Pasca Meninggalnya Lee Kun-Hee Saham Afiliasi Samsung Naik

Pimpinan Samsung Electronics Lee Kun-hee /Net

Saham Samsung C&T dan Samsung Life Insurance masing-masing tercatat naik 20 dan 15 persen pada Senin (26/10) pagi, pasca meninggalnya Pimpinan Samsung Electronics Lee Kun-hee pada Minggu, (25/10) kemarin.

Saham Samsung BioLogics, Samsung SDS dan Samsung Engineering yang mengalami kenaikan.

Lee, yang membangun Samsung Electronics menjadi raksasa teknologi global, meninggal pada hari Minggu pada usia 78 tahun, menyisakan masalah suksesi yang berpotensi pelik bagi anak-anaknya yang melibatkan saham di afiliasi seperti Samsung C&T dan Samsung Life.

Lee adalah pemilik saham terkaya di Korea Selatan, dengan kepemilikan termasuk 4,18 persen saham biasa Samsung Electronics dan 0,08 persen saham preferen, senilai total sekitar 15 triliun won (13,3 miliar dolar AS).

Dia juga memegang 20,76 persen saham Samsung Life senilai 2,6 triliun won, dan 2,88 persen saham Samsung C&T senilai 564 miliar won pada penutupan Jumat.

Samsung mengumumkan kematian Lee pada Minggu (25/10), namun mereka tidak merinci penyebab pasti kematian sang pemimpin. Sebelumnya Lee diketahui telah lumpuh sejak serangan jantung pada 2014.

Lee merupakan pemimpin Samsung Group sejak 1987 hingga 1998. Kemudian pada 1998 sampai 2008 Lee menjabat sebagai ketua dan kepala eksekutif Samsung Electronics.

Lee dilahirkan pada 9 Januari 1942 di Daegu Korea Selatan dari pasangan Park Doo-eul dan Lee Byung-chull, yang mendirikan Samsung beberapa tahun sebelum kelahirannya.

Setelah lulus dari Universitas Waseda di Tokyo pada 1965, ia kemudian melanjutkan pendidikannya belajar di program master di Universitas George Washington tetapi sayang ia tidak menerima gelar.

Dia memulai karirnya di Tongyang Broadcasting Company (afiliasi Samsung pada saat itu) pada 1966.

Setelah itu Lee kemudian bekerja di Samsung C&T, perusahaan konstruksi dan perdagangan konglomerat, sebelum diangkat menjadi wakil ketua Samsung Group pada tahun 1979.

Sebelum menjadi raksasa elektronik dunia, bisnis Samsung awalnya adalah pengekspor buah dan ikan kering.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Wika-CNI Percepat Smelter Feronikel Kolaka, Nilainya Capai Rp 2,8 T Dan 180 Juta Dolar AS
Ekbis

Wika-CNI Percepat Smelter Fe..

29 November 2020 00:45
Bisnis Logistik Tertuntut Berinovasi Agar Bisa Bertahan Dimasa Pandemi Covid-19
Ekbis

Bisnis Logistik Tertuntut Be..

28 November 2020 16:20
Airlangga Hartarto: Program PEN Terbukti Berperan Penting Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi
Ekbis

Airlangga Hartarto: Program ..

28 November 2020 15:09
Gita Wirjawan: Orang Yang Bisa Menemukan Solusi Perubahan Iklim Akan Jadi Triliuner Pertama
Ekbis

Gita Wirjawan: Orang Yang Bi..

28 November 2020 09:50
Presiden Jokowi Terbitkan Perpres Untuk 201 Proyek Strategi Nasional, Nilainya Capai Rp 4.800 Triliun
Ekbis

Presiden Jokowi Terbitkan Pe..

28 November 2020 08:56
Meskipun Perang Dagang Terus Berkobar, Impor Kedelai China Dari AS Tetap Meroket Naik 200 Persen
Ekbis

Meskipun Perang Dagang Terus..

27 November 2020 05:49
bank bjb Dirikan bjb Sekuritas, Perusahaan Efek Daerah Pertama Di Indonesia
Ekbis

bank bjb Dirikan bjb Sekurit..

26 November 2020 15:50
Kondisi Dunia Berubah Usai Covid-19, Ignasius Jonan Ramal Ada Lima Jenis Bisnis Yang Harus Disiapkan Indonesia
Ekbis

Kondisi Dunia Berubah Usai C..

26 November 2020 14:51