Hadiri Forum Dialog Tri Hata Kirana, 4 Menteri Ini Pastikan Iklim Bisnis Yang Lebih Baik Pasca Pengesahan UU Ciptaker

Luhut Binsar Pandjaitan dalam forum dialog Tri Hata Kirana/Istimewa

Disahkannya Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) oleh pemerintah diyakini akan memberikan dampak positif bagi iklim bisnis dan investasi di dalam negeri.

Empat orang menteri terkait menyampaikan hal tersebut dalam forum dialog Tri Hata Kirana, yang merupakan bagian dari kegiatan Yayasan Upaya Indonesia Damai (United in Diversity).

Para menteri yang hadir di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Lingkuhan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil.

Dalam pemaparannya, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan 44 aturan turunan UU Ciptaker sudah selesai dibahas kementerian terkait.

"Pemerintah masih terus melakukan identifikasi terhadap aturan turunan lainnya agar bisa diimplementasikan sesuai target" ujar Luhut dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/12).

Kemudian, Siti Nurbaya dalam kesempatan itu mengulangi penekanannya tentang masih berlakunya AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Ia mengatakan, UU Ciptaker mempermudah pemerintah untuk mencabut perizinan berusaha bagi perusak lingkungan dengan pencabutan keduanya sekaligus.

"Omnibus Law memberlakukan sanksi pidana sebagai upaya terakhir, sanksi administratif akan didahulukan. Sanksi pidana (juga) berlaku," tuturnya.

Sementara itu, Ida Fauziyah menyatakan UU Ciptaler menjadi penting untuk memecahkan persoalan pengangguran di Indonesia. Sebab berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2020, pengangguran yang mencapai 9,7 juta orang.

“Semakin banyak investasi yang ditanamkan, maka semakin banyak pula peluang kerja yang terbuka. Oleh sebab itu diharapkan investasi yang masuk adalah investasi yang mampu menyerap banyak tenaga kerja yang belum bekerja,” katanya.

Adapun Sofyan Djalil mengatakan, ide dari UU Ciptaker adalah reformasi struktural. Di mana, kebijakan ini akan menyederhanakan permasalahan dalam 12 klaster. Mulai dari tata ruang, kehutanan, bahkan izin untuk perdagangan.

"Selama ini, terlalu banyaknya lisensi dan izin yang ada membuat usaha kecil dan menengah tercekik. Padahal di Indonesia 99 persen bisnis terdiri dari bisnis kecil dan menengah. Sementara kurang dari 1 persen merupakan perusahaan besar," ungkapnya.

"Omnibus Law (UU Ciptaker) akan membuat undang-undang ini lebih tersinkronisasi, simpel. Menjadikan undang-undang ini tidak bertentangan antara satu dan lainnya," demikian Sofyan Djalil.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Upaya Mendorong Pertumbuhan Ekonomi RI, Sandi Harap Vaksinasi Bisa Diikuti Seluruh Pelaku Usaha Sektor Pariwisata
Ekbis

Upaya Mendorong Pertumbuhan ..

19 April 2021 21:50
Optimis Pemulihan Ekonomi Semakin Baik, Airlangga: Pertumbuhan Belanja Nasional Bulan April Naik Cukup Besar
Ekbis

Optimis Pemulihan Ekonomi Se..

19 April 2021 21:05
Program Pengungkit Ekonomi Jelang Idul Fitri Siap Digelontorkan, Airlangga: Tinggal Bansos Beras Sedang Pematangan
Ekbis

Program Pengungkit Ekonomi J..

19 April 2021 20:54
Microsoft Gelontorkan Rp 14,5 Triliun Untuk Buat Pusat  Data Di Malaysia
Ekbis

Microsoft Gelontorkan Rp 14,..

19 April 2021 16:22
Pacu Realisasi Kredit, Kacab BTN Bogor Akad Massal 600 Unit KPR
Ekbis

Pacu Realisasi Kredit, Kacab..

19 April 2021 03:31
Arsjad Rasjid: Indonesia Perlu Perbanyak Jumlah Pengusaha
Ekbis

Arsjad Rasjid: Indonesia Per..

17 April 2021 20:57
Gaduh Soal Diskriminasi Impor Gula, Menteri Agus Disarankan Buka Dialog
Ekbis

Gaduh Soal Diskriminasi Impo..

17 April 2021 13:20
Meski Surplus, Volume Perdagangan Lebih Rendah Dari Nilai Komoditas
Ekbis

Meski Surplus, Volume Perdag..

16 April 2021 22:45