Lebih Baik Dari Perkiraan, Ekonomi Singapura 2020 Menyusut 5,8 Persen

Singapura/Net

Ekonomi Singapura mengalami penyusutan hingga 5,8 persen untuk tahun 2020, di mana pandemi Covid-19 melanda.

Angka tersebut cukup baik dibandingkan perkiraan pemerintah sebelumnya, yaitu berkontraksi antara 6 persen hingga 6,5 persen.

Mengutip data yang dirilis pada Senin (4/1), CNA melaporkan, Produk Dometik Bruto (PDB) Singapura untuk kuartal terakhir 2020 menyusut 3,8 persen, naik dari penurunan 5,6 persen pada kuartal ketiga.

Peningkatan sendiri terjadi karena dilonggarkannya pembatasan Covid-19 yang membuat sebagian besar industri mengalami peningkatan pada kuartal keempat.

Selain itu, jika disesuaikan kuartal ke kuartal, PDB Singapura tumbuh sebesar 2,1 persen pada kuartal terakhir tahun 2020, menyusul ekspansi 9,5 persen antara Juli dan September.

Selama pandemi Covid-19, Singapura telah memberlakukan pembatasan pergerakan, menutup perbatasan, hingga menghentikan sejumlah industri.

Singapura memasuki periode "pemutus sirkuit" pada April untuk membendung penyebaran wabah Covid-19 dengan menutup bisnis yang tidak penting.

Pemutus sirkuit sendiri diakhiri secara bertahap mulai Juni, yang membuat ekonomi mulai menggeliat. Saat ini Singapura berada pada tahap 3 dan disertai dengan dimulainya vaksinasi.

Pemerintah juga telah menghabiskan sekitar 100 miliar dolar Singapura untuk memberikan paket bantuan Covid-19 kepada rumah tangga dan bisnis.

MTI menyebut, di tengah pandemi, sektor manufaktur masih terus berkembang. Sektor tersebut tumbuh 9,5 persen pada kuartal keempat, dan 7,1 persen untuk sepanjang tahun.

"Pertumbuhan terutama disebabkan oleh ekspansi dalam klaster elektronik, biomedis dan teknik presisi, yang melebihi penurunan klaster teknik transportasi dan manufaktur umum," begitu pernyataan MTI.

Namun, dalam penyesuaian musiman kuartal-ke-kuartal, sektor manufaktur menyusut 2,6 persen, setelah berkembang sebesar 12,6 persen pada kuartal ketiga.

Sektor jasa menyusut 6,8 persen pada kuartal keempat tahun lalu dan 7,8 persen sepanjang tahun.

Berdasarkan penyesuaian musiman kuartal-ke-kuartal, sektor jasa tumbuh 2,4 persen di kuartal keempat, melemahkan kenaikan 6 persen yang terlihat di kuartal sebelumnya.

Dalam sektor ini, cluster komunikasi, keuangan, asuransi dan layanan profesional memiliki kinerja yang lebih baik daripada industri yang terkait dengan perdagangan, perhotelan dan administrasi.

Sektor konstruksi adalah yang paling buruk. Sektor ini mengalami kontraksi hingga 33,7 persen selama setahun penuh.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Joe Biden Dilantik, Saham Netflix Melonjak 16 Persen
Ekbis

Joe Biden Dilantik, Saham Ne..

21 Januari 2021 08:57
Hari Ini, Lion Air Resmi Buka Penerbangan Surabaya-Berau
Ekbis

Hari Ini, Lion Air Resmi Buk..

20 Januari 2021 19:54
Maknyusnya Peluang Pasar Online Pisang Goreng, Bisa Berdayakan Masyarakat Juga
Ekbis

Maknyusnya Peluang Pasar Onl..

20 Januari 2021 17:27
Tiga Sekawan Ini Bisa Menghabiskan Lebih Dari 1 Ton Pisang Dalam Seminggu Untuk Setiap Outletnya
Ekbis

Tiga Sekawan Ini Bisa Mengha..

20 Januari 2021 16:47
Jadi Angin Segar, Kemunculan Jack Ma Bikin Saham Alibaba Langsung Meroket
Ekbis

Jadi Angin Segar, Kemunculan..

20 Januari 2021 14:31
Ekonom: Merger Gojek-Tokopedia Bantu UMKM Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi
Ekbis

Ekonom: Merger Gojek-Tokoped..

19 Januari 2021 15:45
MWA UI Agendakan Webinar Percepatan Pemulihan Ekonomi, Airlangga Hartarto Didaulat Pembicara Kunci
Ekbis

MWA UI Agendakan Webinar Per..

18 Januari 2021 13:25
Tidak Mau Berat Sebelah, Jokowi Minta Program Kemitraan Investasi Untungkan UMKM Dan Pengusaha Besar
Ekbis

Tidak Mau Berat Sebelah, Jok..

18 Januari 2021 12:26