Digempur Corona, Indonesia Harus Hidupkan Kembali Ekonomi Kerakyatan

Pengamat bisnis, Kafi Kurnia/Net

Ekonomi kerakyatan perlu dihidupkan kembali untuk menghadapi pandemik Covid-19 yang telah menggempur ekonomi dunia termasuk Indonesia. Sebab, aset terbesar yang dimiliki oleh Indonesia adalah rakyat.

Demikian disampaikan pengamat bisnis, Kafi Kurnia dalam diskusi daring Smart FM bertajuk "Bagaimana Menggairahkan Ekonomi", Sabtu (11/7).

"Aset kita yang paling besar adalah rakyat. Filosofi tentang ekonomi kerakyatan kayaknya harus kita hidupkan kembali," ujar Kafi Kurnia.

Menurut dia, di tengah kondisi pandemik Covid-19 seperti saat ini, rakyat harus dijadikan kekuatan dalam menggerakkan ekonomi. Pemerintah harus memobilisasi modal untuk terciptanya pergerakan ekonomi secara massif.

"Kalau dalam keadaan susah seperti ini, yang harus dilakukan pemerintah adalah memobilisasi kapital. Jadi, secara ekonomi kita harus memobilisasi kapital, karena kalau kita mau berusaha dan menggerakkan ekonomi modalnya itu adalah kapital," tuturnya.

Ekonomi kerakyatan, masih kata Kafi Kurnia, menjadi modal utama.

Dengan kultur dan kearifan lokal yang dimiliki, Indonesia berbeda dengan negara-negara kecil seperti Singapura, Korea dan Jepang dalam rangka menggerakkan roda ekonomi.

"Kalau saya lihat negera-negara kecil seperti Korea, Jepang, Singapura, disamping kearifan lokal yang mereka miliki mereka gunakan, mereka akhirnya menggunakan aset-aset yang tersembunyi," ucapnya.

"Aset kita yang paling besar adalah rakyat dan menurut saya Indonesia harusnya membuat peta ekonomi kerakyatan dengan klaster-klaster rakyat di wilayah-wilayah tertentu," demikian Kafi Kurnia menambahkan.

Selain Kafi Kurnia, turut hadir narasumber lain dalam diskusi daring tersebut anggota DPR 2004-2014 Andi Rahmat, gurubesar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Ahmad Erani Yustika, dan ekonom senior Indef Enny Sri Hartati.

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | AHY Semakin Aduhai

Kamis, 13 Agustus 2020
Video

TANYA JAWAB CAK ULUNG | Seputar Aksi Menyelamatkan Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Erick Thohir Bocorkan Tujuan Utama Program Indonesia Tumbuh
Ekbis

Erick Thohir Bocorkan Tujuan..

15 Agustus 2020 13:29
Ekonom: Pengelolaan APBN Yang Tidak Pasti Bisa Jadi Tempat Bersembunyi Setan-setan
Ekbis

Ekonom: Pengelolaan APBN Yan..

15 Agustus 2020 13:15
Defisit Anggaran Lebih Dari 3 Persen Dalam UU Keuangan Negara Diprediksi Sampai 2024
Ekbis

Defisit Anggaran Lebih Dari ..

15 Agustus 2020 10:39
BTN Pimpin 40 Persen Pasar KPR Nasional
Ekbis

BTN Pimpin 40 Persen Pasar K..

14 Agustus 2020 19:00
Ekonomi Terjun Bebas Hingga 17,1 Persen Untuk Kuartal II, Malaysia Masih Optimis
Ekbis

Ekonomi Terjun Bebas Hingga ..

14 Agustus 2020 15:42
Konsumsi Dalam Negeri Anjlok, Pemulihan Dampak Ekonomi Covid-19 Di China Jadi Lamban
Ekbis

Konsumsi Dalam Negeri Anjlok..

14 Agustus 2020 11:03
Sektor Swasta Perlu Berkontribusi Dalam Perubahan Iklim Di Tengah Pandemik Covid-19
Ekbis

Sektor Swasta Perlu Berkontr..

14 Agustus 2020 00:57
Semangat Baru Layanan BTN Di Era Pandemi
Ekbis

Semangat Baru Layanan BTN Di..

13 Agustus 2020 17:05