali. Maka, Roni pun semakin terpacu untuk meluaskan usahanya.

Selain browsing di internet, Roni juga rajin terlibat dalam kelompok-kelompok usaha. Ia belajar dari para senior dari berbagai daerah dan terlibat dalam setiap acara diskusi budidaya jamur. Ia mengakui, kemunitas seperti itu sangat membantu menambah wawasan dan jaringan sehingga ia dapat mengembangkan usahanya.  

Mengenai suhu udara Denpasar yang panas sementara budidaya jamur membutuhkan udara yang sejuk, Roni mengakui bahwa semua bisa dilakukan dengan teknik sendiri.

"Kita menciptakan kumbung yang sesuai. Sistem kumbung, membuat iklimnya sendiri. Saya buat lantainya dari tanah agar tetap lembab dan bisa menyerap air siraman jamur."

Kumbung juga harus bersih dan dikosongkan beberapa hari sebelum baglog dimasukan dalam kumbung dan disusun dalam rak.

Roni bersama beberapa orang karyawannya mampu memproduksi lebih dari 500 baglog setiap hari. Namun, saat ini baglog yang dibuatnya kebanyakan untuk dijual.

"Karena keterbatasan lahan, jadi fokus saya saat ini adalah menjual baglog-badlog itu untuk para pembudidaya jamur di lokasi lain. Sisanya, barulah saya simpan sendiri, untuk saya rawat sampai saatnya panen," kata Roni.

Roni juga mulai mengembangkan bisnis kuliner olahan jamur. Menurutnya, bisnis kulinef olahan jamur lebih menghasilkan sampai empat kali lipat dibandingkan menjual jamurnya itu sendiri.

"Menu dan resepnya saya cari tau juga dari browsing. Ujicoba berkali-kali sampai mendapatkan rasa yang pas. Jamur nikmat sekali dijadikan camilan kripik, nuget, sate, somay, dan lain-lain," katanya.

Untuk yang penasaran dengan usaha Roni, bisa meluncur ke akun Instagramnya di @rumah_jamur_bali.

Untuk yang kebetulan sedang jalan-jalan ke Denpasar, bisa mampir ke Rumah Jamur Monang maning  di Jalan Puraluhur Sandat 1, Monang maning, Denpasar Barat.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Upaya Mendorong Pertumbuhan Ekonomi RI, Sandi Harap Vaksinasi Bisa Diikuti Seluruh Pelaku Usaha Sektor Pariwisata
Ekbis

Upaya Mendorong Pertumbuhan ..

19 April 2021 21:50
Optimis Pemulihan Ekonomi Semakin Baik, Airlangga: Pertumbuhan Belanja Nasional Bulan April Naik Cukup Besar
Ekbis

Optimis Pemulihan Ekonomi Se..

19 April 2021 21:05
Program Pengungkit Ekonomi Jelang Idul Fitri Siap Digelontorkan, Airlangga: Tinggal Bansos Beras Sedang Pematangan
Ekbis

Program Pengungkit Ekonomi J..

19 April 2021 20:54
Microsoft Gelontorkan Rp 14,5 Triliun Untuk Buat Pusat  Data Di Malaysia
Ekbis

Microsoft Gelontorkan Rp 14,..

19 April 2021 16:22
Pacu Realisasi Kredit, Kacab BTN Bogor Akad Massal 600 Unit KPR
Ekbis

Pacu Realisasi Kredit, Kacab..

19 April 2021 03:31
Arsjad Rasjid: Indonesia Perlu Perbanyak Jumlah Pengusaha
Ekbis

Arsjad Rasjid: Indonesia Per..

17 April 2021 20:57
Gaduh Soal Diskriminasi Impor Gula, Menteri Agus Disarankan Buka Dialog
Ekbis

Gaduh Soal Diskriminasi Impo..

17 April 2021 13:20
Meski Surplus, Volume Perdagangan Lebih Rendah Dari Nilai Komoditas
Ekbis

Meski Surplus, Volume Perdag..

16 April 2021 22:45