Tempe Instan, Cara Mudah Memproduksi Olahan Sendiri

Tempe Instan/Net

Membuat tempe sekarang ini tidak sesulit dulu lagi. Setidaknya, menurut Nurhayati Nirmalasari, pengusaha pengolahan tempe, ada cara yang lebih praktis bagi yang ingin belajar membuat tempe sendiri dan hasilnya pun memuaskan.

"Kita cukup menyiapkan bahannya saja. Lalu kita kirimkan bahan itu ke pabrikan pengolah tempe terbaik," kata wanita yang akrab disapa Nungki ini.

Menurut Nungki cara itu pula yang ia tempuh diawal memulai usahanya. Nungki 'menitip' bahan baku tempe yaitu kedelai ke pabrikan itu, dan ikut mengawasi pengolahannya.

Nungki yang semula tidak pernah berpikir untuk menjadi pengusaha tempe ini mengatakan, produksi tempenya itu akhirnya semakin meluas dan disukai. Permintaan pun mengalir dari berbagai kota bahkan ke luar negeri.

"Sayangnya, ada yang disebut dengan jamur tempe. Membuat tempe tidak bisa bertahan lama. Jadi tidak bisa dikirimkan via ekspedisi selama 2 �" 3 hari," kata alumni Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini, dalam acara diskusi virtual yang diselenggarakan Kantor Berita republik Merdeka, Rabu (13/1).

Selain itu, muncul banyak permintaan untuk membantu membuat tempe sendiri. Akhirnya Nungki pun berinovasi dengan menciptakan produk tempe instant.

"Tempe instant itu tempe yang dibuat sendiri oleh pelanggan di rumah. Caranya cukup mudah, membuat tempe sendiri di rumah dengan proses yang lebih cepat.

"Kalau membuat tempe di pabrik, dari kedelai menjadi tempe, butuh  3 hari. Kalau membuat sendiri, prosesnya 1 harinya," katanya sambil menyebutkan beberapa proses yang harus dilalui seperti 2 kali perendaman, perebusan, pengelupasan kulit, juga  pengasaman.

"Jadi buat yang mau belajar bikin tempe, sekarang jauh lebih mudah. Saya menyiapkan bahan bakunya bernama tempe instans. Rasanya tetap sama seperti tempe hasil pabrikan," katanya.

Lalu bagaimana memasarkan produk tempe itu?

Nunik mengisahkan, dulu ia menawarkan tempe produksinya ke pasar-pasar tradisional. Kemudian merambah ke pasar modern, ke usaha-usaha catering, dan juga ke rumah sakit. Tempe produksinya menjadi andalan karena terdiri dari bahan-bahan organik yang tentunya non GMO (tidak mengandung rekayasa genetik).  

"Semuanya karena adanya semangat dan kerja sama, juga selalu belajar dari teman-teman yang lebih berpengalaman," kata Nungki.  

Menyadari tempe produksinya tidak selalu laku di pasar, Nungki lagi-lagi kembali melakukan inovasi agar tempe tersebut tidak menjadi busuk dan dibuang percuma. Dia pun belajar mengolahnya sehingga menjadi penganan siap santap.

"Ya macam-macam saya buat, ada keripik tempe, frozen food tempe, dan pernah juga bikin brownies tempe. Semua agar bisa menyelamatkan tempe yang usinya tidak bisa terlalau lama."

Nungki bersyukur karena olahan tempe yang dia beri label Attempe Chips juga mendapat tempat di hati mayarakat.

"Jadi untuk yang ingin mencoba membuat tempe, kemudian pelan-pelan belajar usaha tempe, mungkin bisa mencoba dulu dengan produk tempe instan di rumah," tutupnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

BPS: Pandemi Covid-19 Masih Bayang-bayangi Perekonomian Tanah Air
Ekbis

BPS: Pandemi Covid-19 Masih ..

01 Maret 2021 14:43
BPS Catatkan Inflasi Februari 2021 Sebesar 0,10 Persen, Kota Mamuju Paling Tinggi
Ekbis

BPS Catatkan Inflasi Februar..

01 Maret 2021 14:15
Kurang Berkembang, Teten Masduki Minta Industri Besar Gandeng UMKM
Ekbis

Kurang Berkembang, Teten Mas..

01 Maret 2021 03:26
Lebih Mudah Dan Praktis, Daftar bjb DIGI Bisa Melalui ATM
Ekbis

Lebih Mudah Dan Praktis, Daf..

28 Februari 2021 22:08
Vaksinasi Gotong Royong: Pro-Kontra, Kebingungan, Makelar, Geopolitik
Ekbis

Vaksinasi Gotong Royong: Pro..

28 Februari 2021 12:30
Lewat Surat Untuk Investor, Warren Buffett Akui Salah Perhitungan Ketika Akusisi Precision
Ekbis

Lewat Surat Untuk Investor, ..

28 Februari 2021 09:47
Bandara Purbalingga Segera Beroperasi, Sudah 2 Maskapai Tertarik Buka Rute
Ekbis

Bandara Purbalingga Segera B..

28 Februari 2021 05:35
Bayar Pajak Kendaran Otomatis, Lebih Praktis Dengan bjb T-Samsat
Ekbis

Bayar Pajak Kendaran Otomati..

27 Februari 2021 20:07