Transformasi Digital Hingga GVC Jadi Tantangan Pemulihan Ekonomi Indonesia

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Luar Negeri, Shinta Kamdani dalam International Conference on Covid-19 Pandemic (ICCP) pada 25 Februari 2021/Repro

Selain situasi pandemi Covid-19, tranformasi digital dan perubahan rantai nilai global atau global value chain (GVC) menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk mencapai pemulihan ekonomi pada 2021.

Jika pandemi tidak terkontrol, maka akan muncul ketidakpastian produksi, terlambatnya relasisasi investasi, hingga ketidakstabilan pertumbuhan konsumsi. Untuk itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Luar Negeri, Shinta Kamdani mengatakan, program vaksinasi sangat penting untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kawanan.

Di samping tantangan untuk mengontrol pandemi, pemulihan ekonomi juga dihadapkan pada pesatnya transformasi digital. Di mana digitalisasi proses bisnis bukan lagi sebuah pilihan, merupakan keharusan.

Alhasil, hal tersebut membutuhkan investasi modal untuk mencukupi lapangan pekerjaan dan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja yang terampil.

"Kita tentu sudah melihat pergeseran kebutuhan pekerjaan di bidang sektor IT," ujarnya dalam konferensi internasional yang digelar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Padjajaran (Unpad) pada Kamis (25/2).

Selain itu, perubahan ekonomi global dapat menjadi faktor yang mempengaruhi pemulihan ekonomi Indonesia.

"Seperti yang kita tahu, Indonesia masih sangat bergantung pada impor dari negara lain. Dengan pandemi, kita sangat terpengaruh. Jadi kita harus mulai belajar untuk melakukan diversifikasi," tambahnya, seraya mengatakan Indonesia harus mulai mengembangkan industri dalam negeri.

Dengan situasi tersebut, Shinta mengatakan reformasi struktural perlu terus dilakukan.

IKA Unpad menggelar International Conference on Covid-19 Pandemic (ICCP) selama tiga hari dengan tema "Tackling The Covid-19 Pandemic: Health, Economic, Diplomacy and Social Perspectives".

Hari ketiga konferensi mengambil tema seputar penanganan ekonomi sebagai dampak Covid-19. Selain Shinta, narasumber dalam konferensi ini termasuk Ketua Kadin Rosan Roeslani dan Presiden Islamic Chamber of Commerce, Industry and Agriculture (ICCIA) Abdullah Saleh Kamel.

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Upaya Mendorong Pertumbuhan Ekonomi RI, Sandi Harap Vaksinasi Bisa Diikuti Seluruh Pelaku Usaha Sektor Pariwisata
Ekbis

Upaya Mendorong Pertumbuhan ..

19 April 2021 21:50
Optimis Pemulihan Ekonomi Semakin Baik, Airlangga: Pertumbuhan Belanja Nasional Bulan April Naik Cukup Besar
Ekbis

Optimis Pemulihan Ekonomi Se..

19 April 2021 21:05
Program Pengungkit Ekonomi Jelang Idul Fitri Siap Digelontorkan, Airlangga: Tinggal Bansos Beras Sedang Pematangan
Ekbis

Program Pengungkit Ekonomi J..

19 April 2021 20:54
Microsoft Gelontorkan Rp 14,5 Triliun Untuk Buat Pusat  Data Di Malaysia
Ekbis

Microsoft Gelontorkan Rp 14,..

19 April 2021 16:22
Pacu Realisasi Kredit, Kacab BTN Bogor Akad Massal 600 Unit KPR
Ekbis

Pacu Realisasi Kredit, Kacab..

19 April 2021 03:31
Arsjad Rasjid: Indonesia Perlu Perbanyak Jumlah Pengusaha
Ekbis

Arsjad Rasjid: Indonesia Per..

17 April 2021 20:57
Gaduh Soal Diskriminasi Impor Gula, Menteri Agus Disarankan Buka Dialog
Ekbis

Gaduh Soal Diskriminasi Impo..

17 April 2021 13:20
Meski Surplus, Volume Perdagangan Lebih Rendah Dari Nilai Komoditas
Ekbis

Meski Surplus, Volume Perdag..

16 April 2021 22:45