Menko Airlangga: Tren Ekspansif Industri Indonesia Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV

Menko Perokonomian Airlangga Hartarto/Net

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi November 2020 sebesar 0,28 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari inflasi pada November 2019 yang hanya 0,14 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, inflasi ini menunjukkan perbaikan pada sisi permintaan dan juga Indikator Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur dalam kondisi yang semakin baik dari sisi produksi.  

Menurut laporan IHS Markit, PMI manufaktur pada November 2020 berada di level 50,6 atau naik hampir 3 poin dari periode sebelumnya pada Oktober, yakni di level 47,8.

“Indikator PMI yang telah melampaui batas 50 ini menunjukkan korporasi dan industri Indonesia beranjak pada tren ekspansif meskipun kenaikannya masih terbatas,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Jumat (4/12).

Menko Airlangga menyatakan, pemulihan ekonomi terlihat semakin nyata dengan didukung oleh kedua sisi yang mengalami perbaikan, yaitu produksi dan permintaan.

“Sudah terjadi pada sisi permintaan (perbaikan inflasi) dan sisi produksi (kenaikan indeks PMI) di mana program dan kebijakan PC-PEN sejak awal diarahkan untuk pemulihan ekonomi dari kedua sisi,” katanga.

Sementara itu, kata Ketua Umum Partai Golkar ini, operasional perusahaan rata-rata menunjukkan sinyal positif karena adanya pemulihan dari sisi permintaan.

Kontribusi industri manufaktur pada pertumbuhan ekonomi mencapai 19,86 persen terhadap PDB kuartal III. Sehingga, perbaikan yang terjadi pada sektor ini cukup signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kemudian, menurut catatan utilitas industri Kementerian Perindustrian periode April–Oktober 2020 rata-rata utilisasi total sebesar 56,5 persen, mengalami kenaikan dari periode April–September 2020, yakni sebesar 55,3 persen.

Peningkatan utilisasi terjadi pada beberapa sektor industri,  antara lain percetakan 40 persen, bahan kimia 68 persen, logam dasar 38 persen, komputer dan barang elektronik 55 persen, alat angkutan lainnya 45,2 persen serta furnitur 47 persen.

“Untuk menjaga momentum perbaikan indeks PMI melalui ekspansi kapasitas produksi, kita memerlukan dorongan untuk meningkatkan permintaan domestik, dengan memberikan dukungan kepada sektor IKM dan industri padat karya, serta dukungan pembiayaan usaha, insentif fiskal, dan penyederhanaan peraturan,” jelasnya.

Airlangga menambahkan, kondisi yang semakin baik dan upaya menjaga momentum tren ekspansif dari sisi permintaan maupun produksi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal IV.

“Untuk melanjutkan tren positif pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV. Kita perlu menjaga momentum perbaikan kegiatan ekonomi baik permintaan maupun produksi,” pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Joe Biden Dilantik, Saham Netflix Melonjak 16 Persen
Ekbis

Joe Biden Dilantik, Saham Ne..

21 Januari 2021 08:57
Hari Ini, Lion Air Resmi Buka Penerbangan Surabaya-Berau
Ekbis

Hari Ini, Lion Air Resmi Buk..

20 Januari 2021 19:54
Maknyusnya Peluang Pasar Online Pisang Goreng, Bisa Berdayakan Masyarakat Juga
Ekbis

Maknyusnya Peluang Pasar Onl..

20 Januari 2021 17:27
Tiga Sekawan Ini Bisa Menghabiskan Lebih Dari 1 Ton Pisang Dalam Seminggu Untuk Setiap Outletnya
Ekbis

Tiga Sekawan Ini Bisa Mengha..

20 Januari 2021 16:47
Jadi Angin Segar, Kemunculan Jack Ma Bikin Saham Alibaba Langsung Meroket
Ekbis

Jadi Angin Segar, Kemunculan..

20 Januari 2021 14:31
Ekonom: Merger Gojek-Tokopedia Bantu UMKM Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi
Ekbis

Ekonom: Merger Gojek-Tokoped..

19 Januari 2021 15:45
MWA UI Agendakan Webinar Percepatan Pemulihan Ekonomi, Airlangga Hartarto Didaulat Pembicara Kunci
Ekbis

MWA UI Agendakan Webinar Per..

18 Januari 2021 13:25
Tidak Mau Berat Sebelah, Jokowi Minta Program Kemitraan Investasi Untungkan UMKM Dan Pengusaha Besar
Ekbis

Tidak Mau Berat Sebelah, Jok..

18 Januari 2021 12:26