Lira Makin Jatuh, Turki Naikkan Suku Bunga Jadi 15 Persen

Bank Sentral Turki/Net

Bank sentral Turki menaikkan suku bunga untuk memperbaiki nilai mata uangnya yang jatuh. Regulator menaikkan suku bunga acuan menjadi 15 persen dari 10,25 selama pertemuan Komite Kebijakan Moneter (MPC), pada Kamis (19/11).

Keputusan tersebut memenuhi ekspektasi tinggi setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan melantik gubernur baru bank tersebut, mantan Menteri Keuangan Naci Agbal, dan menjanjikan pendekatan ekonomi yang lebih ramah pasar.

Namun, para ahli menilai langkah tersebut harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian serta harus diikuti dengan langkah lebih lanjut.

“Di masa mendatang, semua faktor yang mempengaruhi inflasi akan diperhitungkan dan pengetatan kebijakan moneter akan dipertahankan sampai penurunan permanen inflasi tercapai,” kata bank sentral, seperti dikutip dari Arab News, Kamis (19/11).

Kenaikan suku bunga kali ini adalah yang paling tajam dalam lebih dari dua tahun. Tentu kenaikan dapat mendukung lira setelah serangkaian rekor terendah, meskipun juga dapat memperlambat pemulihan ekonomi dari dampak virus corona.

Sebelumnya Turki telah lama menolak seruan investor untuk menaikkan suku bunga guna mendukung jatuhnya lira. Tetapi dengan cadangan bank yang menipis dengan cepat dan dengan lira Turki mencapai rekor terendah, kenaikan suku bunga sekarang dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi perekonomian negara, yang sangat membutuhkan investasi asing.

Nigel Rendell, direktur Medley Global Advisers di London, mengatakan pasar didorong oleh keputusan bank sentral untuk kembali ke kebijakan moneter konvensional.

“CBRT (bank sentral) menemukan dirinya berada di sudut, terutama mengingat komentar minggu lalu dari (Presiden) Erdogan tentang pengurangan inflasi menjadi satu digit. Jika bank mengecewakan pasar, dan hanya menaikkan suku bunga beberapa ratus basis poin, lira akan diperdagangkan pada sisi yang lebih lemah dari delapan terhadap dolar dalam beberapa menit,”katanya kepada Arab News.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Wika-CNI Percepat Smelter Feronikel Kolaka, Nilainya Capai Rp 2,8 T Dan 180 Juta Dolar AS
Ekbis

Wika-CNI Percepat Smelter Fe..

29 November 2020 00:45
Bisnis Logistik Tertuntut Berinovasi Agar Bisa Bertahan Dimasa Pandemi Covid-19
Ekbis

Bisnis Logistik Tertuntut Be..

28 November 2020 16:20
Airlangga Hartarto: Program PEN Terbukti Berperan Penting Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi
Ekbis

Airlangga Hartarto: Program ..

28 November 2020 15:09
Gita Wirjawan: Orang Yang Bisa Menemukan Solusi Perubahan Iklim Akan Jadi Triliuner Pertama
Ekbis

Gita Wirjawan: Orang Yang Bi..

28 November 2020 09:50
Presiden Jokowi Terbitkan Perpres Untuk 201 Proyek Strategi Nasional, Nilainya Capai Rp 4.800 Triliun
Ekbis

Presiden Jokowi Terbitkan Pe..

28 November 2020 08:56
Meskipun Perang Dagang Terus Berkobar, Impor Kedelai China Dari AS Tetap Meroket Naik 200 Persen
Ekbis

Meskipun Perang Dagang Terus..

27 November 2020 05:49
bank bjb Dirikan bjb Sekuritas, Perusahaan Efek Daerah Pertama Di Indonesia
Ekbis

bank bjb Dirikan bjb Sekurit..

26 November 2020 15:50
Kondisi Dunia Berubah Usai Covid-19, Ignasius Jonan Ramal Ada Lima Jenis Bisnis Yang Harus Disiapkan Indonesia
Ekbis

Kondisi Dunia Berubah Usai C..

26 November 2020 14:51