Gerbang Tani: Pemerintah Jangan Buat Kebijakan Cukai Yang Memperparah Industri!

Diskusi Ngobrol Bareng Petani Tembakau bertajuk Dampak Regulasi Cukai Terhadap Penyerapan Panen Tembakau/Ist

Sudah saatnya pemerintah fokus pada kebijakan yang kondusif bagi petani tembakau dan industri hasil tembakau (IHT).

Hal itu disampaikan Sekjen Gerbang Tani Billy Aries berkenaan dengan rencana pemerintah untuk menaikkan cukai rokok. Menurutnya, kenaikan cukai secara serampangan akan mengakibatkan kehancuran petani tembakau.

Terlebih saat ini petani tembakau sedang dihadapkan dengan tiga tantangan utama, yakni menurunnya pendapatan, risiko iklim yang tidak bisa dihindari, dan kurangnya teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas.

"Kurangnya teknologi modern pada perkebunan tembakau yang biasanya berukuran kurang dari 2 hektare, berdampak pada sangat rendahnya level produktivitas di Indonesia," ujar Billy dalam acara Ngobrol Bareng Petani Tembakau bertajuk Dampak Regulasi Cukai Terhadap Penyerapan Panen Tembakau, Minggu (13/9).

Kenaikan cukai tentu akan berdampak langsung kepada petani tembakau. Terlebih saat ini mereka juga dihadapkan dengan pandemi Covid-19 yang suka tidak suka turut emberi dampak negatif.

"Pemerintah jangan membuat kebijakan cukai yang makin memperparah situasi industri," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gerbang Tani Idham Arsyad mengatakan, saat ini Indonesia memproduksi 152.319 ton daun tembakau pada 2017, dan menjadi produsen daun tembakau terbesar ke-6 di dunia setelah China, Brasil, India, Amerika Serikat (AS), dan Zimbabwe pada 2019.

Volume produksi tembakau Indonesia dan produktivitasnya merupakan yang paling rendah di antara enam negara produsen tersebut.

"Penggunaan teknologi yang sudah ketinggalan menghambat produktivitas industri perkebunan tembakau hingga berada jauh di bawah negara produsen daun tembakau lainnya," jelasnya.

Selain itu, kebijakan yang tidak terintegrasi antardepartemen juga membuat petani terus berjuang untuk hidup dari tanaman yang membutuhkan pengerjaan yang intensif ini.

"Industri rokok di Indonesia adalah kontributor lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi, dan pendapatan pajak yang signifikan. Rokok adalah produk tembakau yang paling populer yang dicari oleh 1,1 miliar konsumen di seluruh dunia," tuturnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Wika-CNI Percepat Smelter Feronikel Kolaka, Nilainya Capai Rp 2,8 T Dan 180 Juta Dolar AS
Ekbis

Wika-CNI Percepat Smelter Fe..

29 November 2020 00:45
Bisnis Logistik Tertuntut Berinovasi Agar Bisa Bertahan Dimasa Pandemi Covid-19
Ekbis

Bisnis Logistik Tertuntut Be..

28 November 2020 16:20
Airlangga Hartarto: Program PEN Terbukti Berperan Penting Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi
Ekbis

Airlangga Hartarto: Program ..

28 November 2020 15:09
Gita Wirjawan: Orang Yang Bisa Menemukan Solusi Perubahan Iklim Akan Jadi Triliuner Pertama
Ekbis

Gita Wirjawan: Orang Yang Bi..

28 November 2020 09:50
Presiden Jokowi Terbitkan Perpres Untuk 201 Proyek Strategi Nasional, Nilainya Capai Rp 4.800 Triliun
Ekbis

Presiden Jokowi Terbitkan Pe..

28 November 2020 08:56
Meskipun Perang Dagang Terus Berkobar, Impor Kedelai China Dari AS Tetap Meroket Naik 200 Persen
Ekbis

Meskipun Perang Dagang Terus..

27 November 2020 05:49
bank bjb Dirikan bjb Sekuritas, Perusahaan Efek Daerah Pertama Di Indonesia
Ekbis

bank bjb Dirikan bjb Sekurit..

26 November 2020 15:50
Kondisi Dunia Berubah Usai Covid-19, Ignasius Jonan Ramal Ada Lima Jenis Bisnis Yang Harus Disiapkan Indonesia
Ekbis

Kondisi Dunia Berubah Usai C..

26 November 2020 14:51