Erick Ungkapkan Dari 142 BUMN, 68 Persennya Harus Dikonsolidasi

Tangkapan layar acara Indonesia Moving Forward di Youtube

Banyaknya perusahaan plat merah yang tumpang tindih aktivitasnya menjadi fokus Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk merapihkan dan mengoptimalkan manfaatnya.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan dari total 142 BUMN, sebanyak 9,1 persen yang tergolong potensial untuk dipertahankan dan dikembangkan dan sebanyak 6,3 persen yang harus dilakukan transformasi.

"Sementara ada sebanyak 68 persen yang harus dikonsolidasi, dan 8,2 persen yang harus diarahkan untuk pelayanan publik, serta 8,2 persen sisanya didivestasi atau merger," urai Erick dalam diskusi virtual "Indonesia Moving Forward", yang ditayangkan di YouTube,  Rabu (20/5).

Perubahan manajemen perusahaan BUMN  diperlukan agar lebih efektif dan efisien dalam menjalankan operasional bisnisnya sehingga bisa menghasilkan laba yang optimal. Sehingga kontribusi BUMN terhadap negara akan lebih besar.

Ia juga menyampaikan sebagain kecil BUMN itu akan ditutup.

"BUMN harus kita perbaiki sebab ujungnya harus memberikan dividen ke negara sebesar-besarnya. Sebab dengan adanya Covid-19, ada banyak kinerja BUMN yang tergerus. Tahun depan, kalau ada BUMN 50 persen saja bisa setor dividen, alhamdulillah," kata Erick.

BUMN yang sistem bisnis dan manajemennya tumpang tindih antara lain PT Biofarma (Persero), PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) dan PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF). Beberapa lini binis dari tiga BUMN ini saling tabrakan.

"Padahal seharusnya ketiga BUMN ini saling mendukung dalam hal rantai distribusi dan produksi yang saling melengkapi. Dalam praktiknya, ternyata ketiga BUMN ini sebagian memproduksi produk yang sama," ujar Erick.

Diharapkan KAEF fokus pada produksi produk obat kimia dan alat kesahatan, kemudian INAF diarahkan untuk memproduksi obat-obatan herbal, dan Biofarma diarahkan untuk memproduksi vaksin dan lain sebagainya.

"Pemilahan bisnis produksi ini menjadi solusi agar pangsa pasar dan "kue" ekonomi bisa dibagi dengan proporsional," katanya.

Ritel hanya akan di Kimia Farma (KAEF), jadi semua bisa bersinergi.

"Ini jadi dorongan ke depan bahwa Indonesia harusnya sudah bisa berdikari,"  kata Erick.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Risma Sesalkan Mobil Tes PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Petani Sawit Semakin Tertekan, Presiden Jokowi Harusnya Tidak Selalu Turuti Sri Mulyani
Ekbis

Petani Sawit Semakin Terteka..

30 Mei 2020 12:56
IMF: Sulitnya Peroleh Data Akurat Indikator Ekonomi Saat Pandemik, Salah Satunya Karena Adanya Aturan Lockdown
Ekbis

IMF: Sulitnya Peroleh Data A..

30 Mei 2020 07:10
Inovasi bank bjb, Setor Pajak Kendaraan Di Kepri Bisa Via Indomaret Dan Bukalapak
Ekbis

Inovasi bank bjb, Setor Paja..

29 Mei 2020 13:38
Tetap Produktif Di Masa Covid-19, BTN Tawarkan Program Ketupat Beruntung
Ekbis

Tetap Produktif Di Masa Covi..

29 Mei 2020 12:06
Rachmat Gobel: Indonesia Butuh Masuknya Investasi Asing
Ekbis

Rachmat Gobel: Indonesia But..

29 Mei 2020 10:37
Kemenaker: 336 Perusahaan Diduga Langgar Aturan Pembayaran THR
Ekbis

Kemenaker: 336 Perusahaan Di..

28 Mei 2020 21:51
PKPU Jalan Terbaik Selesaikan Masalah KSP Indosurya
Ekbis

PKPU Jalan Terbaik Selesaika..

27 Mei 2020 09:16
Mulai Buka Tanggal 5 Dan 8 Juni, Setiap Mall Di Jakarta Punya Tim Pengendali Covid-19
Ekbis

Mulai Buka Tanggal 5 Dan 8 J..

27 Mei 2020 02:25