Inggris Dan Turki Siap Tandatangani Kesepakatan Perdagangan Bebas Senilai Lebih 25,2 Miliar Dolar AS

Kontainer di sebuah pelabuhan di provinsi barat laut Tekirdağ, Turki, 23 Desember 2020/Net

Kerajaan Inggris dan pemerintahan Turki akan menandatangani kesepakatan perpanjangan pengaturan perdagangan kedua negara pada Selasa (29/12) waktu setempat. Ini menjadi kesepakatan pertama sejak Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendapatkan perjanjian perdagangan baru dengan Uni Eropa.

Kesepakatan Inggris-Turki akan meniru persyaratan perdagangan yang sudah ada sebelumnya antara Ankara dan London, tetapi Menteri Perdagangan Inggris, Liz Truss, mengatakan pada hari Minggu bahwa dia berharap pengaturan yang dipesan lebih dahulu antara negara-negara tersebut dapat segera dicapai.

"Kesepakatan yang kami harapkan untuk ditandatangani minggu ini mengunci pengaturan perdagangan bebas tarif dan akan membantu mendukung hubungan perdagangan kami. Ini akan memberikan kepastian bagi ribuan pekerjaan di Inggris dalam industri manufaktur, otomotif dan baja,” kata Truss dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Senin (28/12).

"Kami sekarang berharap untuk bekerja dengan Turki menuju perjanjian perdagangan Inggris-Turki yang dibuat khusus dan ambisius dalam waktu dekat," lanjutnya.

Hubungan perdagangan itu bernilai 18,6 miliar pound atau setara 25,2 miliar dolar AS, dan Inggris mengatakan itu adalah kesepakatan perdagangan terbesar kelima yang telah dinegosiasikan oleh kementerian perdagangan setelah perjanjian dengan Jepang, Kanada, Swiss, dan Norwegia.

Inggris saat ini telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan 62 negara menjelang akhir periode transisi Brexit pada 1 Januari mendatang, ketika mereka meninggalkan pengaturan perdagangan UE.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021

Artikel Lainnya

Kampanye Cinta Produk Dalam Negeri, Indef: Ekspor Kita Rendah Dibanding Negara Tetangga
Ekbis

Kampanye Cinta Produk Dalam ..

09 Maret 2021 02:40
Proyek Strategis Nasional Smelter Kolaka Ditargetkan Rampung 2024
Ekbis

Proyek Strategis Nasional Sm..

08 Maret 2021 15:11
Ekspansi Sektor Perumahan Dongkrak 174 Sektor Ekonomi Lain
Ekbis

Ekspansi Sektor Perumahan Do..

08 Maret 2021 08:40
Teken MoU, BTN Siap Biayai Kebutuhan Rumah 6400 Karyawan Kontrak Pelindo III
Ekbis

Teken MoU, BTN Siap Biayai K..

06 Maret 2021 22:41
Indonesia Masuk Lima Besar Jumlah Startup Terbanyak Di Dunia, Tapi Erick Keluhkan Kinerja Kewirausahaan
Ekbis

Indonesia Masuk Lima Besar J..

06 Maret 2021 21:23
Rumah Kisah Manfaatkan Sistem Pengajaran Berbasis Cloud Milik KidsLoop
Ekbis

Rumah Kisah Manfaatkan Siste..

06 Maret 2021 19:20
Mantap Calonkan Ketum Kadin, Begini Jurus Arsjad Rasjid
Ekbis

Mantap Calonkan Ketum Kadin,..

06 Maret 2021 14:20
Jokowi Andalkan Bahlil Capai Target Ekonomi 5 Persen Di Tahun Ini
Ekbis

Jokowi Andalkan Bahlil Capai..

05 Maret 2021 12:07