Sama-sama Prediksi Nilai Tukar Rupiah, Menkeu Dan BI Punya Pandangan Berbeda

Menteri Keangan, Sri Mulyani Indarwati/Net

Nilai tukar rupiah pada 2021 diprediksi berbeda oleh dua lembaga. Saat Bank Indonesia (BI) memprediksi rupiah akan menguat dibanding dolar Amerika Serikat (AS), pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati justru berpandangan sebaliknya.

Saat melaksanakan rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI untuk membahas asumsi dasar KEM PKF RAPBN 2021, di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (22/6), Sri Mulyani menyebut nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berada di angka Rp 15.300 pada 2021.

“Nilai tukar 2020 dan 2021 ada di kisaran Rp 14.900-15.500 yang kita revisi jadi 14.900 dan 15.300. Sementara BI memproyeksikan nilai tukar jauh lebih menguat tahun ini dan 2021,” ujar Sri Mulyani.

Dia mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah terdepresiasi 8,9 persen. Namun, menguat pada minggu kedua April dibandingkan Maret.

Sri Mulyani pun membeberkan latar belakang prediksinya soal nilai tukar rupiah pada tahun depan. Menurut Menkeu dua periode ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan sejumlah negara terdampak Covid-19.

Namun, Sri Mulyani tidak dapat menafikan bahwa Amerika Serikat masih memegang andil besar dalam likuiditas dollar AS di pasar global.

“Kondisi saat ini rupiah jauh lebih kondusif dibandingkan Februari-Maret 2020, ketika terjadi votalitas yang sangat tinggi. Maka proyeksi nilai tukar dalam dokumen KEM PKF perlu direvisi,” tandasnya.

Pandangan Menkeu jelas berbeda dengan yang dinyatakan pihak BI. Sebab, BI justru lebih percaya diri untuk memprediksi rupiah akan lebih menguat lagi pada tahun depan.

"Rata-rata nilai tukar rupiah pada 2020 pada kisaran Rp 14.000 sampai Rp 14.600 per dolar AS dan akan menguat di 2021 pada kisaran Rp 13.700 hingga Rp 14.300 per dolar AS," ucap Gubernur BI, Perry Warjiyo, di DPR RI, Jakarta, Senin (22/6).

BI beralasan, penguatan rupiah ini seiring dengan berbagai faktor positif yang terjadi di perekonomian Indonesia. Termasuk kembali masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020
Video

Bergerak Serentak, Seruan Mahasiswa Batalkan OmnibusLaw

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020

Artikel Lainnya

Ikan Arwana Kalimantan Siap Ekspor, Kemenko Marves Targetkan Pengiriman Dilakukan Tiap Pekan
Ekbis

Ikan Arwana Kalimantan Siap ..

13 Juli 2020 04:57
Gugatan 15 T Telkomsel Harusnya Jadi Pengakuan Industri Telekomunikasi Selama Ini Lengah
Ekbis

Gugatan 15 T Telkomsel Harus..

12 Juli 2020 19:13
Menko Airlangga Ajak UMKM Bertransformasi Menuju Ekonomi Digital
Ekbis

Menko Airlangga Ajak UMKM Be..

12 Juli 2020 13:32
Revitalisasi UMKM, Kunci Bangkitkan Ekonomi Di Tengah Pandemik
Ekbis

Revitalisasi UMKM, Kunci Ban..

12 Juli 2020 02:26
Digempur Corona, Indonesia Harus Hidupkan Kembali Ekonomi Kerakyatan
Ekbis

Digempur Corona, Indonesia H..

11 Juli 2020 12:16
Faisal Basri: Kenaikan Kelas Indonesia Berpendapatan Menengah Ke Atas Bertahan 1 Tahun
Ekbis

Faisal Basri: Kenaikan Kelas..

11 Juli 2020 03:45
Budidaya Lobster Model Keramba Dasar Cocok Bagi Perairan Berombak Besar
Ekbis

Budidaya Lobster Model Keram..

11 Juli 2020 01:46
Ada Fasilitas Permodalan, Pemerintah Minta Pelaku UMKM Daftarkan Usahanya
Ekbis

Ada Fasilitas Permodalan, Pe..

11 Juli 2020 00:35