Setelah 100 Tahun Berdiri, Ford Tutup Tiga Pabriknya Di Brasil Karena Covid-19

Ilustrasi/Net

Produsen mobil kenamaan Ford mengatakan pihaknya akan menutup tiga pabriknya di Brasil setelah beroperasi selama lebih dari satu abad di negara tersebut, dan akan berimbas pada hilangnya sekitar 5.000 pekerjaan.

Keputusan itu diambil menyusul kerugian besar yang dialami pabrikan mobil AS itu yang disebabkan pandemi virus corona yang mencengkeram selama hampir setahun ini di tengah resesi yang terjadi di negara tersebut.

Kerugian terus berlanjut meskipun ada kemajuan dalam menghentikan produk yang tidak menguntungkan, termasuk keluar dari bisnis truk berat, memotong biaya dan meluncurkan produk baru, kata pernyataan perusahaan.

"Sebuah lingkungan ekonomi yang tidak menguntungkan yang berkelanjutan dan beban tambahan pandemi memperjelas bahwa lebih banyak yang diperlukan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan dan menguntungkan," kata kepala Ford Amerika Selatan Lyle Watters, seperti dikutip dari AFP, Selasa (12/1).

"Pandemi Covid-19, memperkuat kapasitas industri yang terus-menerus menganggur dan penjualan yang lambat yang telah mengakibatkan kerugian yang signifikan selama bertahun-tahun," kata perusahaan itu.

Ford mengatakan pabrik yang akan segera menghentikan produksi berada di Camacari dan Taubate, dengan hanya akan memproduksi beberapa suku cadang yang berlanjut selama beberapa bulan.

Sementara, pabrik Troller di Horizonte akan beroperasi hingga kuartal keempat.

"Dengan lebih dari satu abad di Amerika Selatan dan Brasil, kami tahu ini sangat sulit, tetapi perlu, tindakan untuk menciptakan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," kata Jim Farley, presiden sekaligus CEO Ford.

"Dengan menutup pabriknya di Brasil, perusahaan itu beralih ke model bisnis yang ramping dan ringan," tambahnya.

Farley mengatakan, Ford akan terus melayani Amerika Selatan dengan mobil yang bersumber dari Argentina, Uruguay, dan pasar lain.

Penjualan kendaraan baru di Brasil turun lebih dari 26 persen pada 2020 karena krisis kesehatan, kata federasi otomotif Fenabrave pekan lalu. Penjualan mobil dilaporkan turun 28,57 persen dan bus sebesar 33 persen.

Ford membuka pabrik pertamanya di Brazil pada tahun 1921, di Sao Paulo, untuk memproduksi 4.700 mobil dan 360 traktor per tahun. Pada 2019, perusahaan menutup pabriknya di Sao Bernardo de Campo setelah 52 tahun beroperasi, mempengaruhi sekitar 2.800 pekerja.

"Ini bukan kabar baik. Ford menghasilkan banyak uang di Brasil ... Saya pikir itu bisa menunda keputusan dan menunggu karena pasar konsumen kami lebih besar dari yang lain," kata wakil presiden Brazil Hamilton Mourao kepada CNN Brazil.

Rodrigo Maia, ketua oposisi majelis rendah parlemen Brasil, mengatakan penutupan itu merupakan "demonstrasi kurangnya kredibilitas pemerintah Brasil, aturan yang jelas, kepastian hukum, dan sistem pajak yang rasional".

"Sistem kami telah menjadi rumah sakit jiwa dalam beberapa tahun terakhir, yang berdampak langsung pada produktivitas bisnis," katanya.

Karl Brauer, analis dari CarExpert.com, mengatakan telah terjadi banyak konsolidasi di sektor otomotif dalam beberapa tahun terakhir.

"General Motors, khususnya, telah bergerak secara agresif untuk keluar dari pasar yang tidak masuk akal secara finansial. Penarikan diri Ford dari Brasil menegaskan bahwa mereka bersedia membuat keputusan yang sama tentang pasar yang berkinerja buruk."

Ford mengatakan akan mempertahankan pusat pengembangan produknya di Bahia, serta tempat pembuktian dan kantor pusat regional di Sao Paulo.

Perusahaan mengatakan akan bekerja dengan serikat pekerja untuk mengembangkan "rencana yang adil dan seimbang" guna mengurangi dampak penutupan terhadap pekerja.

Brasil adalah negara di dunia dengan jumlah kematian akibat virus corona tertinggi kedua, dengan lebih dari 203 ribu kematian.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Joe Biden Dilantik, Saham Netflix Melonjak 16 Persen
Ekbis

Joe Biden Dilantik, Saham Ne..

21 Januari 2021 08:57
Hari Ini, Lion Air Resmi Buka Penerbangan Surabaya-Berau
Ekbis

Hari Ini, Lion Air Resmi Buk..

20 Januari 2021 19:54
Maknyusnya Peluang Pasar Online Pisang Goreng, Bisa Berdayakan Masyarakat Juga
Ekbis

Maknyusnya Peluang Pasar Onl..

20 Januari 2021 17:27
Tiga Sekawan Ini Bisa Menghabiskan Lebih Dari 1 Ton Pisang Dalam Seminggu Untuk Setiap Outletnya
Ekbis

Tiga Sekawan Ini Bisa Mengha..

20 Januari 2021 16:47
Jadi Angin Segar, Kemunculan Jack Ma Bikin Saham Alibaba Langsung Meroket
Ekbis

Jadi Angin Segar, Kemunculan..

20 Januari 2021 14:31
Ekonom: Merger Gojek-Tokopedia Bantu UMKM Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi
Ekbis

Ekonom: Merger Gojek-Tokoped..

19 Januari 2021 15:45
MWA UI Agendakan Webinar Percepatan Pemulihan Ekonomi, Airlangga Hartarto Didaulat Pembicara Kunci
Ekbis

MWA UI Agendakan Webinar Per..

18 Januari 2021 13:25
Tidak Mau Berat Sebelah, Jokowi Minta Program Kemitraan Investasi Untungkan UMKM Dan Pengusaha Besar
Ekbis

Tidak Mau Berat Sebelah, Jok..

18 Januari 2021 12:26