KPCPEN: Vaksinasi Adalah Game Changer Pemulihan Pandemi Covid-19 Dan Ekonomi

Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto/Net

Proses vaksinasi yang akan berjalan pada awal tahun 2021 diyakini Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sebagai game changer (pembalik keadaan) di Tanah Air agar menjadi normal dan lebih baik lagi.

Hal itu disampaikan Ketua KPCPEN, Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube BNPB Indonesia, Kamis (24/12).

"Jadi di pemulihan pandemi Covid dan ekonomi ini game changernya adalah vaksinasi," ujar Airlangga.

Dia mengungkapkan, penanganan pendemi Covid-19 di Indonesia relatif baik jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.

"Dari segi keseluruhan kita penanganan Covid kesembuhannya 81,9 persen dibanding global 70,3 persen. Jadi secara keseluruhan kita lebih baik," terangnya.

Namun jika dilihat dari angka kematian, Indonesia kata Airlangga masih lebih tinggi dari tingkat global. Yakni, 3 persen berbanding 2 persen angka kematian dari jumlah keseluruhan kasus positif.

Kendati begitu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini memastikan, kondisi Covid-19 yang cendrung membaik ini telah memberikan sinyal positif terhadap pemulihan ekonomi nasional.

Sebab pada kuartal ketiga 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,05 persen jika dibandingkan dengan kuartal kedua 2020 yang minus 5,32 persen dari tahun lalu. Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama (year on year) kuartal ketiga masih minus 3,49 persen.

Selain itu, tren positif juga telah dilihat Airlangga dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik di bulan Desember ini mencapai 6.100, atau lebih tinggi dari Januari yang sebesar 5.400.

Tolak ukur lainnya yang diungkapkan Airlangga adalah nilai tukar rupiah yang kini berada di kisaran Rp 14.100. Serta, Neraca perdagangan yang sudah terlihat positif di bulan Oktober dan cadangan devisa sudah Rp 135 miliar akibat daripada perdagangan yang positif.

"Artinya ekspor sudah lebih banyak dari impor. Dan jika dibandingkan dengan negara-negara G20 lainnnya, negara kita relatif terkontraksi nomor 2 sesudah China. Jadi China sudah tumbuh positif kita masih minus. Tetapi yang lain minusnya lebih dalam daripada Indonesia," katanya.

"Kita mempredisksi di akhir tahun (ekonomi Indonesia) bisa (tumbuh) antara minus 2 sampai positif 0,6 (persen). Memang ini tugas berat tapi tren positif ini terjadi," demikian Airlangga Hartarto.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021

Artikel Lainnya

Kampanye Cinta Produk Dalam Negeri, Indef: Ekspor Kita Rendah Dibanding Negara Tetangga
Ekbis

Kampanye Cinta Produk Dalam ..

09 Maret 2021 02:40
Proyek Strategis Nasional Smelter Kolaka Ditargetkan Rampung 2024
Ekbis

Proyek Strategis Nasional Sm..

08 Maret 2021 15:11
Ekspansi Sektor Perumahan Dongkrak 174 Sektor Ekonomi Lain
Ekbis

Ekspansi Sektor Perumahan Do..

08 Maret 2021 08:40
Teken MoU, BTN Siap Biayai Kebutuhan Rumah 6400 Karyawan Kontrak Pelindo III
Ekbis

Teken MoU, BTN Siap Biayai K..

06 Maret 2021 22:41
Indonesia Masuk Lima Besar Jumlah Startup Terbanyak Di Dunia, Tapi Erick Keluhkan Kinerja Kewirausahaan
Ekbis

Indonesia Masuk Lima Besar J..

06 Maret 2021 21:23
Rumah Kisah Manfaatkan Sistem Pengajaran Berbasis Cloud Milik KidsLoop
Ekbis

Rumah Kisah Manfaatkan Siste..

06 Maret 2021 19:20
Mantap Calonkan Ketum Kadin, Begini Jurus Arsjad Rasjid
Ekbis

Mantap Calonkan Ketum Kadin,..

06 Maret 2021 14:20
Jokowi Andalkan Bahlil Capai Target Ekonomi 5 Persen Di Tahun Ini
Ekbis

Jokowi Andalkan Bahlil Capai..

05 Maret 2021 12:07