Puncak Arus Balik Nataru, Bandara Soetta Paling Sibuk

Bandara Soekarno Hatta, Jakarta/Net

Sejumlah fasilitas cek kesehatan sudah disediakan dengan baik oleh PT Angkasa Pura II di sejumlah bandar udara (Bandara). Hal tersebut mengingat puncak arus balik angkutan Natal dan tahun baru 2021 di bandara PT Angkasa Pura II diprediksi jatuh pada hari ini, Minggu (3/1).

“Kesiapan termasuk di Airport Health Center yang merupakan fasilitas bagi calon penumpang pesawat yang ingin melakukan tes Covid-19 di bandara,” jelas President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulisnya.

Ia pun memastikan bahwa ketersediaan alat tes Covid-19, khususnya rapid test antigen mencukupi. Selain itu, prosedur di Airport Health Center juga dipastikan standar, serta protokol kesehatan diterapkan dengan baik di seluruh kawasan bandara.

Muhammad Awaluddin mengatakan, lalu lintas penerbangan di seluruh bandara di bawah PT Angkasa Pura II dipantau secara real time guna secara cepat melakukan antisipasi di lapangan.

Adapun bandara PT Angkasa Pura II yang paling sibuk dalam menyambut kedatangan penumpang pesawat pada puncak arus balik adalah Bandara Soekarno-Hatta. Hari ini, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan sekitar 80 ribu orang dengan 850 penerbangan.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi mengatakan, pihaknya telah mengoordinasikan lokasi parkir pesawat, aktivitas pihak ground handling, alur kedatangan penumpang termasuk terkait pemeriksaan eHAC. Penumpang juga diimbau mengisi formulir eHAC di bandara keberangkatan.

“Pada puncak arus balik ini dperkirakan Bandara Soekarno-Hatta melayani 80 ribu orang penumpang pesawat. Kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya agar proses keberangkatan dan kedatangan berjalan lancar," jelasnya.

Di tengah periode angkutan Nataru 2020/2021, Bandara Soekarno-Hatta juga menerapkan peraturan dari Satgas Penanganan Covid-19 yang tertera di dalam Addendum Surat Edaran 03/2020 dan Surat Edaran 04/2020.

Berdasarkan SE Nomor 04/2020, setiap WNI dan WNA yang tiba di Indonesia Pada 28-31 Desember 2020 diwajibkan melakukan karantina selama 5 hari di lokasi yang ditetapkan.

Kemudian, pada 1-14 Januari 2021 berlaku penutupan masuknya WNA dari seluruh negara ke Indonesia, kecuali bagi WNA yang memenuhi kriteria pengecualian sesuai tercantum di dalam SE 04/2020 yakni, pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri ke atas; pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas; pemegang KITAS dan KITAP.

Bagi WNA yang masuk dalam pengecualian dan diperbolehkan masuk ke Indonesia, dilakukan juga karantina selama 5 hari.

Sementara itu bagi WNI yang pulang ke Tanah Air pada periode 28 Desember 2020 hingga 14 Januari 2021 juga harus melakukan karantina 5 hari setelah tiba di Indonesia.

Dengan demikian, pelaksanaan karantina ini masih berlaku hingga 14 Januari 2021 bagi WNI yang pulang ke Tanah Air dan juga bagi WNA yang dikecualikan dari penutupan masuk ke Indonesia.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Joe Biden Dilantik, Saham Netflix Melonjak 16 Persen
Ekbis

Joe Biden Dilantik, Saham Ne..

21 Januari 2021 08:57
Hari Ini, Lion Air Resmi Buka Penerbangan Surabaya-Berau
Ekbis

Hari Ini, Lion Air Resmi Buk..

20 Januari 2021 19:54
Maknyusnya Peluang Pasar Online Pisang Goreng, Bisa Berdayakan Masyarakat Juga
Ekbis

Maknyusnya Peluang Pasar Onl..

20 Januari 2021 17:27
Tiga Sekawan Ini Bisa Menghabiskan Lebih Dari 1 Ton Pisang Dalam Seminggu Untuk Setiap Outletnya
Ekbis

Tiga Sekawan Ini Bisa Mengha..

20 Januari 2021 16:47
Jadi Angin Segar, Kemunculan Jack Ma Bikin Saham Alibaba Langsung Meroket
Ekbis

Jadi Angin Segar, Kemunculan..

20 Januari 2021 14:31
Ekonom: Merger Gojek-Tokopedia Bantu UMKM Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi
Ekbis

Ekonom: Merger Gojek-Tokoped..

19 Januari 2021 15:45
MWA UI Agendakan Webinar Percepatan Pemulihan Ekonomi, Airlangga Hartarto Didaulat Pembicara Kunci
Ekbis

MWA UI Agendakan Webinar Per..

18 Januari 2021 13:25
Tidak Mau Berat Sebelah, Jokowi Minta Program Kemitraan Investasi Untungkan UMKM Dan Pengusaha Besar
Ekbis

Tidak Mau Berat Sebelah, Jok..

18 Januari 2021 12:26