Lolos Tahap Pertama Pemilihan Dirjen WTO, Mendag Korsel Ingin Perkuat Perdagangan Multilateral

Menteri Perdagangan Korea Selatan, Yoo Myung-hee/Net

Pemilihan Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sudah memasuki putaran kedua. Dari delapan kandidat, lima di antaranya berhasil lolos.

Menteri Perdagangan Korea Selatan, Yoo Myung-hee berhasil melewati proses seleksi tahap pertama bersama dengan Ngozi Okonjo-Iweala dari Nigeria, Amina C. Mohamed dari Kenya, Mohammad Maziad Al-Tuwaijri dari Arab Saudi, dan Liam Fox dari Inggris.

"Yoo bisa melaju ke putaran kedua, karena dia membuktikan kualifikasi dan bakatnya sebagai menteri perdagangan yang sedang menjabat," demikian pernyataan Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan.

Sementara itu, Jesus Seade Kuri dari Meksiko, Abdel-Hamid Mamdouh dari Mesir, dan Tudor Ulianovschi dari Moldova dinyatakan tereliminasi.

Dilaporkan Yonhap pada Jumat (18/9), putaran kedua proses eliminasi akan dimulai pada Kamis (25/9) hingga 6 Oktober. Dalam tahap tersebut, tiga dari lima kandidat akan disingkirkan.

Artinya, dua calon akan berebut untuk posisi tertinggi di WTO. Keduanya akan dipilih melalui konsensus 164 negara anggota yang direncanakan akan dilakukan pada awal November.

Sejauh ini, Yoo telah melakukan kampanye dengan fokus untuk membangun kembali kepercayaan pada sistem perdagangan multilateral yang lebih relevan, tangguh, dan responsif.

Ia juga telah mencari dukungan ke Amerika Serikat (AS), Swiss, dan Prancis.

Dukungan dari AS dianggap menjadi penting dalam memenangkan posisi Direktur Jenderal WTO, mengingat Washington adalah kontributor terbesar bagi badan perdagangan dunia itu.

Jika terpilih sebagai Direktur Jenderal WTO, Yoo harus bersiap meredakan ketegangan perdagangan antara AS dan China maupun Korea Selatan dan Jepang.

Selain itu, ia juga harus meningkatkan peran WTO dalam menangani dan menyelesaikan sengketa perdagangan multilateral, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

Yoo merupakan salah satu kandidat yang paling mumpuni dengan 25 tahun pengalaman di dunia perdagangan dan sektor terkait. Ia berhasil melakukan negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Korea-China FTA, hingga Korea-US FTA.

Yoo sendiri adalah orang Korea Selatan ketiga yang mencalonkan diri untuk posisi tersebut. Sebelumnya, pada 1994 dan 2012, dua warga Korea Selatan gagal untuk mencapainya.

Yoo diangkat sebagai menter perdagangan pada Februari 2019. Yoo fasih berbahasa Inggris dan menjabat sebagai juru bicara kantor kepresidenan untuk koresponden asing selama pemerintahan Park Geun-hye.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Biaya Logistik Masih Tinggi, Pemerintah Diminta Perbanyak Pusat Logistik Berikat
Ekbis

Biaya Logistik Masih Tinggi,..

22 Oktober 2020 14:39
Beijing Tanggapi Pelarangan Produk Huawei Oleh Swedia
Ekbis

Beijing Tanggapi Pelarangan ..

22 Oktober 2020 12:14
Penyelesaian Sengketa Sawit Di WTO Tersendat Pandemik, Indonesia Maju Terus Dengan Mendorong Isu Positif
Ekbis

Penyelesaian Sengketa Sawit ..

22 Oktober 2020 07:11
IPEX Virtual BTN Sedot Dua Juta Lebih Pengunjung
Ekbis

IPEX Virtual BTN Sedot Dua J..

21 Oktober 2020 21:41
Ekspor Jam Tangan Swiss Menurun, Pasar China Jadi Harapan
Ekbis

Ekspor Jam Tangan Swiss Menu..

21 Oktober 2020 10:42
KBRI Promosikan Produk Pertanian Indonesia di Tiongkok, Termasuk Durian
Ekbis

KBRI Promosikan Produk Perta..

21 Oktober 2020 10:02
Di Tengah Pandemi, Swiss UBS Raih Laba Berkali Lipat Di Kuartal Ketiga
Ekbis

Di Tengah Pandemi, Swiss UBS..

21 Oktober 2020 08:20
Swedia Ikuti Jejak AS Singkirkan Huawei, Nokia Dan Ericsson Ketiban Untung
Ekbis

Swedia Ikuti Jejak AS Singki..

21 Oktober 2020 08:03