Ekonomi Minus 5,32 Persen, SNNU: Krisis Tidak Akan Meluas Jika Petani, Nelayan Dan UMKM Diperhatikan

Ketua SNNU, Witjaksono/RMOL

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua atau triwulan kedua tahun 2020.

Hasilnya, pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada kuartal kedua ini mengalami kontraksi yang cukup keras akibat pandemik Covid-19, yang menghantam hampir seluruh sektor perekonomian.

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada kuartal II 2020 ini mengalami kontraksi sebesar minus 5,32 persen.

Merespons rilis BPS itu, Ketua Serikat Nelayan Nadlatul Ulama (SNNU), Witjaksono mengajak seluruh elemen bangsa untuk meyakini bahwa Indonesia berbeda dengan negara lain.

Witjaksono berargumen bahwa Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang jauh lebih lengkap.

Menurutnya, meski saat ini Indonesia sedang mengalami krisis, ia meyakini tidak akan memberi efek luas di masyarakat.

"Meski Indonesia minus 5,32 persen kita harus percaya Indonesia beda dengan negara lain raw material (bahan baku) dan sumberdaya alam di negara kita jauh lebih melimpah dari negara lain baik sektor darat maupun laut," demikian kata Witjaksono saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/9).

Meski demikian, optimisme yang dimaksud Witjak ialah harus dibarengi oleh komitmen pemerintah dalam memperluas pola pemberdayaan keumatan seperti nelayan, petani dan pelaku UMKM.

"Sepanjang masyarakat yang notabene nelayan, petani dan UMKM diberdayakan maksimal, dengan memberi ruang sebagai subjek pelaku ekonomi. Butuh konsistensi pemerintah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi keumatan," demikian ulasan Wakil ketua Umum Perkumpulan Pengusaha dan Profesioanl Nahdliyin (P2N-PBNU) ini.

Witjak juga berharap, pemerintah perlu memberikan perhatian dan ruang yang lebih pada organisasi yang memiliki basis massa luas.

Perhatian lebih terhadap organisasi berbasis massa besar, tambah Witjak akan sangat penting untuk menggerakkan ekonomi nasional.

"Saya berharap pemerintah memberikan ruang yang lebih kepada organisasi yang memiliki basis massa besar, seperti NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah yang notabene memiliki pernanan vital dalam menggerakkan ekonomi nasional," demikian kata Witjaksono.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

FinCEN Files, Catatan Transaksi Miliaran Dolar
Ekbis

FinCEN Files, Catatan Transa..

21 September 2020 15:53
Genjot Transformasi Digital, BTN Bakal Akuisisi 25.000 EDC
Ekbis

Genjot Transformasi Digital,..

21 September 2020 14:37
Daya Beli Terus Menurun, Tim Ekonomi Pemerintah Gagal Selamatkan UMKM
Ekbis

Daya Beli Terus Menurun, Tim..

21 September 2020 14:27
Lolos Tahap Pertama Pemilihan Dirjen WTO, Mendag Korsel Ingin Perkuat Perdagangan Multilateral
Ekbis

Lolos Tahap Pertama Pemiliha..

21 September 2020 12:56
Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan IMF 2020
Ekbis

Dirut bank bjb Yuddy Renaldi..

19 September 2020 16:50
WTO: Transportasi Udara Jadi Sektor Yang Paling Terdampak Covid-19
Ekbis

WTO: Transportasi Udara Jadi..

18 September 2020 18:57
Ingin Tahu Trik Promosi Digital? Yuk Ikuti  Bincang Bisnis Online bank bjb
Ekbis

Ingin Tahu Trik Promosi Digi..

17 September 2020 19:58
BTN Optimis Penyaluran Kredit Dari Dana PEN Bakal Lampaui Target
Ekbis

BTN Optimis Penyaluran Kredi..

17 September 2020 19:42