China Dan Argentina Memperbarui Pertukaran Mata Uang Sebesar 18,2 Miliar Dolar AS

Bank Sentral Cina, People's Bank of China/Net

Bank sentral Argentina mengumumkan akan memperbarui perjanjian kerja sama mata uang dengan People's Bank of China untuk menukar mata uang  (swap currency) masing-masing senilai 18,2 miliar dolar AS pekan depan.

Jumlah tersebut mewakili 42 persen dari cadangan devisa Argentina, yang hingga Rabu terdiri dari 43,379 miliar dolar AS, merujuk pada situs web resmi BCRA.

Para analis mengatakan pembaruan pertukaran mata uang itu mengisyaratkan pertumbuhan perdagangan pertanian antara kedua negara.

“Jumlah perjanjian pertukaran mata uang yang baru ditandatangani antara China dan Argentina telah meningkat, dibandingkan dengan perjanjian sebelumnya, menunjukkan bahwa perdagangan China-Argentina diperkirakan akan meningkat," ungkap Chen Bo, rekan peneliti di Institut Keuangan dan Ekonomi di Universitas Pusat Keuangan dan Ekonomi, seperti dikutip dari GT, Minggu (26/7).

"Argentina adalah pengekspor utama produk pertanian, seperti kedelai, dan di tengah hubungan yang tegang antara China dan AS, perjanjian pertukaran bisa menjadi tanda memperluas sumber China untuk membeli produk pertanian,” lanjut Bo.

Swap currency ini akan berakhir Senin sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani pada  2017 antara bank sentral Argentina, Banco Central de la Republica Argentina (BCRA), dan People's Bank of China (PBC).

“Ini adalah contoh kerja sama yang saling menguntungkan. Bagi Argentina, perjanjian membantu mengatasi krisis utang negara dan tingkat kredit mata uang lokal. Untuk China, perdagangan dapat diselesaikan dalam yuan, yang baik untuk internasionalisasi mata uang,” Chn menambahkan.

Swap mata uang pertama antara China dan Argentina ditandatangani pada 2009, dengan nilai mencapai 70 miliar yuan atau setara dengan 9,98 miliar dolar AS, dan berlaku selama tiga tahun.

PBC dan BCRA memperbarui perjanjian pertukaran mata uang bilateral pada 18 Juli 2017, dengan tujuan untuk mempromosikan pengembangan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara. Perjanjian itu bernilai 70 miliar yuan, atau 175 miliar peso, berlaku selama tiga tahun, dan diperbarui dengan kesepakatan bersama.

Kedua bank sentral itu kembali menandatangani kesepakatan pertukaran mata uang tambahan sebesar 60 miliar yuan pada tanggal 2 Desember 2018, di samping perjanjian yang ditandatangani pada Juli 2017.

Kesepakatan tambahan ini berkontribusi untuk mendorong stabilitas keuangan yang lebih besar dan memperkuat hubungan antara kedua bank sentral. Lebih lanjut berupaya untuk memudahkan pertukaran komersial antara kedua negara, kata BCRA pada 2018.

Swap mata uang merupakan transaksi pertukaran dua valuta asing melalui pembelian tunai dengan penjualan kembali secara berjangka, atau sebaliknya. Jadi, kurs bersifat tetap selama kontrak. Tujuannya, untuk mendapat kepastian kurs, sehingga dapat menghindari kerugian selisih kurs.

Menurut ketentuan fiskal, swap menghasilkan keuntungan atau kerugian bagi wajib pajak pada saat terjadinya realisasi pembayaran jatuh tempo pajak.

Selain Argentina, sejumlah negara juga melakukan perjanjian currency swap dengan China, termasuk Indonesia.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | AHY Semakin Aduhai

Kamis, 13 Agustus 2020
Video

TANYA JAWAB CAK ULUNG | Seputar Aksi Menyelamatkan Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Erick Thohir Bocorkan Tujuan Utama Program Indonesia Tumbuh
Ekbis

Erick Thohir Bocorkan Tujuan..

15 Agustus 2020 13:29
Ekonom: Pengelolaan APBN Yang Tidak Pasti Bisa Jadi Tempat Bersembunyi Setan-setan
Ekbis

Ekonom: Pengelolaan APBN Yan..

15 Agustus 2020 13:15
Defisit Anggaran Lebih Dari 3 Persen Dalam UU Keuangan Negara Diprediksi Sampai 2024
Ekbis

Defisit Anggaran Lebih Dari ..

15 Agustus 2020 10:39
BTN Pimpin 40 Persen Pasar KPR Nasional
Ekbis

BTN Pimpin 40 Persen Pasar K..

14 Agustus 2020 19:00
Ekonomi Terjun Bebas Hingga 17,1 Persen Untuk Kuartal II, Malaysia Masih Optimis
Ekbis

Ekonomi Terjun Bebas Hingga ..

14 Agustus 2020 15:42
Konsumsi Dalam Negeri Anjlok, Pemulihan Dampak Ekonomi Covid-19 Di China Jadi Lamban
Ekbis

Konsumsi Dalam Negeri Anjlok..

14 Agustus 2020 11:03
Sektor Swasta Perlu Berkontribusi Dalam Perubahan Iklim Di Tengah Pandemik Covid-19
Ekbis

Sektor Swasta Perlu Berkontr..

14 Agustus 2020 00:57
Semangat Baru Layanan BTN Di Era Pandemi
Ekbis

Semangat Baru Layanan BTN Di..

13 Agustus 2020 17:05