Korsel Luncurkan Stimulus Tambahan Rp 190 Triliun Untuk Usaha Kecil

Korea Selatan luncurkan stimulus tambahan untuk usaha kecil/Net

Korea Selatan sedang menyusun anggaran sebesar 15 triliun won atau setara dengan Rp 190 triliun (Rp 12/won) untuk menambah stimulus bagi bisnis kecil di tengah krisis pandemi Covid-19.

Kementerian Keuangan pada Selasa (2/3) mengumumkan, total pengeluaran pemerintah akan meningkat mencapai rekor 573  triliun won untuk tahun ini. Artinya naik 11,9 persen dari tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pendapatan pajak diperkirakan hanya akan tumbuh sebesar 0,3 persen. Akibatnya rasio utang terhadap PDB sebesar 8,4 poin presentase menjadi rekor 48,2 persen pada tahun ini, jika dibandingkan 43,9 persen pada 2020.

"Kami ingin memastikan tidak ada titik buta yang tersisa ketika menggunakan dana dukungan (untuk usaha kecil), dibandingkan dengan bagaimana kita membelanjakannya sebelumnya," ujar wakil menteri keuangan untuk anggaran, Ahn Do Geol.

Pengumuman stimulus tambahan itu muncul setelah pemerintah mengatakan akan memperpanjang aturan pemberlakuan jarak sosial selama dua pekan secara nasional. Aturan termasuk larangan pertemuan lebih dari empat orang.

Tahun lalu, pemerintah juga telah mengeluarkan stimulus sebesar 310 triliun won, ketika ekonomi menyusut 1 persen, rekor sejak  1998.

Selain dana anggaran tambahan, 4,5 triliun won akan dialokasikan untuk dana pemeliharaan pekerjaan dan subsidi perawatan anak dari anggaran yang ada.

Lebih dari setengah anggaran ekstra akan memberikan bantuan tunai kepada toko-toko dan pegawai yang diberhentikan. Sementara 4,1 triliun won lainnya akan digunakan untuk fasilitas perawatan virus dan pembelian vaksin.

Untuk membiayai stimulus tambahan, Kementerian Keuangan akan meningkatkan penerbitan obligasi negara sebesar 9,9 triliun won dan menyusun kembali rencana pengeluaran lainnya untuk menutupi sisanya.

Sementara itu, banyak pihak juga mendesak agar konglomerat berbagi sebagian dari keuntungan mereka dengan bisnis kecil.

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Upaya Mendorong Pertumbuhan Ekonomi RI, Sandi Harap Vaksinasi Bisa Diikuti Seluruh Pelaku Usaha Sektor Pariwisata
Ekbis

Upaya Mendorong Pertumbuhan ..

19 April 2021 21:50
Optimis Pemulihan Ekonomi Semakin Baik, Airlangga: Pertumbuhan Belanja Nasional Bulan April Naik Cukup Besar
Ekbis

Optimis Pemulihan Ekonomi Se..

19 April 2021 21:05
Program Pengungkit Ekonomi Jelang Idul Fitri Siap Digelontorkan, Airlangga: Tinggal Bansos Beras Sedang Pematangan
Ekbis

Program Pengungkit Ekonomi J..

19 April 2021 20:54
Microsoft Gelontorkan Rp 14,5 Triliun Untuk Buat Pusat  Data Di Malaysia
Ekbis

Microsoft Gelontorkan Rp 14,..

19 April 2021 16:22
Pacu Realisasi Kredit, Kacab BTN Bogor Akad Massal 600 Unit KPR
Ekbis

Pacu Realisasi Kredit, Kacab..

19 April 2021 03:31
Arsjad Rasjid: Indonesia Perlu Perbanyak Jumlah Pengusaha
Ekbis

Arsjad Rasjid: Indonesia Per..

17 April 2021 20:57
Gaduh Soal Diskriminasi Impor Gula, Menteri Agus Disarankan Buka Dialog
Ekbis

Gaduh Soal Diskriminasi Impo..

17 April 2021 13:20
Meski Surplus, Volume Perdagangan Lebih Rendah Dari Nilai Komoditas
Ekbis

Meski Surplus, Volume Perdag..

16 April 2021 22:45