Selama Periode 2016-2020 China Pertahankan Tingkat Swasembada Beras Dan Gandum Di Atas Seratus Persen

Ilustrasi/Net

Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan (MARA) China menyampaikan sejumlah pencapaian yang dibuat dalam pembangunan pertanian dan pedesaan selama periode Rencana Lima Tahun ke-13 (2016-2020) pada Senin (26/10).

Menurut MARA, China memiliki lebih dari 72,5 juta hektar lahan untuk produksi biji-bijian selama lima tahun terakhir, dan telah menjamin ketersediaan makanan bagi 1,4 miliar penduduk Tiongkok dengan aman.

"Produksi biji-bijian China telah melebihi 650 miliar kilogram selama enam tahun berturut-turut, dan tingkat swasembada beras dan gandum dipertahankan di atas 100 persen, dan jagung melampaui 95 persen," kata Liu Huanxin, wakil menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan, seperti dikutip dari CGTN, Selasa (27/10).

"Produksi daging, telur, susu, buah-buahan, sayuran dan teh di China telah memenuhi permintaan konsumsi masyarakat yang terus meningkat," tambahnya.

MARA juga mengatakan pendapatan petani China sebagian besar meningkat selama periode ini.

Menurut Liu, pendapatan per kapita penduduk pedesaan melebihi 16.000 yuan atau setara dengan 2.385 dolar AS pada tahun 2019, meningkat dua kali lipat dari tahun 2010 dan telah tumbuh pada tingkat yang lebih cepat daripada penduduk perkotaan selama 10 tahun berturut-turut.

"Dalam tiga kuartal pertama tahun 2020, pendapatan yang dapat dibuang per kapita penduduk pedesaan mencapai 12.297 yuan atau setara 1.833 dolar AS, meningkat 1,6 persen secara riil," kata Liu.

Sementara itu, otoritas China juga mencatat kebijakan pengurangan kemiskinan industri di negara itu telah membantu 98 persen keluarga berpenghasilan rendah di daerah miskin.

"Lebih dari satu juta proyek pengentasan kemiskinan industri telah dilaksanakan di daerah-daerah yang dilanda kemiskinan. Dan kami telah membangun lebih dari 300.000 basis pengentasan kemiskinan industri di seluruh negeri," kata Liu.

Pada konferensi pers yang diadakan Selasa (27/10) di Beijing, pejabat MARA mengatakan China akan tetap berpegang pada strategi revitalisasi pedesaan dalam Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025). Tujuannya untuk menjamin ketahanan pangan sekaligus meningkatkan upaya membangun pedesaan yang indah.
EDITOR: RENI ERINA
Tag:

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Wika-CNI Percepat Smelter Feronikel Kolaka, Nilainya Capai Rp 2,8 T Dan 180 Juta Dolar AS
Ekbis

Wika-CNI Percepat Smelter Fe..

29 November 2020 00:45
Bisnis Logistik Tertuntut Berinovasi Agar Bisa Bertahan Dimasa Pandemi Covid-19
Ekbis

Bisnis Logistik Tertuntut Be..

28 November 2020 16:20
Airlangga Hartarto: Program PEN Terbukti Berperan Penting Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi
Ekbis

Airlangga Hartarto: Program ..

28 November 2020 15:09
Gita Wirjawan: Orang Yang Bisa Menemukan Solusi Perubahan Iklim Akan Jadi Triliuner Pertama
Ekbis

Gita Wirjawan: Orang Yang Bi..

28 November 2020 09:50
Presiden Jokowi Terbitkan Perpres Untuk 201 Proyek Strategi Nasional, Nilainya Capai Rp 4.800 Triliun
Ekbis

Presiden Jokowi Terbitkan Pe..

28 November 2020 08:56
Meskipun Perang Dagang Terus Berkobar, Impor Kedelai China Dari AS Tetap Meroket Naik 200 Persen
Ekbis

Meskipun Perang Dagang Terus..

27 November 2020 05:49
bank bjb Dirikan bjb Sekuritas, Perusahaan Efek Daerah Pertama Di Indonesia
Ekbis

bank bjb Dirikan bjb Sekurit..

26 November 2020 15:50
Kondisi Dunia Berubah Usai Covid-19, Ignasius Jonan Ramal Ada Lima Jenis Bisnis Yang Harus Disiapkan Indonesia
Ekbis

Kondisi Dunia Berubah Usai C..

26 November 2020 14:51