Perusahaan Lokal Cuma Jago Kandang Jadi Penyebab Ekonomi Indonesia Terjebak

Peneliti Institute Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian/Net

Perekonomian Indonesia bisa ditopang melalui perusahaan-perusahaan lokal yang go internasional. Namun sayangnya, masih sedikit perusahaan lokal yang diakui dunia.

Peneliti Institute Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian mengatakan, majalah forbes pernah merilis 500 perusahaan terbaik dunia yang tersebar di banyak negara.

"Kalau kita lihat majalah forbes 500 itu hanya kurang dari 10 perusahaan Indonesia masuk ke forbes 500," ungkap Dzulfian dalam diskusi virtual Indef, Rabu (12/8).

Tapi mirisnya, 10 perusahaan yang masuk ke 500 besar terbaik dunia itu tidak mampu memperluas pasarnya hingga ke tingkat global.

Sebagai contoh, Dzulfian menyebutkan beberapa perusahaan BUMN yang bergerak di sektor keuangan tidak mampu ekspansi hingga ke banyak negara di dunia.

"Dan kalau kita breakdown lagi, sebagian besar perusahaan-perusahaan itu adalah perusahaaan jago kandang. Sebagian besar lagi adalah perusahan bekerja di sektor perbankan atau keuangan seperti bank Mandiri, BNI BRI," bebernya.

Oleh karena itu, lanjut Dzulfian, jago kandangnya perusahaan-perusahaan Indonesia ini justru menghambat perbaikan ekonomi di Indonesia. Di mana salah satunya ialah terjebak sebagai negara berpendapatan menengah (middle income trap).

"Apa sih hambatan perusahaan Indonesia kok tidak go global? Karena tanpa kuatnya perusahaan Indonesia yang bisa bertarung di level global, maka isu-isu seperti lemahnya mata uang rupiah terhadap dolar, atau neraca perdagangan yang negatif, ancaman midle income trap itu akan terus terjadi," bebernya.

"Kalaupun mereka buka cabang di luar negeri biasa hanya ngurusin ekspatriat yang ada di luar negeri, tapi bukan strategi mereka menaklukan dunia, menaklukan pasar negara-negara lain," demikian Dzulfian Syafrian.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

FinCEN Files, Catatan Transaksi Miliaran Dolar
Ekbis

FinCEN Files, Catatan Transa..

21 September 2020 15:53
Genjot Transformasi Digital, BTN Bakal Akuisisi 25.000 EDC
Ekbis

Genjot Transformasi Digital,..

21 September 2020 14:37
Daya Beli Terus Menurun, Tim Ekonomi Pemerintah Gagal Selamatkan UMKM
Ekbis

Daya Beli Terus Menurun, Tim..

21 September 2020 14:27
Lolos Tahap Pertama Pemilihan Dirjen WTO, Mendag Korsel Ingin Perkuat Perdagangan Multilateral
Ekbis

Lolos Tahap Pertama Pemiliha..

21 September 2020 12:56
Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan IMF 2020
Ekbis

Dirut bank bjb Yuddy Renaldi..

19 September 2020 16:50
WTO: Transportasi Udara Jadi Sektor Yang Paling Terdampak Covid-19
Ekbis

WTO: Transportasi Udara Jadi..

18 September 2020 18:57
Ingin Tahu Trik Promosi Digital? Yuk Ikuti  Bincang Bisnis Online bank bjb
Ekbis

Ingin Tahu Trik Promosi Digi..

17 September 2020 19:58
BTN Optimis Penyaluran Kredit Dari Dana PEN Bakal Lampaui Target
Ekbis

BTN Optimis Penyaluran Kredi..

17 September 2020 19:42