Beijing Tanggapi Pelarangan Produk Huawei Oleh Swedia

Ilustrasi/Net

Larangan Swedia terhadap dua perusahaan telekomunikasi China, Huawei Technologies dan ZTE Corp, dari jaringan 5G pada hari Selasa telah mendapat tentangan keras dari Beijing. Mereka menilai bahwa keputusan Swedia itu tidak sehat dan hanya bersifat politis.

Salah satu tentangan itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Liar Negeri Zhao Lijian pada Rabu (21/10). Dia mengatakan bahwa baik Huawei maupun ZTE sudah mematuhi hukum yang berlaku di negara itu.

"Huawei Technologies dan ZTE Corp telah secara ketat mematuhi hukum setempat. Dengan tidak ada satu pun bukti, mereka (Swedia) hanya menekan perusahaan telekomunikasi China dengan alasan [mengancam] keamanan nasional," kata Zhao, seperti dikutip dari CGTN, Kamis (22/10).

"Mereka mempolitisasi aktivitas ekonomi," kata Zhao.

Stockholm mengumumkan keputusan itu menjelang lelang spektrum yang dijadwalkan digelar bulan depan. Menurut Swedish Post and Telecom Authority (PTS), pengaturan kondisi lisensi mengikuti penilaian oleh Angkatan Bersenjata Swedia dan dinas keamanan, yang menyebut China sebagai salah satu ancaman terbesar terhadap Swedia.

Pihak berwenang Swedia memberi batas waktu kepada perusahaan dalam lelang hingga 1 Januari 2025 untuk menghapus peralatan Huawei dan ZTE dari infrastruktur mereka yang ada.

"Larangan tersebut membuat operator jaringan memiliki lebih sedikit pilihan dan risiko memperlambat peluncuran 5G di pasar di mana persaingan berkurang," kata Ben Wood, kepala penelitian di perusahaan komunikasi seluler riset terkemuka CCS Insight, seperti dikutip dari Reuters.

Dengan larangan tersebut, raksasa telekomunikasi yang berbasis di Swedia, Ericsson, saingan terbesar Huawei dalam teknologi 5G, kemungkinan besar akan menjadi salah satu penerima manfaat.

Analis politik dan hubungan internasional Inggris Tom Fowdy mempertanyakan keabsahan langkah tersebut. Secara khusus, dia menunjukkan bahwa produk Swedia telah dihargai secara luas dan digunakan di China.

"Orang harus mempertanyakan apakah adil jika Swedia melarang Huawei dan ZTE. Apakah ini timbal balik pada akses pasar yang terus diminta oleh Eropa?"

"China membuka pasarnya, tetapi seperti yang terlihat oleh daftar entitas baru dan undang-undang kontrol ekspor, China juga melengkapi dirinya dengan alat untuk menangani negara-negara yang tidak bermain adil," tulis Fowdy dalam opini CGTN.

Pada hari Selasa, Kedutaan Besar China di Stockholm juga menolak tuduhan bahwa Huawei dan ZTE merupakan ancaman bagi keamanan nasional Swedia.

"Kami mendesak pemerintah Swedia untuk mematuhi prinsip-prinsip pasar dari pembangunan terbuka dan persaingan yang sehat, dan mempertimbangkan kembali keputusan yang relevan," tulis kedutaan di situsnya.

"Kami dengan tegas menentang penyalahgunaan konsep 'keamanan nasional' dan menolak perusahaan tertentu dari negara tertentu," tambahnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Wika-CNI Percepat Smelter Feronikel Kolaka, Nilainya Capai Rp 2,8 T Dan 180 Juta Dolar AS
Ekbis

Wika-CNI Percepat Smelter Fe..

29 November 2020 00:45
Bisnis Logistik Tertuntut Berinovasi Agar Bisa Bertahan Dimasa Pandemi Covid-19
Ekbis

Bisnis Logistik Tertuntut Be..

28 November 2020 16:20
Airlangga Hartarto: Program PEN Terbukti Berperan Penting Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi
Ekbis

Airlangga Hartarto: Program ..

28 November 2020 15:09
Gita Wirjawan: Orang Yang Bisa Menemukan Solusi Perubahan Iklim Akan Jadi Triliuner Pertama
Ekbis

Gita Wirjawan: Orang Yang Bi..

28 November 2020 09:50
Presiden Jokowi Terbitkan Perpres Untuk 201 Proyek Strategi Nasional, Nilainya Capai Rp 4.800 Triliun
Ekbis

Presiden Jokowi Terbitkan Pe..

28 November 2020 08:56
Meskipun Perang Dagang Terus Berkobar, Impor Kedelai China Dari AS Tetap Meroket Naik 200 Persen
Ekbis

Meskipun Perang Dagang Terus..

27 November 2020 05:49
bank bjb Dirikan bjb Sekuritas, Perusahaan Efek Daerah Pertama Di Indonesia
Ekbis

bank bjb Dirikan bjb Sekurit..

26 November 2020 15:50
Kondisi Dunia Berubah Usai Covid-19, Ignasius Jonan Ramal Ada Lima Jenis Bisnis Yang Harus Disiapkan Indonesia
Ekbis

Kondisi Dunia Berubah Usai C..

26 November 2020 14:51