Bahas UMKM Di Hadapan 3 Gubernur, Luhut: Covid-19 Gugah Masyarakat Beli Produk Dalam Negeri

Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan saat bahas gerakan Bangga Buatan Indonesia/Repro

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengumpulkan sejumlah gubernur dalam diskusi daring bertemakan ‘Peranan Aktif Pemerintah Daerah Dalam Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia’, Selasa (23/6).

Adapun gubernur yang hadir dalam webinar tersebut antara lain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldy Rosman, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, kemudian terdapat dua menteri yang hadir yakni Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki.

Menko Luhut mengatakan, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia merupakan langkah pemerintah untuk meningkatkan ekonomi domestik di tengah hantaman keras wabah virus corona baru (Covid-19).

Dalam sebuah survei yang dilakukan Fortune 500, disebutkan bahwa paska pandemik Covid-19, tingkat kecintaan masyarakat terhadap bangsanya akan meningkat tajam.

“Survei perubahan dunia paska covid-19 ini dibuat oleh Fortune 500 nah ini kita lihat itu, rasa kebangsaan meningkat sekali, kalau bapak ibu saksikan itu. Kalau kita bicara globalisasi, orang sudah bicara lagi deglobalisasi,” ujar Menko Luhut di acara diskusi daring yang diprakarsai oleh Kemenko Marves, Selasa (23/6).

“Jadi GN BBI ini menggugah seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menjaga kelangsungan ekonomi nasional, dengan membeli produk dalam negeri,” katanya.

Dia menambahkan, gubernur bisa memanfaatkan situasi saat ini dengan meningkatkan rasa kebangsaan masyarakat dengan mendorong produk lokal untuk dapat merajai pasar domestik.

“Ini slide hasil survei ini elok kalau teman-teman gubernur maupun menteri dan peserta untuk menyimaknya perlu untuk kita melihat langkah-langkah kita ke depan,” katanya.

Dalam survei Fortune 500 ini, kata Luhut, juga menyebutkan orang akan beralih pada digital.

Dengan data itu, kata Luhut, UMKM di daerah dapat memasarkan produknya secara online lantaran semua perubahan dunia ini makin cepat.

“Tadi pagi saya berbicara dengan Google Cloud, yang mereka akan minta Indonesia menjadi up google cloud di asia ini. Dan itu saya kira suatu permintaan yang sangat wajar,” katanya.

Menko dua periode ini juga menganalisa bahwa dalam survei Fortune 500 mengenai dampak Covid-19 bagi UMKM, masalah ada di pemasaran yakni sebesar 35 persen dan permintaan 34 persen.

“Dan ini dengan adanya online akan banyak sekali dampaknya terbaiki, apa yang paling banyak? Industri makan industri kreatif,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020
Video

Bergerak Serentak, Seruan Mahasiswa Batalkan OmnibusLaw

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020

Artikel Lainnya

Ikan Arwana Kalimantan Siap Ekspor, Kemenko Marves Targetkan Pengiriman Dilakukan Tiap Pekan
Ekbis

Ikan Arwana Kalimantan Siap ..

13 Juli 2020 04:57
Gugatan 15 T Telkomsel Harusnya Jadi Pengakuan Industri Telekomunikasi Selama Ini Lengah
Ekbis

Gugatan 15 T Telkomsel Harus..

12 Juli 2020 19:13
Menko Airlangga Ajak UMKM Bertransformasi Menuju Ekonomi Digital
Ekbis

Menko Airlangga Ajak UMKM Be..

12 Juli 2020 13:32
Revitalisasi UMKM, Kunci Bangkitkan Ekonomi Di Tengah Pandemik
Ekbis

Revitalisasi UMKM, Kunci Ban..

12 Juli 2020 02:26
Digempur Corona, Indonesia Harus Hidupkan Kembali Ekonomi Kerakyatan
Ekbis

Digempur Corona, Indonesia H..

11 Juli 2020 12:16
Faisal Basri: Kenaikan Kelas Indonesia Berpendapatan Menengah Ke Atas Bertahan 1 Tahun
Ekbis

Faisal Basri: Kenaikan Kelas..

11 Juli 2020 03:45
Budidaya Lobster Model Keramba Dasar Cocok Bagi Perairan Berombak Besar
Ekbis

Budidaya Lobster Model Keram..

11 Juli 2020 01:46
Ada Fasilitas Permodalan, Pemerintah Minta Pelaku UMKM Daftarkan Usahanya
Ekbis

Ada Fasilitas Permodalan, Pe..

11 Juli 2020 00:35