FinCEN Files, Catatan Transaksi Miliaran Dolar "Uang Kotor" Para Penipu Hingga Mafia Yang Bocor

Ilustrasi/Net

Dokumen berisi 2.657 halaman yang disebut sebagai FinCEN Files telah menggegerkan dunia. Bagaimana tidak, dokumen tersebut merupakan catatan transaksi "uang kotor" di seluruh dunia yang nilainya mencapai 2 triliun dolar AS atau sekitar Rp 28.000 triliun.

Dalam dokumen yang bocor tersebut ada sekitar 2.100 suspicious activity reports (SAR) atau laporan aktivitas mencurigakan. SARS adalah bukti yang bank kirimkan ke pihak berwenang ketika mereka mencurigai pelanggan yang berbuat kriminal.

Secara hukum, dimuat bank harus tahu siapa klien mereka. Selain itu, mereka juga sebisa mungkin memiliki bukti aktivitas kriminal klien jika ingin berhenti memindahkan uang tunai.

Dimuat BBC pada Senin (21/9), FinCEN Files menunjukkan beberapa bank raksasa mengizinkan aktivitas kriminal dengan memindahkan "uang kotor" ke seluruh dunia.

"FinCEN Files adalah wawasan tentang apa yang bank ketahui mengenai arus besar uang kotor di seluruh dunia," ujar Fergus Shiel dari Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ).

Pada awalnya, dokumen SAR dibocorkan ke situs Buzzfeed dan dibagikan ke ICIJ yang selama ini juga menangani Panama Papers dan Paradise Papers.

Disebut FinCEN karena dokumen itu ternyata sudah diserahkan ke Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan AS atau FinCEN. Di mana dokumen yang bocor itu hanya sebagian kecil transaksi antara tahun 2000 hingga 2017.

Di dalam dokumen tersebut juga muncul bocoran bahwa HSBC telah mengizinkan penipu untuk memindahkan jutaan dolar "uang kotor" di seluruh dunia, bahkan setelah mereka mengetahui kejahatan tersebut.

Deutsche Bank juga disebut memindahkan uang hasil pencucian bagi kelompok teroris hingga pengedar narkoba.

FinCEN Files juga menyebut, JP Morgan membantu seorang bos mafia Rusia, Semion Mogilevich, untuk memindahkan uangnya sebesar 1 miliar dolar AS tanpa diketahui siapa pemiliknya.

Mogilevich sendiri masuk dalam daftar 10 orang yang paling dicari oleh FBI.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Biaya Logistik Masih Tinggi, Pemerintah Diminta Perbanyak Pusat Logistik Berikat
Ekbis

Biaya Logistik Masih Tinggi,..

22 Oktober 2020 14:39
Beijing Tanggapi Pelarangan Produk Huawei Oleh Swedia
Ekbis

Beijing Tanggapi Pelarangan ..

22 Oktober 2020 12:14
Penyelesaian Sengketa Sawit Di WTO Tersendat Pandemik, Indonesia Maju Terus Dengan Mendorong Isu Positif
Ekbis

Penyelesaian Sengketa Sawit ..

22 Oktober 2020 07:11
IPEX Virtual BTN Sedot Dua Juta Lebih Pengunjung
Ekbis

IPEX Virtual BTN Sedot Dua J..

21 Oktober 2020 21:41
Ekspor Jam Tangan Swiss Menurun, Pasar China Jadi Harapan
Ekbis

Ekspor Jam Tangan Swiss Menu..

21 Oktober 2020 10:42
KBRI Promosikan Produk Pertanian Indonesia di Tiongkok, Termasuk Durian
Ekbis

KBRI Promosikan Produk Perta..

21 Oktober 2020 10:02
Di Tengah Pandemi, Swiss UBS Raih Laba Berkali Lipat Di Kuartal Ketiga
Ekbis

Di Tengah Pandemi, Swiss UBS..

21 Oktober 2020 08:20
Swedia Ikuti Jejak AS Singkirkan Huawei, Nokia Dan Ericsson Ketiban Untung
Ekbis

Swedia Ikuti Jejak AS Singki..

21 Oktober 2020 08:03