Anak Muda China Ini Berhasil Jadi Orang Terkaya Kedua Di Negaranya

CEO Pinduoduo, Colin Huang, jadi orang terkaya nomor dua, di negaranya/Net

Di tengah pandemi, platform perdagangan Pinduodo justru mampu meraup keuntungan besar. Pada Rabu (30/12) saham Pinduoduo yang terdaftar di Nasdaq naik 7,77 persen di New York, mengangkat kapitalisasi pasarnya menjadi hampir 220 miliar dolar AS, seperti yang dilaporkan SCMP pada Jumat (1/1).

Kenaikan saham itu, dua hari berturut-turut, membuat pendiri sekaligus CEO Pinduoduo, Colin Huang, menjadi orang terkaya kedua di China. Kekayaannya bahkan melampaui Jack Ma dari Alibaba Group Holding dan Pony Ma Huateng dari Tencent Holdings, dengan kekayaan bersih sebesar 63,1 miliar dolar AS saat ini, atau setara dengan Rp 889,71 triliun (kurs Rp 14.100), menurut Indeks Miliarder Bloomberg.

Kekayaan Huang, yang berusia 41 tahun ini, kini menempati urutan kedua di China setelah Zhong Shanshan, Chairman low profile raksasa air kemasan Nongfu Spring.

Lonjakan kekayaan Huang sendiri disebabkan oleh harga saham Pinduoduo yang mengalami peningkatan hingga 300 persen sejak tahun lalu.

Zhong Shanshan dari China menyalip Mukesh Ambani menjadi orang terkaya di Asia pada 31 Des 2020.

Sejak Beijing menyusun dokumen untuk menindak monopoli dalam "ekonomi platform" pada awal November, nasib perusahaan yang menjalankan platform e-commerce, pengiriman, dan sosial terbesar, di negara itu berada dalam ketidakpastian.

Saham Alibaba yang terdaftar di New York telah jatuh lebih dari 23 persen sejak awal November, sementara saham Tencent di Hong Kong telah turun 6,2 persen dari 2 November.

Platform Pinduodo dibentuk oleh Colin Huang dengan nama Shanghai Dream Information Technology Co., Ltd pada September 2015. Dengan usia yang baru lima tahun, pencapaian itu sungguh mencengangkan.

Kesuksesan Pinduoduo dilatarbelakangi oleh model belanja online yang berbeda dengan e-commerce lain. Melalui Pinduoduo, konsumen bisa melakukan social shopping, alias berbelanja bersama dengan kerabat melalui link barang belanjaan yang dikirimkan melalui sebuah grup belanja.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Joe Biden Dilantik, Saham Netflix Melonjak 16 Persen
Ekbis

Joe Biden Dilantik, Saham Ne..

21 Januari 2021 08:57
Hari Ini, Lion Air Resmi Buka Penerbangan Surabaya-Berau
Ekbis

Hari Ini, Lion Air Resmi Buk..

20 Januari 2021 19:54
Maknyusnya Peluang Pasar Online Pisang Goreng, Bisa Berdayakan Masyarakat Juga
Ekbis

Maknyusnya Peluang Pasar Onl..

20 Januari 2021 17:27
Tiga Sekawan Ini Bisa Menghabiskan Lebih Dari 1 Ton Pisang Dalam Seminggu Untuk Setiap Outletnya
Ekbis

Tiga Sekawan Ini Bisa Mengha..

20 Januari 2021 16:47
Jadi Angin Segar, Kemunculan Jack Ma Bikin Saham Alibaba Langsung Meroket
Ekbis

Jadi Angin Segar, Kemunculan..

20 Januari 2021 14:31
Ekonom: Merger Gojek-Tokopedia Bantu UMKM Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi
Ekbis

Ekonom: Merger Gojek-Tokoped..

19 Januari 2021 15:45
MWA UI Agendakan Webinar Percepatan Pemulihan Ekonomi, Airlangga Hartarto Didaulat Pembicara Kunci
Ekbis

MWA UI Agendakan Webinar Per..

18 Januari 2021 13:25
Tidak Mau Berat Sebelah, Jokowi Minta Program Kemitraan Investasi Untungkan UMKM Dan Pengusaha Besar
Ekbis

Tidak Mau Berat Sebelah, Jok..

18 Januari 2021 12:26