Krisis Ekonomi Di Pelupuk Mata, Akademisi UI: Jangan Sampai Resesi Berujung Depresi

Dosen Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi/Rep

Prediksi ekonomi Indonesia yang pada kuartal II bakal minus gegara pandemik virus corona baru (Covid-19) turut dikomentari dosen Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi.

Dia memberikan warning kepada pemerintah untuk menahan pertumbuhan ekonomi domestik agar tidak anjlok begitu dalam, dan bahkan sampai berujung kepada resesi.

"Resesi bisa berujung depresi kalau kita gagal menjungkit perekonomian," ujar Fithra dalam diskusi virtual Policy Centre Iluni UI bertajuk 'Meninjau Kebijakan Transisi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19', Sabtu (1/8).

Dari sejumlah indikator-indikator perekonomian yang dihimpunnya, Fithra memang telah melihat tanda-tanda perbaikan ekonomi di sejumlah sektor untuk periode Maret hingga Juni 2020.

Di mana salah satunya adalah terkait dengan naiknya angka Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipekerjakan ke luar negeri, yang pada bulan Maret sempat turun leber 20-30 hingga akhirnya menanjak kembali di bulan April.  

"PMI adalah yang menggambarkan geliat industri, turun dari traseholdnya yang 50, kalau di bawah 50 maka jelek. Nah bulan Mei ke Juni itu PMI naik antara 28,6 menjadi 39. Meskipun masih di bawah 50 ini bagus, menandakan geliat idustri," katanya.

Disamping itu, angka inflasi yang dicatat Fithra juga naik dari konsensus sejumlah ekonom yang sebesar 0,038 persen untuk bulan Juni.

"Bahkan proyeksi saya sendiri di bulan Juni deflasi, tapi ini yang terjadi inflasi 0,18 persen. Ini artinya ada peningkatan," ucapnya.

Meski begitu, Fithra memandang pemerintah sedang berada di ujung tanduk di sisa-sisa energinya untuk membalikan keadaan dari ancaman krisis ekonomi menjadi pemulihan dan atau perbaikan ekonomi.

Untuk itu, dia berharap pemerintah bisa mempertahankan kenaikan angka PMI yang sudah membaik, agar kegiatan industri kembali bergeliat dan ekonomi bisa tumbuh positif, hingga akhirnya resesi bisa terhindarkan.

"Ini yang harus kita hindari (resesi). Jangan sampai resesi berujung depresesi, harus segara, cepat-cepat, kalau tidak kita akan kehilangan momemtum untuk menjungkit perekonomian," demikian Fithra Faisal Hastiadi menambahkan.

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | AHY Semakin Aduhai

Kamis, 13 Agustus 2020
Video

TANYA JAWAB CAK ULUNG | Seputar Aksi Menyelamatkan Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Erick Thohir Bocorkan Tujuan Utama Program Indonesia Tumbuh
Ekbis

Erick Thohir Bocorkan Tujuan..

15 Agustus 2020 13:29
Ekonom: Pengelolaan APBN Yang Tidak Pasti Bisa Jadi Tempat Bersembunyi Setan-setan
Ekbis

Ekonom: Pengelolaan APBN Yan..

15 Agustus 2020 13:15
Defisit Anggaran Lebih Dari 3 Persen Dalam UU Keuangan Negara Diprediksi Sampai 2024
Ekbis

Defisit Anggaran Lebih Dari ..

15 Agustus 2020 10:39
BTN Pimpin 40 Persen Pasar KPR Nasional
Ekbis

BTN Pimpin 40 Persen Pasar K..

14 Agustus 2020 19:00
Ekonomi Terjun Bebas Hingga 17,1 Persen Untuk Kuartal II, Malaysia Masih Optimis
Ekbis

Ekonomi Terjun Bebas Hingga ..

14 Agustus 2020 15:42
Konsumsi Dalam Negeri Anjlok, Pemulihan Dampak Ekonomi Covid-19 Di China Jadi Lamban
Ekbis

Konsumsi Dalam Negeri Anjlok..

14 Agustus 2020 11:03
Sektor Swasta Perlu Berkontribusi Dalam Perubahan Iklim Di Tengah Pandemik Covid-19
Ekbis

Sektor Swasta Perlu Berkontr..

14 Agustus 2020 00:57
Semangat Baru Layanan BTN Di Era Pandemi
Ekbis

Semangat Baru Layanan BTN Di..

13 Agustus 2020 17:05