Kenaikan Target Cukai Perlu Dibarengi Dengan Regulasi Tepat Sasaran, Khususnya Kategori HPTL

Sekretaris Jenderal Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia (Appnindo), Roy Lefrans/Repro

Target pendapatan negara dari sektor cukai berdasarkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021 sebesar Rp 178,5 triliun atau naik 8,2% dibandingkan dengan yang tercantum pada Perpres 72/2020 sebesar Rp 164,9 triliun.

Dengan kenaikan target tersebut, pemerintah perlu mengoptimalkan seluruh produk cukai, termasuk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) yang kini telah dikenakan cukai dengan tarif sebesar 57%, atau merupakan tarif maksimal menurut UU Cukai 39/2007.

Tahun pertama pengenaan cukai pada kategori HPTL (Oktober-Desember 2018), industri ini menyumbang Rp 154 miliar. Tahun berikutnya di 2019, kontribusi cukai meningkat 3 kali lipat ke angka Rp 426 miliar.

“Meskipun penerimaan negara dari cukai produk HPTL meningkat di tahun pertama, namun kontribusinya baru sekitar 0,3% dari total penerimaan cukai hasil tembakau. Industri ini butuh ruang gerak untuk bertahan dan terus berkembang melalui kebijakan regulasi mau pun cukai yang tepat sasaran,” tutur Sekretaris Jenderal Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia (Appnindo), Roy Lefrans dalam diskusi daring, Rabu (26/8).

Dijelaskan, industri vape sejauh ini telah menyerap tenaga kerja langsung sebanyak lebih 50 ribu orang. Angka tersebut belum termasuk tenaga kerja yang ada di toko ritel, dan yang terlibat dari industri pendukung. Pun demikian berdasarkan data Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI).

"Saat ini, jumlah pelaku industri vape di Indonesia mencapai lebih dari 5 ribu pengecer, lebih dari 300 produsen likuid, dan lebih dari 100 produsen alat dan aksesoris, dan sebagian besar dari jumlah tersebut adalah UMKM yang masih pada tahapan awal dalam pengembangan bisnisnya," jelas Sekretaris Umum APVI, Garindra Kartasasmita.

Pada dasarnya, penetapan target cukai yang ditetapkan pemerintah tak menjadi masalah asalkan kenaikan tersebut tak memberatkan industri vape di seluruh Indonesia yang masih berusaha pulih dari dampak pandemik Covid-19.

Pemerintah juga diharapkan dapat menerapkan struktur cukai spesifik untuk produk vape yang dianggap sebagai struktur paling tepat untuk mencapai kesederhanaan dan transparansi, berkelanjutan, dan mendorong kepatuhan produsen.

"Kami juga berharap pemerintah mempertimbangkan kebijakan cukai yang proporsional dengan risiko kesehatan, yang dapat memberikan kesempatan bagi perokok dewasa untuk beralih ke produk yang lebih rendah risiko,” tandas Ketua Aliansi Vaporiser Bali (AVB), I Gde Agus Mahartika.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Target Terpenuhi, China Selesai Bangun 500 Ribu BTS 5G Lebih Cepat Dari Jadwal
Ekbis

Target Terpenuhi, China Sele..

24 Oktober 2020 13:34
bank bjb Raih Penghargaan The Strongest Regional Bank
Ekbis

bank bjb Raih Penghargaan Th..

24 Oktober 2020 10:51
Pandemi, Saham Intel Jatuh
Ekbis

Pandemi, Saham Intel Jatuh

24 Oktober 2020 08:03
Survei Terbaru Pasca Debat: 70 Persen Investor Global Lebih Senang Jika Joe Biden Menang
Ekbis

Survei Terbaru Pasca Debat: ..

24 Oktober 2020 06:59
Curhat CEO Huawei: Saat Ini Kami Berada Dalam Masa Yang Sangat Sulit
Ekbis

Curhat CEO Huawei: Saat Ini ..

24 Oktober 2020 06:11
Amazon Gelontorkan Dana 100 Juta Dolar AS Untuk Memperluas Aktivitas Di Meksiko
Ekbis

Amazon Gelontorkan Dana 100 ..

23 Oktober 2020 13:47
Pemerintah Beri Stimulus PSC Di 5 Bandara, Tiket Pesawat Akan Lebih Murah
Ekbis

Pemerintah Beri Stimulus PSC..

22 Oktober 2020 22:57
Hebat, Realisasi Penyaluran Dana PEN bank bjb Lampaui Target
Ekbis

Hebat, Realisasi Penyaluran ..

22 Oktober 2020 20:10