Pandemi, Pariwisata India Turun Hingga 69 Persen

Lokasi wisata Jaisalmer/Net

Industri pariwisata India menjadi korban terbesar dari pandemi virus corona di negara itu. Walaupun pemerintah telah mencabut penguncian dengan harapan roda perekonomian akan kembali membaik, tetapi konektivitas belum sepenuhnya pulih. Kebanyakan perjalanan yang ada masih terbatas pada hal-hal yang mendesak, mengakibatkan penurunan tajam pada jumlah turis di seluruh India.

Salah satu tempat wisata yang sangat terdampak adalah Rajasthan, lokasi paling populer di India karena pemandangannya yang indah dengan gurun Thar, benteng dan istana bersejarah, serta kuil berusia berabad-abad.

Sayangnya, sejak Maret arus turis di negara bagian gurun itu menurun drastis. Data kedatangan turis dari departemen pariwisata Rajasthan menunjukkan bahwa pada 2020, negara bagian telah mengalami penurunan turis sebanyak 69,3 persen.

Rendahnya arus masuk wisatawan yang signifikan telah meninggalkan dampak yang dalam pada industri perhotelan yang bergulat dengan permintaan yang sangat sedikit.

Pemilik resor KK di Jaisalmer Rajasthan, Kailash Vyas, mengatakan bahwa pembukaan resor dan hotel setelah kuncian dicabut malah menjadi kerugian yang lebih besar bagi mereka.

“Kami membuka properti setelah penguncian tetapi tidak dapat menghasilkan uang bahkan untuk membayar staf kami. Misalnya, dari 52 kamar hanya 2 kamar yang ditempati pada bulan Juli dan September,” kata Vyas, seperti dikutip dari The Wire, Minggu (22/11).

Karena masalah pembatasan perjalanan, calon wisatawan dari Delhi, Mumbai, dan Benggala Barat juga tidak dapat mencapai Rajasthan.

“Sejak September, hanya wisatawan dari sekitar yang datang. Kebanyakan dari tempat-tempat yang hanya butuh sehari berkendara seperti Gujarat,” kata Kundan Bhati, pemilik hotel Surya Vilas di Jaisalmer.

Bahkan, departemen pariwisata negara hanya mempromosikan pariwisata dari daerah sekitarnya.
“Konsep 'Kunjungan Singkat, Menginap Aman' dimaksudkan untuk memastikan bahwa pelancong dari negara bagian terdekat dapat datang untuk rekreasi dalam suasana aman dan terjamin,” Alok Gupta, Sekretaris Utama, Departemen Pariwisata, Pemerintah Rajasthan mengatakan kepada Financial Express Online.

Turis sekarang lebih suka bepergian dengan kendaraan pribadi, sehingga pengemudi taksi lokal juga menghadapi kesulitan dalam mencari nafkah. Sebagian besar turis biasanya datang dengan kereta api atau penerbangan. Itu artinya, mereka akan membutuhkan taksi lokal untuk berkeliling kota. Namun, sekarang tidak lagi.

“Tidak ada fasilitas Ola atau Uber di Jaisalmer karena turis bergantung pada taksi lokal dari penjemputan di bandara hingga lokasi tamasya,” kata Bhanu Singh, pemilik taksi di Jaisalmer.

Banyak pengemudi yang bekerja di bawah kontraktor mana pun telah kehilangan pekerjaan. “Tanpa pekerjaan, tidak ada pendapatan. Kontraktor tidak mampu membayar angsuran bulanan mobil mereka sehingga mereka merumahkan pengemudinya, ”tambah Singh.

Banyak pengemudi dan para pengusaha kecil yang berharap ada perhatian dari pemerintah. Beberapa asosiasi masyarakat berusaha mengangkat suara bagi mereka yang bekerja di sektor pariwisata, mengatakan bahwa pemerintah belum memberikan bantuan apa pun kepada pekerja berupah harian yang bergantung pada industri ini.

“Meskipun kami berulang kali menuntut untuk memberikan fasilitas pinjaman kepada pengemudi, pemandu dan seniman rakyat, tanpa banyak kerepotan, pemerintah tidak pernah memperhatikan,” kata seorang aktivis.

Pada masa-masa sulit seperti itu, pinjaman dan bantuan dari pemerintah dapat membantu mereka memulai dari awal.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Joe Biden Dilantik, Saham Netflix Melonjak 16 Persen
Ekbis

Joe Biden Dilantik, Saham Ne..

21 Januari 2021 08:57
Hari Ini, Lion Air Resmi Buka Penerbangan Surabaya-Berau
Ekbis

Hari Ini, Lion Air Resmi Buk..

20 Januari 2021 19:54
Maknyusnya Peluang Pasar Online Pisang Goreng, Bisa Berdayakan Masyarakat Juga
Ekbis

Maknyusnya Peluang Pasar Onl..

20 Januari 2021 17:27
Tiga Sekawan Ini Bisa Menghabiskan Lebih Dari 1 Ton Pisang Dalam Seminggu Untuk Setiap Outletnya
Ekbis

Tiga Sekawan Ini Bisa Mengha..

20 Januari 2021 16:47
Jadi Angin Segar, Kemunculan Jack Ma Bikin Saham Alibaba Langsung Meroket
Ekbis

Jadi Angin Segar, Kemunculan..

20 Januari 2021 14:31
Ekonom: Merger Gojek-Tokopedia Bantu UMKM Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi
Ekbis

Ekonom: Merger Gojek-Tokoped..

19 Januari 2021 15:45
MWA UI Agendakan Webinar Percepatan Pemulihan Ekonomi, Airlangga Hartarto Didaulat Pembicara Kunci
Ekbis

MWA UI Agendakan Webinar Per..

18 Januari 2021 13:25
Tidak Mau Berat Sebelah, Jokowi Minta Program Kemitraan Investasi Untungkan UMKM Dan Pengusaha Besar
Ekbis

Tidak Mau Berat Sebelah, Jok..

18 Januari 2021 12:26