Pandemik, Pekerja Taiwan Yang Dirumahkan Meningkat Melewati 17 Ribu

Ilustrasi/Net

Jumlah pekerja yang cuti di Taiwan mengalami peningkatan selama seminggu terakhir karena dampak ekonomi dari langkah-langkah pembatasan terkait virus corona.
 
Kementerian Tenaga Kerja mengungkapkan, jumlah pekerja yang telah mencapai kesepakatan dengan majikan mereka untuk ditempatkan pada program cuti tidak dibayar berjumlah 17.009. Naik 144 dari 16.865 pada pekan lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh kementerian, mengutip CNA, Kamis (24/9).

Sementara itu, jumlah pemberi kerja yang mendapatkan program cuti tidak dibayar meningkat 53 menjadi 893 selama periode satu minggu.

Sebagian besar kenaikan selama seminggu terakhir terjadi pada industri ritel dan grosir, logistik dan  pergudangan, penginapan dan makanan dan minuman, serta sektor jasa, termasuk perusahaan konsultan pendidikan yang menawarkan pilihan studi di luar negeri secara global.

Taipei mengalami pertumbuhan terbesar dalam jumlah pemberi kerja yang menerapkan program cuti tidak dibayar selama seminggu terakhir, meningkat menjadi 251 dari 226.

Huang Wei-chen, wakil direktur Departemen Standar Tenaga Kerja dan Kesetaraan Ketenagakerjaan, mengaitkan pertumbuhan terbesar di Taipei dengan kontrol perbatasan yang berkelanjutan yang telah merugikan industri lokal.

Pertumbuhan jumlah perusahaan yang melaksanakan program cuti tidak dibayar naik secara signifikan melampaui kenaikan jumlah pekerja yang cuti selama seminggu terakhir.

Industri eceran dan grosir mencatat jumlah pemberi kerja tertinggi yang mendapatkan program cuti tidak dibayar adalah 307, diikuti oleh sektor manufaktur sejumlah 270 dan industri jasa penunjang sebesar 80.

Sektor manufaktur mencatat jumlah terbesar pekerja cuti, dengan 10.263 selama seminggu terakhir, di atas industri eceran dan grosir dengan 2.882 dan sektor logistik dan pergudangan dengan 1.388 orang.
 
Sebagian besar perusahaan yang melaksanakan program cuti adalah perusahaan kecil dengan tenaga kerja kurang dari 50 orang.

Program cuti tidak dibayar ini biasanya berlangsung kurang dari tiga bulan dan melibatkan karyawan yang mengambil lima hingga delapan hari cuti tidak dibayar per bulan, menurut kementerian.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Target Terpenuhi, China Selesai Bangun 500 Ribu BTS 5G Lebih Cepat Dari Jadwal
Ekbis

Target Terpenuhi, China Sele..

24 Oktober 2020 13:34
bank bjb Raih Penghargaan The Strongest Regional Bank
Ekbis

bank bjb Raih Penghargaan Th..

24 Oktober 2020 10:51
Pandemi, Saham Intel Jatuh
Ekbis

Pandemi, Saham Intel Jatuh

24 Oktober 2020 08:03
Survei Terbaru Pasca Debat: 70 Persen Investor Global Lebih Senang Jika Joe Biden Menang
Ekbis

Survei Terbaru Pasca Debat: ..

24 Oktober 2020 06:59
Curhat CEO Huawei: Saat Ini Kami Berada Dalam Masa Yang Sangat Sulit
Ekbis

Curhat CEO Huawei: Saat Ini ..

24 Oktober 2020 06:11
Amazon Gelontorkan Dana 100 Juta Dolar AS Untuk Memperluas Aktivitas Di Meksiko
Ekbis

Amazon Gelontorkan Dana 100 ..

23 Oktober 2020 13:47
Pemerintah Beri Stimulus PSC Di 5 Bandara, Tiket Pesawat Akan Lebih Murah
Ekbis

Pemerintah Beri Stimulus PSC..

22 Oktober 2020 22:57
Hebat, Realisasi Penyaluran Dana PEN bank bjb Lampaui Target
Ekbis

Hebat, Realisasi Penyaluran ..

22 Oktober 2020 20:10