Selamatkan Ekonomi Dimasa Covid-19, Platform Ini Ajak Masyarakat NTT Berusaha

Webinar platform digital/Net

Pandemi Covid-19 yang berdampak ke sektor perekonomian membuat masyarakat kehilangan mata pencahariannya.

Persoalan ini coba diurai oleh sejumlah platform digital nasional dengan menyelenggarakan Fintech Literacy Acceleration Virtual Roadshow pada Rabu (28/10).

Dalam acara tersebut, peserta webinar dikhususkan untuk masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 297 orang.

Dalam pemaparan, salah satu CEO platform digital 360Kredi, Edwin Kusuma menyampaikan harapannya kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan beragam platform digital untuk membangun usaha dimasa sulit pandemi Covid-19.

"Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan dananya. Penggunaan dana untuk yang bersifat konsumtif tentu saja juga dapat membantu roda perokonomian karena rantai produksi dan penjualan sebuah barang melibatkan banyak orang," ujar Edwin dalam siaran pers yang diterima Kamis (29/10).

"Tetapi di masa pandemi seperti ini masyarakat diharapkan dapat menggunakan dana mereka untuk hal-hal yang bersifat produktif," sambungnya.

Pandemi Covid-19, menurut Edwin, adalah sebuah tantangan untuk semua pihak, khususnya bagi anak muda untuk beradaptasi mencari peluang usaha.

"Saya mengajak semua pihak terutama generasi muda ini untuk tidak putus asa dan cepat beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru dengan berinovasi untuk terus mencari peluang di tengah masa sulit ini," ungkapnya.

Dengan membangun sebuah usaha, Edwin menerangkan, masyarakat bisa membantu pemerintah untuk memulihkan kondisi perekonimian yanh diprediksi pada kuartal III 2020 akan memasuki resesi.

Sebab pada kuartal II kemarin, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh negatif sebesar 5,32 persen. Sementara prediksi kuartal III nanti masih tumbuh minus 2,9 persen sampai minus 1 persen.

Untuk itu, Edwin memberikan tips kepada masyarakat yang ingin berusaha untuk hati-hati memilih platform digital. Di mana, cara paling mudah adalah dengan mengecek nama dari platform pinjaman tersebut apakah sudah terdaftar atau berizin resmi oleh OJK di halaman website OJK (www.ojk.go.id).

"Pemahaman soal perbedaan platform ilegal dan yang legal sangatlah penting, karena jangan sampai masyarakat yang mempunyai kebutuhan finansial mendesak malah semakin dipersulit oleh lilitan platform ilegal yang bisa saja menyalahgunakan data yang mereka peroleh," demikian Edwin Kusuma.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Wika-CNI Percepat Smelter Feronikel Kolaka, Nilainya Capai Rp 2,8 T Dan 180 Juta Dolar AS
Ekbis

Wika-CNI Percepat Smelter Fe..

29 November 2020 00:45
Bisnis Logistik Tertuntut Berinovasi Agar Bisa Bertahan Dimasa Pandemi Covid-19
Ekbis

Bisnis Logistik Tertuntut Be..

28 November 2020 16:20
Airlangga Hartarto: Program PEN Terbukti Berperan Penting Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi
Ekbis

Airlangga Hartarto: Program ..

28 November 2020 15:09
Gita Wirjawan: Orang Yang Bisa Menemukan Solusi Perubahan Iklim Akan Jadi Triliuner Pertama
Ekbis

Gita Wirjawan: Orang Yang Bi..

28 November 2020 09:50
Presiden Jokowi Terbitkan Perpres Untuk 201 Proyek Strategi Nasional, Nilainya Capai Rp 4.800 Triliun
Ekbis

Presiden Jokowi Terbitkan Pe..

28 November 2020 08:56
Meskipun Perang Dagang Terus Berkobar, Impor Kedelai China Dari AS Tetap Meroket Naik 200 Persen
Ekbis

Meskipun Perang Dagang Terus..

27 November 2020 05:49
bank bjb Dirikan bjb Sekuritas, Perusahaan Efek Daerah Pertama Di Indonesia
Ekbis

bank bjb Dirikan bjb Sekurit..

26 November 2020 15:50
Kondisi Dunia Berubah Usai Covid-19, Ignasius Jonan Ramal Ada Lima Jenis Bisnis Yang Harus Disiapkan Indonesia
Ekbis

Kondisi Dunia Berubah Usai C..

26 November 2020 14:51