Tidak Tergantung Dengan Kedelai, Pengusaha Ini Sukses Dengan Bisnis Tempe Koro Dan Kacang Hijau

Tempe produksi Agus Tempe/Net

Makanan lezat khas Indonesia ini selalu menjadi favorit. Selama ini orang tahu bahwa tempe terbuat dari kacang kedelai yang memiliki nilai nutrisi yang baik. Namun ternyata tempe tak selalu harus terbuat darkacang kedelai.

Pengusaha pembuatan tempe, Agustinus Priyanto (66), mengatakan ia memulai usaha pengolahan tempe justru dimulai dari kacang koro.

"Kacang koro saya pilih untuk mengubah stigma masyarakat perihal tempe. Orang kan taunya tempe nikmat dari kacang kedelai, sementara kedelai kita semuanya impor," ungkap Agus dalam acara diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Republik Merdeka, Rabu (13/1).

Pecinta makanan organik ini mengatakan, kacang koro organik pun bisa menjadi tempe.

"Tempe enggak harus kedelai. Saya harus ubah image orang bahwa tempe tak harus kedelai," jelasnya.

Agus memulai usaha pembuatan tempe kacang koro organik sejak 2012. Keseriusannya di pembuatan tempe koro membuatnya menghasilkan standard operational procedure (SOP) pembuatan makanan itu.

Kandungan gizi kacang koro mirip kedelai, dengan kadar protein 27 persen sementara protein kedelai 32 persen.

Ambisinya memasyarakatkan tempe kacang koro juga dipicu oleh sulitnya mendapatkan kedelai lokal, sementara yang banyak dijumpai di Indonesia adalah edelai impor.  

"Saya ingin menghilangkan ketergantungan pada impor kedelai. Impor kedelai itu mayoritas jenisnya mengandung GMO. Di Amerika bahan ini dikembangkan jadi biofuel, tidak baik untuk kesehatan tubuh," katanya, seraya menekankan bahwa sudah waktunya masyarakat mulai beralih untuk mengkonsumsi makanan yang sehat.

"Tempe yang sehat adalah tempe yang diolah dari bahan-bahan organik. Namun, tetap harus melewati proses pengolahan yang tepat yang sesuai dengan standar kesehatan untuk bisa dikatakan sebagai produk yang sehat dan berkualitas," katanya.

Agus, yang memiliki lokasi pengolahan tempe di Bekasi ini juga membuat tempe dari kacang hijau, kedelai hitam, kacang tanah, kacang tholo, dan kacang merah.

"Tempe bisa dibuat dari biji-bijian lainnya," ujar pria yang juga memberikan pendampingan terhadap para petani di wilayah Gunung Kidul.

Dalam sebulan, Agus membutuhkan 12 kilogram kacang hijau dan 12 kilogram kacang koro. Sementara untuk kacang kedelai membutuhkan 70 kilogram dalam sebulan.

Meski penjualan tempe kacang kedelai masih lebih tinggi dari tempe kacang hijau ata kacang koro, namun, Agus mengatakan bahwa tempe selain kacang kedelai mampu meraih pasar tersendiri.

Agus juga mulai bereksperimen membuat tempe herbal, seperti tempe kunyit, tempe kencur, tempe kayu manis, dan lainnya.

Produk olahan tempe organik yang diproduksi Agus bisa dijumpai di sejumlah e-commerce dan juga Instagram Agus_Tempe.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Joe Biden Dilantik, Saham Netflix Melonjak 16 Persen
Ekbis

Joe Biden Dilantik, Saham Ne..

21 Januari 2021 08:57
Hari Ini, Lion Air Resmi Buka Penerbangan Surabaya-Berau
Ekbis

Hari Ini, Lion Air Resmi Buk..

20 Januari 2021 19:54
Maknyusnya Peluang Pasar Online Pisang Goreng, Bisa Berdayakan Masyarakat Juga
Ekbis

Maknyusnya Peluang Pasar Onl..

20 Januari 2021 17:27
Tiga Sekawan Ini Bisa Menghabiskan Lebih Dari 1 Ton Pisang Dalam Seminggu Untuk Setiap Outletnya
Ekbis

Tiga Sekawan Ini Bisa Mengha..

20 Januari 2021 16:47
Jadi Angin Segar, Kemunculan Jack Ma Bikin Saham Alibaba Langsung Meroket
Ekbis

Jadi Angin Segar, Kemunculan..

20 Januari 2021 14:31
Ekonom: Merger Gojek-Tokopedia Bantu UMKM Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi
Ekbis

Ekonom: Merger Gojek-Tokoped..

19 Januari 2021 15:45
MWA UI Agendakan Webinar Percepatan Pemulihan Ekonomi, Airlangga Hartarto Didaulat Pembicara Kunci
Ekbis

MWA UI Agendakan Webinar Per..

18 Januari 2021 13:25
Tidak Mau Berat Sebelah, Jokowi Minta Program Kemitraan Investasi Untungkan UMKM Dan Pengusaha Besar
Ekbis

Tidak Mau Berat Sebelah, Jok..

18 Januari 2021 12:26