Masih Musuhan, China Tetap Tunaikan Janji Borong 664 Ribu Ton Kedelai AS

Seorang pekerja melihat kedelai impor diangkut di sebuah pelabuhan di Nantong, provinsi Jiangsu, China/Net

Meskipun ada ketegangan antara Amerika Serikat dan China, sebuah kabar kontradiktif justru muncul dari sektor perdagangan kedua negara.

Departemen Pertanian Amerika (USDA) pada hari Selasa (8/9) mengumumkan bahwa China telah membuat kesepakatan untuk membeli 664 ribu ton kedelai, total harian terbesar sejak 22 Juli, untuk pengiriman pada tahun pemasaran 2020/2021.

Penjualan tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian pembelian besar komoditas pertanian AS oleh China, yang berjanji untuk mengimpor barang pertanian AS dalam jumlah besar tahun ini sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan Fase 1 yang ditandatangani pada Januari lalu.

Namun, pembelian China pada paruh pertama tahun ini hanya mencapai 7,274 miliar dolar AS, menurut data perdagangan Biro Sensus AS. Sementara, kesepakatan perdagangan meminta  36,5 miliar dolar AS dalam pembelian tahunan.

Di hari yang sama, USDA juga mengatakan bahwa eksportir swasta melaporkan penjualan 101.600 ton jagung untuk pengiriman tahun 2020/2021.

China telah meningkatkan impor jagung AS, karena negara itu menghadapi kekurangan jagung dalam beberapa tahun. Lonjakan harga jagung yang tajam yang dibutuhkan bagi sektor peternakan babi, susu, dan unggas raksasa China, merupakan yang terbaru dari serangkaian gangguan yang ditimbulkan dari wabah penyakit babi, gangguan yang dipicu pandemik bagi pemasok internasional, dan peringatan akan adanya kesenjangan pasokan makanan yang semakin besar.

Setelah berbulan-bulan mencatat rekor impor kedelai dari Brasil, China kemudian beralih membeli lebih banyak kedelai dan barang lain dari Amerika Serikat. Importir komoditas utama dunia telah membeli jagung, babi, dan unggas AS dengan volume rekor tahun ini, dan bulan lalu mencatat pembelian mingguan terbesar untuk daging sapi AS.

Ekspor kedelai AS ke China biasanya meningkat pada kuartal keempat tahun ini setelah masa panen AS dan karena pasokan dari eksportir utama Brasil menipis.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

FinCEN Files, Catatan Transaksi Miliaran Dolar
Ekbis

FinCEN Files, Catatan Transa..

21 September 2020 15:53
Genjot Transformasi Digital, BTN Bakal Akuisisi 25.000 EDC
Ekbis

Genjot Transformasi Digital,..

21 September 2020 14:37
Daya Beli Terus Menurun, Tim Ekonomi Pemerintah Gagal Selamatkan UMKM
Ekbis

Daya Beli Terus Menurun, Tim..

21 September 2020 14:27
Lolos Tahap Pertama Pemilihan Dirjen WTO, Mendag Korsel Ingin Perkuat Perdagangan Multilateral
Ekbis

Lolos Tahap Pertama Pemiliha..

21 September 2020 12:56
Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan IMF 2020
Ekbis

Dirut bank bjb Yuddy Renaldi..

19 September 2020 16:50
WTO: Transportasi Udara Jadi Sektor Yang Paling Terdampak Covid-19
Ekbis

WTO: Transportasi Udara Jadi..

18 September 2020 18:57
Ingin Tahu Trik Promosi Digital? Yuk Ikuti  Bincang Bisnis Online bank bjb
Ekbis

Ingin Tahu Trik Promosi Digi..

17 September 2020 19:58
BTN Optimis Penyaluran Kredit Dari Dana PEN Bakal Lampaui Target
Ekbis

BTN Optimis Penyaluran Kredi..

17 September 2020 19:42